<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438</id><updated>2012-01-06T13:40:58.087+07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Di ujung Mata'/><category term='Sebelum Tidur'/><category term='Pondok Ilmu 2016'/><category term='Cerpen'/><category term='Tahukah kita?'/><category term='Sejenak berhenti'/><category term='Di atas &quot;Property&quot;'/><title type='text'>MujahidDesa</title><subtitle type='html'>Mujahid bukanlah sebuah pengakuan, tapi sebuah cita untuk cinta...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>93</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1126798279991329338</id><published>2011-12-20T08:53:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T08:54:16.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>SEPOTONG JEJAK DI KAMPUS KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-f4TnoR6sXrQ/Tu_qiz8FXHI/AAAAAAAAAHM/iLNa4tnbj58/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="192" width="263" src="http://2.bp.blogspot.com/-f4TnoR6sXrQ/Tu_qiz8FXHI/AAAAAAAAAHM/iLNa4tnbj58/s400/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum hilang bayangan di pelupuk mata, ketika teman-teman mengantarkanku naik bus jurusan Kota Solo-Wonogiri.  Mereka adalah anak-anak Solo yang aku kenal akrab di kampung tempat tinggalku saat ikut dengan paklek Gito. Ada yang masih SMA ada pula yang sudah putus sekolah. Di antara mereka adalah teman-temanku berlatih musik dan bermain gitar saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terbayang-bayang juga kegembiraan ketika mendapat pengumuman kelulusan dan kemudian terluapkan dengan disemprotkannya cat ke baju dan celana seragam sekolah. Baju itu kini aku panjang sudut kamar tidur, kupajang dengan menusukkan jarum pada dinding kamar yang memang terbuat dari bilik bambu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa usai sudah kini perjuangan melanjutkan sekolah di jenjang SMU, yah…aku sebut sebuah perjuangan karena masih terbayang jelas ketika waktu itu lulus SMP, orang tua berfikir keras agar aku dapat melanjutkan sekolah. Dengan berbagai pertimbangan, khususnya pertimbangan ekonomi akhirnya aku ikut dengan paklek di kota Solo dan melanjutkan sekolah di sana. Sebab jika melanjutkan sekolah di kampung, setiap harinya aku harus naik bis cukup jauh menuju kota wonogiri. Dan jika dihitung-hitung cukup besar juga biaya transportasinya. Berbeda dengan jika aku disekolahkan di Solo, bisa cukup menggunakan sepeda dan tidak memerlukan biaya kost karena ikut dengan paklek. Urusan makan, orang tua sering membawakan beras dari kampung untuk di bawa ke kota Solo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kini tak terpikir, entah apa yang akan kulakukan setelah kelulusan ini. Jika kuliah sepertinya tidak memungkinkan dengan melihat keadaan ekonomi orang tua saat ini, dan jika bekerja sungguh tak terpikirkan juga harus bekerja di mana. Sempat terbayang pergi ke Jakarta, namun sungguh dari dulu, saat masih sekolah sudah tertanam dalam benak bahwa aku tidak pernah mimpi untuk pergi ke Ibukota itu. Melihat potret kehidupan yang digambarkan di televisi cukup menepis niat untuk pergi ke sana. Tingkat kepadatan, tingkat kemacetan dan tingkat kriminal yang luar biasa, meninggalkan kesan tidak menarik untuk pergi ke sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba…”le….coba kesini” panggil Ibu dari dapur. Cukup mengagetkanku dari lamunan di tempat tidur. Iya bu….” sahutku. Aku pun beranjak meninggalkan tempat tidur. Kulihat Mamak sedang menggoreng sesuatu dan bapak sedang makan di meja makan yang memang tidak jauh dari tungku tempat ibu memasak. &lt;br /&gt;“Iya le….setelah semalam berunding dengan bapakmu, sebaiknya kamu pergi ke Jakarta saja ya”. Belum sempat aku menjawab. Lalu Mamak melanjutkan….”iya, di sana ada paklekmu Waluyo yang punya usaha rental komputer. Lebaran kemarin bapak ibu sudah sempat berbicara dengan paklekmu. Dia bilang yang sudah tidak apa-apa ikut saja, yang penting diniatkan benar-benar untuk belajar dulu di Jakarta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya….trus kapan kamu siap, nanti bapak bilang ke paklekmu Ratmo, kemarin dia sudah bersedia mengantarmu ke Jakarta, sebab kalau bapak sendiri masih bingung kalau ke sana” tambah bapak. Aku hanya menganggukkan kepala, tanda setuju. Dan belum sempat aku menjawab…&lt;br /&gt;“Iya le….mau di desa juga bingung kan mau gimana? Mau kuliah bapak ibu tidak ada biayanya. Itu mas Edi anaknya budhe Sumikem sudah lulus kuliah sampai jual sawah segala, sampai sekarang belum juga bekerja. Kalau tidak kuliah, mau bertani juga sayang-sayang kamu masih muda. Dan justru mumpung masih muda nyari pengalaman di Jakarta itu lebih bagus. Kamu harus lebih baik dari bapak dan ibu le…”…jadi orang tani itu harus serba nerimo dan panjang ususnya…, pas musim menanam harga pupuk melambung tinggi…namun pas giliran panen tidak ada harganya…” tutup mamak pelan. &lt;br /&gt;Mendengar itu….terasa sesak leher dan terasa berat sekali aku ingin berbicara, “iya bupak…insyaAlloh saya siap”, lalu hampiri ibu…dan kupeluk. Entah berapa banyak air mata yang tumpah saat itu. Kulihat bapak pun selesai makan, seraya menenangkan“sudahlah le....di sana kamu kan juga ikut paklekmu.., mereka juga orangtuamu”.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di keesokan harinya, ketika pulang dari sawah, kami biasa meminum teh bersama. “Bu, Pak…kalau saya berangkat ke Jakarta besok lusa bagaimana?” aku mengawali pembicaraan.&lt;br /&gt;“Bener….? Tanya ibu meyakinkan. &lt;br /&gt;“Iya..bu, bener…jawabku. &lt;br /&gt;“Ya sudah kalau memang lusa siap, nanti malam kita ke rumah paklekmu Ratmo membicarakan hal keberangkatanmu. Paklekmu sudah bilang, kapan saja dia bisa”, sahut bapak. &lt;br /&gt;Singkat cerita, akhirnya malam hari itu pun aku berdua dengan bapak ke rumah paklek Ratmo membicarakan perihal keberangkatan dan sebagainya. Dan diputuskan bapak dan ibu tidak ikut mengantarkan. Sekali lagi karena faktor ekonomi dan juga dua adikku yang tentu harus ikut jika bapak ibu akan ikut mengantarkan aku ke Jakarta. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa…., dua malam jatah terakhirku tidur di kampung pun telah habis. Satu tas besar berisi pakaian sudah rapi kutata. Tak ketinggalan pula satu buah gitar kesayanganku juga aku siapkan, setelah berulangkali bernegoisasi bapak ibu untuk diijinkan membawanya. Awalnya bapak ibu khawatir jika aku membawa gitar tersebut akan mengganggu aktivitas di Jakarta nantinya. Tapi dengan berbagai alasan untuk hiburan dan beribu janji, akhirnya mereka membolehkan aku untuk membawanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keberangkatanku pun telah sampai, panasnya siang kala itu tak mampu mencairkan suasana hatiku. Kulihat raut wajah ibu pun demikian, senyumnya tak mampu menutupi kesedihan dan beratnya hatinya ingin melepaskanku melewati jenjang perjuangan yang baru. Begitupun bapak, walaupun tak selembut ibu, nampak pesan penuh harap agar aku mampu melewati satu fase perantauan ini. &lt;br /&gt;Jam sepuluh pagi tepat, paklek akhirnya datang diantar oleh Dewi, anak sulungnya. “Ayo…berangkat” teriaknya langsung. Rupanya paklek tidak menangkap sinyal keharuan di hati kami sekeluarga.  “Iya….ini juga sudah siap, “sahut ibu dari dalam rumah. &lt;br /&gt;Setelah makan bersama, akhirnya saat yang dinantikan pun tiba. Kami siap untuk berangkat. Ibu dan bapak serta si bungsu adikku perempuan ikut siap-siap untuk mengantarkan ke jalan raya yang tidak begitu jauh dari rumahku. Sedangkan adikku yang satu masih belum pulang sekolah, tapi aku sudah bilang dan pamit akan ke Jakarta pagi tadi ketika ia hendak berangkat sekolah. Ia pun sempat menangis dan memelukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugendong satu tas besar dan kupegang dengan tangan kananku gitar yang sudah kusiapkan. Sementara bapak dan ibu membawakan setengah karung beras dan beberapa oleh-oleh untuk paklek Waluyo di Jakarta. “Bismillah…………., sambil kutarik nafas panjang ketika kulangkahkan kaki keluar rumah. Tak terbendung tetes air mata mengakhiri tatapan pintu rumah. Pintu yang belum lama aku sapa, kini sudah harus aku tinggal lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan, kupamit dengan beberapa tetangga yang berpapasan, begitu banyak para tetangga mengingatkanku untuk hati-hati dan mendoakanku agar senantiasa lancar mencari rejeki. Tak lama, akhirnya sampai juga kami di tepi jalan raya. Sambil menunggu bus jurusan Jakarta datang, tak bosan-bosannya ibu dan bapak menasihati, agar selalu hati-hati, agar selalu menghormati orang selama di Jakarta, agar selalu mengalah dan sebagainya. Dengan senyum dan anggukan aku jawab nasihat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa menit. Ton…ton…ton…, suara klakson bus terdengar…, ternyata nampak bus jurusan Jakarta telah datang. Kontan, langsung kupeluk ibu erat-erat dan ibu pun tak henti-hentinya mencium kening dan leherku. Entah…berapa banyak air mata lagi yang tertumpah kala itu…. &lt;br /&gt;Saat bis tepat sampai…aku ganti memeluk bapak…dan bapak yang tidak biasa-biasanya menangis jadi menangis juga, adikku si bungsu pun ikut teriak menangis. Kucium dan kupeluk juga dirinya…., kubisikkan “wahai adikku…doakan masmu ya…”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo…..mas…, teriak kondektur bis. Ternyata barang-barangku sudah dinaikkan. Aku pun beranjak, paman pun bersalaman dengan bapak dan ibu, dan akhirnya kami pun berpisah.  Dan akhirnya bus yang aku tumpangi pun melaju meninggalkan para kekasih hatiku. &lt;br /&gt;Di dalam bus, aku pun duduk sambil memejamkan mata. Menutup mulut rapat-rapat, menahan haru hati yang begitu dalam. Ternyata rapatnya pejaman mataku tak mampu membendung air mataku, mengalir deras….sambil terus membayangkan wajah bapak dan ibu serta adik-adikku. Dan dari dalam hatiku berteriak “wahai ibu, bapak dan adikku…selamat tinggal di jenjang perjuangan ini”. Yah…perjuangan baru…setelah menempuh pertarungan tiga tahun di kota Solo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba…”sudahlah le…”, kamu itu laki-laki lho…ojo cengeng, kata paklek Ratmo menenangkan. Banyak berdo’a mudah-mudahan kamu sukses di Jakarta, bisa membantu orang tua.” Dan spontan, aku pun berusaha menghapus air mata dengan menyadari penuh bahwa aku dan ibu memang orang yang terkenal gampang sekali menangis di keluarga besarku. Aku pun tersenyum, sambil mengiyakan apa yang dikatakan paklek Ratmo.  “Iya lek…betul sekali,…sahutku lirih. Akhirnya kami pun jatuh dalam obrolan ke sana kemari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian paklek tertidur, lalu kutatap deretan rumah dan pohon yang terlihat dari kaca bus. Namun warna-warni cat rumah di sepanjang jalan pun masih tak mampu menghilangkan keharuan dalam hatiku. Begitu juga hijaunya dedaunan pohon yang terlihat, masih tak mampu juga menyejukkan dadaku kala itu. Hingga kuterlelap.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku di kota harapan banyak orang itu, gumamku. Aku baca papan alamat yang terbuat dari seng yang dipasang oleh paklek Waluyo di depan rumahnya, Lenteng Agung RT. 06 RW. 07, Jakarta Selatan. Memang aku merasa asing di sana. Begitu padatnya rumah. Begitu sempitnya jalan masuk ke rumah-rumah. Tak sepertiku ketika masih di Solo atau di Wonogiri. Jalan masih sangat lapang, dari rumah ke rumah masih ada tanah kosong untuk menanam beberapa jenis pohon. Rumah paklek, ternyata juga tidak begitu besar. Satu kamar tidur, satu ruang tamu lesehan, dapur kecil yang gandeng dengan kamar mandi berukuran kecil pula dan satu ruang kosong tempat sholat yang sekaligus merupakan tempat yang disiapkan untukku tidur. Kagetnya, pas suatu ketika aku buka jendela dari ruang kosong itu, ternyata di pinggir pas ruang tempatku tidur itu adalah sungai. Walaupun belum terlalu hitam airnya, namun terlihat cukup banyak sampah yang tersangkut di sana-sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari kedua di Jakarta, aku pun diajak paklek ke tempat usahanya, berjalan kaki ternyata tidak begitu jauh juga dari rumah paklek. Sesampainya di rental komputer milik paklek, ternyata ada dua orang yang merupakan tetangga di Wonogiri, yang selama ini ikut menjadi karyawan paklek.&lt;br /&gt;Yah…beginilah le…, usaha paklekmu selama ini. Kita melayani rental komputer dan jasa pengetikannya. Nah yang terpenting buat kamu adalah cara mengetik komputer dengan cepat”, jelas paklek. Kamu bisa minta diajari oleh siap saja di sini. Dan kulihat, memang karyawan paklek sudah begitu cepat menarikan jari jemarinya menuliskan huruf dan angka di atas keyboard. Hmmm, aku tertarik juga. Seharian, agendaku hanya duduk melihat beberapa karyawan paklek sedang memainkan “jurus cepatnya” mengetik. Wah…aku benar-benar baru kenal nih..yang namanya komputer. Sebab dulu waktu sekolah STM, pemesanan komputer oleh sekolah baru datang saat di ujung waktu aku sudah harus meninggalkannya. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari terlalui, tak terasa sudah tiga bulan aku menginjakkan kaki di Jakarta. Alhamdulillah, dalam waktu tiga bulan itu aku sudah bisa mengetik sepuluh jari, tanpa melihat dan lumayan agak cepat walaupun tidak secepat karyawan lain yang memang sudah lama terbiasa mengoperasikan komputer. Walhasil, aku sudah bisa mendapatkan penghasilan dari mengetik di rental milik paklek tersebut. Di sana aku belajar melayani pelanggan, di sana aku pun belajar berkomunikasi dengan sesama karyawan, walaupun hanya enam karyawan termasuk aku. &lt;br /&gt;Jika sore tiba, setelah sholat Ashar jika tidak ada pekerjaan, maka aku biasa duduk di teras lantai dua. Yah…betapapun kecil, kios rental paklek dibuat dua lantai, sederhana tapi terlihat kuat, karena walau tidak dicor tetap ditopang dengan balok kayu kemudian di atasnya baru diberi papan dan karpet. Lantai dua tersebut memang khusus untuk tidur para karyawan yang ada. Dari lantai dua tersebut kulihat ramainya kendaraan lalu lalang di depan kios. Teramat padat, “masyaAlloh semua orang di sini disibukkan mencari nafkah ya…, siang dan malam tiada henti-hentinya”, gumamku. Dan tanpa disadari akupun merupakan bagian dari keramaian para manusia pencari nafkah tersebut. Aku hanya mampu tersenyum tipis. Lalu terbayang saat masih sekolah di Solo, jika sudah sore begini aku teringat bersama teman-temanku, bersama-sama memainkan gitar mendendangkan lagu-lagu pop yang lagi ngetrend. Kini baru tersadar, bahwa inilah perjuangan sesungguhnya, yang harus menguras tenaga dan pikiran. Tidak seperti saat sekolah, yang kala itu memang cukup menguras tenaga dan pikiran, akan tetapi berbeda dengan saat ini, yang mempunyai beban moral mencari penghasilan di kota harapan. Hidup penuh gengsi, ternyata bukan hidup yang sebenarnya. Hal itu sempat terpikir, ketika di Solo dengan teman-teman sudah membuat group band, lalu sempat membuat beberapa lagu, ada bayangan ingin menjadi group band ternama, group band terkenal yang keren lalu digemari banyak fans. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala mengingat itu, padahal untuk menuju ke sana tentu butuh dukungan keuangan yang cukup banyak, sedangkan dulu sekedar untuk masuk ke Studio Musik saja kita harus patungan bersama-sama, ditambah uang itu bukan hasil keringat sendiri, melainkan sisa uang jajan yang diberikan oleh orang tua. &lt;br /&gt;Di keramaian Jakarta itu, sungguh memang aku rasakan penuh perjuangan, karena harus bersabar berteman dengan sepi. Karena ternyata tidak mudah mencari teman di Jakarta. Berbeda seperti di Solo, yang suasananya masih guyup, masih sempat saling menyapa dan saling berinteraksi satu warga dengan warga yang lain. Dan sangat berbeda jauh dengan keadaan di Jakarta, yang masing-masing orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sibuk dengan target usaha masing-masing. Walhasil interaksi pun kebanyakan hanya bersifat bisnis yang bisa diperhitungkan menghasilkan keuntungan. “Jakarta,… yah Jakarta…”, gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke hari, pekan dan bulan demi bulan, hingga hampir satu tahun aku menetap di Jakarta. Dalam sekian waktu itu pun aku telah hidup numpang di rumah paklek. Alhamdulillah, istri paklek juga ternyata seorang bulek yang sangat pengertian selama ini. Tidak pernah mengucapkan kata-kata yang tidak mengenakkan selama aku ikut bersamanya. “Kalau aku gak sempat masak, masak mi sama telur sendiri ya”….itulah kata-kata yang sampai sekarang aku hafal darinya jika ia sedang tidak sempat masak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lama kelamaan.., terbesit iri dalam hati dengan teman-teman lain yang di kios. Mereka bekerja di kios, tidur di kios dan makan juga dari penghasilannya sendiri. Berbeda dengan aku yang selama ini bekerja di kios, namun untuk makan dan tidur aku masih ikut dengan paklek.  Ya…ada iri di hati untuk belajar hidup lebih mandiri. Seperti sebuah kenikmatan tersendiri.&lt;br /&gt;Hingga di sebuah pagi nan cerah, ketika hendak berangkat ke kios, paklek dan bulek sedang berada di depan TV menyaksikan berita pagi. Aku pun mendekat, “paklek, bulek…, mohon maaf, saya itu baru kepingin sesuatu”, kataku membuka pembicaraan. &lt;br /&gt;“Wah…kepingin nikah gih”, celetuk paklek. &lt;br /&gt;“Iya..jangan-jangan sudah kepingin nikah”, sahut bulek. &lt;br /&gt;“Tidak lah lek, saya kepingin belajar hidup mandiri, “jawabku. &lt;br /&gt;“Hidup mandiri, maksudnya?”, tanya paklek, tapi sepertinya ia sudah membaca maksudku. &lt;br /&gt;“Iya lek, saya itu kepingin sekali belajar seperti teman-teman di kios, bisa hidup lebih mandiri, tapi bener-bener bukan bermaksud lain atau ada masalah dengan paklek dan buklek, saya bener-bener pingin belajar lek”. &lt;br /&gt;“Ya…sudah kalau memang begitu niatmu, “sahut bulek. &lt;br /&gt;“Iya…di sini sebenarnya juga gak apa-apa kok gih, makan seadanya, tapi kalau memang niatmu begitu, aku juga mendukung”, tambah paklek.&lt;br /&gt;Singkat cerita, aku pun pergi ke kios sambil membawa pakaian yang siap bawa. Alhamdulillah, teman-teman di kios pun menyambut senang. Ada tambahan warga yang menginap di “hotel” gratis tersebut. Di sana ada tambahan pelajaran lagi tentang kehidupan, belajar mengantri, belajar saling mengerti, belajar bertoleransi, belajar saling menghargai sesama warga kios. Saat itu ada tiga orang yang ikut menginap di sana. Yang dua lagi sudah berkeluarga dan mengontrak di daerah dekat kios. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari belajar hidup mandiri di kios kulalui, di sana memang agak lebih bebas keluar ke mana saja. Tinggal berkoordinasi dengan teman-teman mengenai kunci, siapa yang pergi, jam berapa nanti akan datang, dan siapa yang ada di kios. Namun akupun tidak suka terlalu keluyuran, paling jika ada pentas band yang free alias gratis aku berusaha datang. Ikut menonton dan sekadar untuk menghilangkan kerinduan akan teman-teman bermain band sewaktu di Solo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hingga di suatu hari, paklek baru tiba di kios dari salah satu kampus swasta lokal di Jagakarsa untuk mengantarkan hasil ketikan. “Wah…ini pengumuman bagus dari kampus tuh, siapa yang mau kuliah gratis?” tanya paklek ke semua warga kios yang sedang asyik bekerja. &lt;br /&gt;Lalu aku menyahutnya, “gratis lek…”?&lt;br /&gt;“Iya…gratis, asalkan bisa mempertahankan prestasi gih, “jelas paklek.&lt;br /&gt;“Wah….kuliah saja gih, mumpung masih muda lho..”, celetuk kang Man, salah satu warga kios.&lt;br /&gt;“Hmmmm, biasanya ada yang masuk pagi dan sore gitu gak ya lek?” tanyaku antusias.&lt;br /&gt;“Ya…ada gih…, lebih jelasnya nanti tanya saja ke Pak Marbun ya, dia bagian penerimaan mahasiswa baru, bilang saja keponakannya Waluyo, dia kenal kok,” jelas paklek. &lt;br /&gt;“Baik lek, besok saya ke sana insyaAlloh”, tutupku semangat. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, setelah kios tutup, aku akhirnya naik ke lantai dua, dan merebahkan tubuh di atas karpet plastik yang dijadikan alas tidur bersama. Kutatap langit-langit kios yang kayunya sudah nampak menua dan lelah menahan beban atap di atasnya. Dan akhirnya aku membayangkan jika aku kuliah. “Paginya aku kuliah sampai siang, dan siangnya aku pulang ke kios untuk mencari uang,” gumamku. Ilmu dapat dan uang pun dapat, tegasku dalam hati. Yess…aku harus kuliah..!!. aku pun lantang menyimpulkan dalam hati. Dan teman-teman pun mungkin tidak tahu bahwa aku sedang asyik berfikir. Teman-teman yang lain terlihat masih asyik dengan tayangan televisi yang cukup menghibur dan mengurangi kelelahan mereka bekerja seharian penuh menatap layar monitor komputer. &lt;br /&gt;Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku mandi dan berbenah, aku pilih baju yang pas untuk pergi ke kampus. Setelah tepat jam 7.30 aku pun berangkat naik angkot menuju kampus. Seperti saran paman, akhirnya aku temui Pak Marbun di bagian penerimaan mahasiswa, aku tanyakan syarat-syaratnya, aku tanyakan prosedur, aku nyatakan perihal niatku untuk mengambil waktu pagi dan pulang siang untuk bekerja. Tak lupa aku sampaikan bahwa aku adalah keponakan Pak Waluyo yang sudah menjadi langganan pengetikan para dosen di kampus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari akhirnya selesai juga aku melengkapi persyaratan untuk masuk menjadi mahasiwa, betapa bersyukurnya hatiku saat itu. Gambaran kuliah yang selama ini aku fikir hanya untuk orang-orang yang mampu, ternyata sudah di depan mata akan kujalani, dengan modal semangat dan keuletan agar mampu mempertahankan prestasi di semester-semester ke depan yang akan kulalui. Aku yakin, aku bisa, dengan jadwal tetap aku akan pergi mencari ilmu di pagi hari sampai siang hari dan selanjutnya aku pergi ke kios mencari penghasilan dari siang hari sampai malam hari, aku luruskan niat aku kuatkan niat saat itu. Karena luapan kegembiraanku, akhirnya aku tulis sebuah surat untuk bapak ibu di kampung, sambil berharap doa restu agar lancar aku menjalankan kuliah ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lenteng Agung, 12 Juli 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada :&lt;br /&gt;Bapak ibu tercinta di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…&lt;br /&gt;Bagaimana pak, bu kabar di desa? Alhamdulillah, berkat do’a bapak dan ibu kabar saya di Jakarta dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Saya juga terus berdo’a agar bapak ibu dan Ana, Ari juga demikian. &lt;br /&gt;Pak, bu…lewat surat ini juga saya ingin menyampaikan kabar baik, yang mudah-mudahan membuat bapak ibu turut gembira. Yaitu ada program beasiswa kuliah dari kampus yang menjadi langganan pengetikan rental komputer paklek Waluyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak, bu… setelah berbagai macam pertimbangan saya putuskan untuk ikut program tersebut. Saya mengambil kuliah pagi, lalu siangnya saya pulang untuk bekerja lagi di kios. &lt;br /&gt;Untuk itu, saya mohon do’a restu dari bapak ibu agar anakmu bisa kuliah hingga lulus dengan lancar. Bapak ibu tidak usah khawatir, karena seluruh biaya perkuliahan gratis dari kampus asalkan saya mampu mempertahankan prestasi sesuai dengan nilai yang ditetapkan oleh pihak kampus. Untuk kehidupan sehari-hari insyaAlloh saya bisa mencukupinya dari bekerja setelah kuliah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cukup sekian dulu pak, bu…&lt;br /&gt;Salam buat Ari dan Ana tercinta…..&lt;br /&gt;Sekali lagi mohon doa dari Bapak dan Ibu..agar anakmu ini bisa lancar dalam menuntut ilmu dan dalam bekerja mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tanpa doa bapak dan ibu langkah perjuangan anakmu tak akan sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam cinta dari anakmu yang selalu merindukan,&lt;br /&gt;Panggih. W&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akhiri surat dengan sesenggukan haru, karena saat itu aku juga benar-benar sangat rindu dengan Bapak Ibu serta kedua adikku. Cukup lama juga aku tak menatap mereka, cukup lama juga aku tak menggendong adikku, cukup lama juga aku tidak bercengkerama dengan mereka. Makan satu nampan dengan ibu, ngeteh bersama dengan bapak dan banyak hal yang semakin membuat aku rindu.  &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekian lama aku menunggu waktu masuk kuliah, dari awal pendaftaran kemarin harus menunggu selama dua minggu. Sampai akhirnya, tibalah waktu itu. Hari senin, hari pertama aku masuk kuliah, hari pertama aku menuntut ilmu. Jam 7 pagi aku sudah berangkat karena kuliah masuk jam 8, walaupun dekat aku tidak mau ambil resiko telat hanya gara-gara macet di jalanan. Sampai di kampus, aku cari ruang yang ditunjukkan oleh Pak Marbun untuk jurusan yang kuambil, yaitu Teknik Sipil. Alhamdulillah akhirnya ketemu juga ruangan yang kucari dan hari itu pun aku mulai bertatap muka dengan namanya pak dosen dan bu dosen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu telah kulalui, beraktivitas kuliah di pagi hari dan siangnya aku pulang ke kios untuk bekerja. Pada minggu kedua, tepatnya di hari senin seluruh mahasiswa program beasiswa alias gratis diumumkan untuk berkumpul di aula kampus. Ternyata cukup banyak juga mahasiswa program ini. Saat ini agendanya adalah kuliah umum yang akan disampaikan langsung oleh Rektor sekaligus Ketua Yayasan. Setelah beberapa sambutan dari berbagai ketua jurusan, maka tibalah giliran bapak rektor mengisi acara inti pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya beliau menyampaikan bahwa tujuan diadakan program beasiswa kuliah ini adalah untuk membantu bagi anak bangsa yang berpotensi namun tidak memiliki cukup biaya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang universitas atau perguruan tinggi.  Mahasiswa cukup mengeluarkan biaya pada saat akan mengadakan ujian-ujian dan praktikum yang sifatnya masih menggunakan fasilitas di luar kampus. Hal itu memang sudah disampaikan oleh Pak Marbun waktu itu kepadaku. Namun, aku kaget bukan kepalang, di saat Rektor menyampaikan bahwa bagi mahasiswa yang mengikuti program beasiswa harus melaksanakan kegiatan piket menjaga kampus dan wacana akan diadakan program baris berbaris di setiap harinya setelah kuliah selesai. Dengan tujuan, ikut menjaga kampus dan meramaikan kampus, dengan keterusterangan rektor bahwa selama ini memang kampus masih sangat sepi di kelas paginya. Karena kebanyakan mahasiswa memang memilih di kelas malam sebab mereka rata-rata adalah para pekerja atau karyawan yang belum memiliki ijazah pada jenjang perguruan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, aku pun bingung dan gelisah, bukan tidak bisa menjalankan piket dan tidak bisa baris berbaris, melainkan aku tidak bisa memikirkan, kapan aku bisa mencari uang jika harus berada di kampus seharian? Dan ternyata banyak mahasiswa yang sepertiku, banyak yang mengeluh pula. Namun aku berfikir lain, apakah aku harus mengundurkan diri di awal perjalanan ini? Atau apakah aku harus protes keras ke pihak kampus yang tidak menyampaikan hal ini dari awal saat pendaftaran??&lt;br /&gt;Malam harinya, aku berfikir keras mencari jalan keluar karena hal tersebut. Jika aku harus mengundurkan diri dari kuliah, lalu bagaimana dengan orang tua di kampung yang sudah sangat senang mendapat kabar baik ini? Jika aku tetap kuliah, darimana aku dapat mencari uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari? Akhirnya pertanyaan mengerucut menjadi dua pertanyaan tadi, sebab kalaupun harus protes, hal itu aku fikir tidak akan diterima oleh pihak kampus, sebab memang aku sadari dengan sepenuh hati bahwa memang tangan di bawah mempunyai posisi yang cukup lemah untuk bernegoisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tiga hari tiga malam aku memikirkan jawaban  dan keputusan mana yang harus kuambil, yang terbayang adalah wajah orang tua yang ikut bersedih ketika aku harus mengundurkan diri dari kuliah dan yang kedua terbayang aku harus hutang sana sini karena mencukupi kebutuhan sehari-hariku. Sampai di sebuah ujung malam, aku bermunajat penuh kepadaNya, memohon petunjuk karena aku yakin tak ada masalah yang tidak bisa terpecahkan di hadapanNya. Aku yakin, bahwa hamba tidak akan dibebani ujian di luar kadar kemampuan hamba tersebut.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Alhamdulillah, saat pulang kuliah tiba-tiba terlintas pikiran karena ingat bahwa ipar paklek Waluyo yang bernama Lek Sutimin mempunyai usaha memasok dan berjualan makanan ringan dan kerupuk. Akhirnya aku putuskan saat itu aku mampir ke rumah Lek Sutimin. Dan Alhamdulillah, orangnya ada di rumah sedang sibuk membungkus barang dagangannya. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum….. lek.., seru salamku. &lt;br /&gt;“Waalaikum salam, eh..panggih…dari kuliah?&lt;br /&gt;“Iya lek, dari kuliah lalu langsung mampir ke sini”. &lt;br /&gt;“Tumben, biasanya malam minggu atau malam sabtu ke sini.&lt;br /&gt;Akhirnya aku ceritakan semua apa yang terjadi dan apa masalahku. Dan aku utarakan juga niatku ingin ikut membantu menjualkan barang dagangannya. Alhamdulillah, Lek Sutimin memberikan kesempatan kepadaku untuk ikut menjualkan barang dagangannya. Sistemnya adalah aku mengambil barang dagangannya, aku titipkan di warung-warung, nanti ketika ada pembayaran dari warung-warung itu aku diberikan komisi sepuluh persen dari nilai total setoran yang aku dapatkan. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur di hari itu. Mentari pun tersenyum lebar melihat keceriaanku di sore itu. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pun tiba, ini adalah hari pertamaku menambah status kerjaku yaitu sebagai pedagang. Pagi-pagi sekali aku sudah mandi dan siap untuk berangkat ke rumah lek Sutimin. Kemarin sore aku sudah menceritakan kondisi kuliahku dan aku pun ijin ke paklek Waluyo bahwa aku sekarang membantu menjual dagangan milik lek Sutimin, artinya aku tidak terlalu teratur bekerja di rental komputer. Sesekali menyetor dagangan dan sesekali mengambilnya. Aku pun berangkat, berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil menuju rumah lek Sutimin. Rumahnya tidak terlalu jauh dari kios, kurang lebih lima belas menit aku bisa mencapai rumahnya. &lt;br /&gt;Akhirnya aku sampai juga di rumah Lek Sutimin. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum….. “ seruku. &lt;br /&gt;“Walaikum salam, eh…mas Panggih,” begitu istri Lek Sutimin biasa memanggilku. Memanggil mas karena anaknya memanggilku demikian. &lt;br /&gt;“Lek Sutimin ada lek?”&lt;br /&gt;“Oh ada, lagi bungkusin kerupuk di atas, kemarin baru nggoreng.&lt;br /&gt;Aku pun langsung menuju ke lantai atas setelah minta izin ke istri Lek Sutimin. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum lek….” tegurku ke lek Sutimin. &lt;br /&gt;“Oh Panggih…walaikum salam…, dari mana?&lt;br /&gt;“Dari kios lek.., langsung terjun nih…..” gurauku. &lt;br /&gt;“Bener nih…siap mental ?”&lt;br /&gt;“Sip insyaAlloh lek…, kanjeng Rasul dulu kan juga pedagang hehehe….&lt;br /&gt;“Ya sudah kira-kira barang apa saja yang kamu ambil, itu ada kue-kue ringan sama kerupuk. Tinggal kamu tempatin di kardus, nanti buat notanya”. &lt;br /&gt;“Baik lek…sahutku semangat. &lt;br /&gt;Bismillah, akhirnya aku mulai memilih-milih kue dan kerupuk mana yang aku anggap laku. Selama ini aku memang sudah ada incaran beberapa toko yang akan aku titipi barang dagangan ini. Ada yang dekat dengan kampus, ada yang di tengah perkampungan, dekat dengan klinik dan ada juga yang di warung makan. &lt;br /&gt;“Sudah lek, ini sudah saya taruh di kardus dan ini catatannya, tinggal pindah ke nota, saya belum hafal harga-harganya”, beritahuku ke lek Sutimin.&lt;br /&gt;Lek Sutimin pun mencatat semuanya ke dalam nota semua barang dagangan yang aku ambil. Lalu ia memberiku nota kosong untuk nanti aku mencatat barang apa-apa saja yang masukkan ke warung-warung. Dan aku pun hendak pamit hendak berangkat. &lt;br /&gt;“Oia gih maaf, kemarin kan rencana kamu mau pinjem motor untuk muter-muter ke warung itu ya. Tapi motornya lagi rusak, gak tahu kemarin pas pulang setor barang, motornya mogok di jalan masuk depan itu. Alhamdulillahnya sudah dekat rumah jadi bisa didorong. Sampai sekarang belum sempat ke bengkel”, jelas lek Sutimin. &lt;br /&gt;“Oh gitu lek…, gimana ya?... Oia….tapi ada sepeda ontel kan lek?&lt;br /&gt;“Lho…kamu gak apa-apa pakai sepeda ontel?, tanya lek Sutimin meyakinkan.&lt;br /&gt;“Wah..siap lek…gak apa-apa?” jawabku tegas, walaupun sebenarnya agak gimana begitu di dalam hati. &lt;br /&gt;“Oh ya sudah…hati-hati jangan kenceng-kenceng narik gasnya”, ledek lek Sutimin. &lt;br /&gt;“He he he he,,,siap lek…, aman insyaAlloh”. &lt;br /&gt;Tak berpikir panjang, aku ikat satu kardus di tempat boncengan belakang sepeda. Dan satu lagi plastik besar berisi kerupuk aku ikat di stang sepeda karena tidak terlalu berat untuk membawanya. Dan akhirnya, aku pun mulai beraksi hari itu. Aku kayuh sepeda ontel di tengah keramaian jalan raya, mentari ikut menghangatkan semangat di tubuhku, hingga mengalir keringat di sela rambutku yang mulai memanjang, lalu menetes jatuh di setiap jalan yang aku lewati, aku berdo’a mudah-mudahan ia akan menjadi saksi bahwa aku tengah berjuang untuk berusaha mengukir senyum kebanggaan kedua orang tua di kampung. Dan aku terus berusaha membuang jauh-jauh rasa malu yang kadang-kadang menghampiri menggodaku setiap saat. “Gengsi lah gih.., kok gak malu kamu dagang kerupuk keliling begini”. Namun sesekali sejuk semilir angin menerpaku dan mengajariku untuk bersabar dan menepis rasa malu itu. Aku pun terus maju ke depan tak menghiraukan rasa malu itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hari-hariku, pergi kuliah di pagi hari, siang hingga sore mengikuti program baris berbaris di depan lapangan kampus. Dan ketika sudah tiba waktunya aku harus setor dan mengambil uang di warung-warung aku langsung pergi ke rumah lek Sutimin. Malam harinya setelah itu aku baru standby di kios untuk menunggu pelanggan.&lt;br /&gt;Dari sana aku belajar banyak lagi tentang kehidupan, belajar berinteraksi dengan banyak pedagang dengan bermacam-macam karakternya, belajar mengatur waktu, belajar menentukan prioritas, belajar membuang rasa malu dan gengsi yang biasanya sangat akrab dipunyai oleh para pemuda saat ini. &lt;br /&gt;Hingga sekian lama aku jalani, akhirnya aku pun mulai menyukai dunia perdagangan. Dari sana akhirnya aku menjadi banyak teman. Dan aku pun mencoba-coba menitip jenis barang dagangan lain seperti minyak wangi dan sebagainya. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa hampir empat tahun sudah aku jalani rutinitas demi rutinitas di kampus, di jalan, dari warung ke warung dan kios. Hingga tiba waktu di akhir-akhir semester, mulailah aku mengerjakan skripsi. Untuk teknis penulisan Alhamdulillah aku tidak mengalami kesulitan karena bisa aku kerjakan di kios. Aku pun minta ijin untuk numpang mengerjakan skripsi, mulai dari mengetik sampai mengeprintnya. &lt;br /&gt;Namun ujian perjuangan ternyata belum terhenti, saat itu yang terberat bagiku adalah transport mondar-mandir dan biaya untuk mendapatkan data-data untuk skripsi. Apalagi saat itu aku mengambil tema mengenai Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) sebuah Mall di kota Depok. Aku harus bertemu dengan beberapa instansi, dengan divisi terkait di Mall juga. Belum lagi membuat janji ketemuan dengan dua dosen pembimbing, yaitu pembimbing teknis dan materi. Untuk menemui dosen tersebut, benar-benar aku harus ekstra membuat perjanjian dengan mereka. Terkadang harus ke rumahnya juga yang jauhnya luar biasa. Pernah suatu ketika aku kemalaman hingga tidur di rumah teman di Kapuk, Tangerang. Salah satu dosen pembimbingku tinggal di Serpong, jika aku posisi di Lenteng Agung, maka aku harus beberapa kali naik angkot dan bus. Pernah suatu ketika aku berangkat siang, karena alhamdulillah bisa ijin tidak mengikuti program baris berbaris dengan alasan mencari data atau asistensi skripsi. Sampai di rumah bapak dosen yang diserpong itu hampir-hampir magrib. Dan yang cukup geli bercampur sedih, saat itu untuk asistensi paling membutuhkan waktu bertemu dengan dosen itu sekitar sepuluh menit. Dicoret sana-sini yang dia anggap salah, lalu diberikan beberapa penjelasan perbaikan. Setelah itu tanpa basa-basi aku pun pamit untuk kembali pulang, saat berjalan menuju jalan raya, karena sudah adzan akhirnya aku mampir terlebih dahulu untuk sholat Magrib. Usai sholat, lalu aku berjalan lagi menuju jalan raya di mana ada angkot. Saat itulah aku kemalaman hingga menginap di kontrakan teman di daerah Kapuk, Tangerang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap demi tahap asistensi terus kulalui, sampai suatu saat aku dinyatakan siap sidang oleh kedua pembimbingku. “Alhamdulillah…,” seru hatiku lega. Namun di tengah kelegaan itu muncul ujian lagi, aku harus membayar uang sidang yang saat itu benar-benar aku tak mempunyai uang sama sekali. Sampai aku beranikan diri waktu itu untuk meminjam uang kepada paklek Waluyo. Dan paklek pun cukup memaklumi keadaanku. &lt;br /&gt;Hari yang dinanti-nantikan pun tiba, yaitu sidang skripsi. Walau harus memakai jas dan sepatu pinjaman dari teman, aku sangat bersyukur ditambah dag dig dug bukan main jantungku saat itu. Tiada lupa pagi sebelum berangkat ke kampus aku sudah telepon bapak dan ibu untuk mendo’akan agar aku bisa lancar melaksanakan sidang skripsi. Dan ketika itu aku adalah mahasiswa program bea siswa pertama yang mengikuti sidang skripsi. Peserta sidang lainnya merupakan para mahasiswa karyawan yang masuk sore. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dua sore akhirnya para peserta sidang masuk ke ruang sidang, kulihat mahasiswa yang lain pun tampak kulihat banyak yang tegang saat itu. Aku pun tersenyum, ternyata bukan aku saja yang tegang. Yah..tegang bercampur gembira. &lt;br /&gt;Satu demi satu mahasiswa dipanggil. Dan giliranku akhirnya tiba juga. Di awal aku presentasi secara global isi skripsiku, kemudian ada beberapa dosen penguji yang memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar isi skripsiku. Ada yang bisa kujawab ada pula yang cukup membingungkan hingga mengundang aliran keringat di seluruh tubuhku saat itu. Dan sidang pun akhirnya berakhir. Mahasiswa diijinkan untuk istirahat sambil menunggu hasil keputusan sidang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana agak sedikit mencair, setelah beberapa jam tegang di dalam ruangan AC namun terasa panas karena aura seluruh peserta sidang yang memanas. Setelah makan dan minum di ruangan yang memang telah disediakan khusus untuk konsumsi para peserta sidang aku pun keluar sambil membawa segelas air mineral, menatap kerlipan bintang-bintang di angkasa. Cukup ramai, dan seakan mereka sedang menantikan hasil sidang skripsi juga saat itu. &lt;br /&gt;Tak lama, panitia sidang pun memanggil para peserta sidang untuk kembali memasuki ruangan sidang. Serrrrrrrrrrrrrrrr, terasa berdesir jantungku mendengarnya. Penasaran, haru dan gembira menyelimuti. Kuhabiskan air minum ditanganku, dan aku pun masuk ke ruangan sidang bersama para peserta sidang yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu, nama mahasiswa disebutkan bersama nilai yang telah didapatkannya. Ternyata ada juga yang mengulang untuk memperbaiki skripsinya. Dalam hatiku terus berdoa’..Ya Alloh….semoga hambaMu ini diluluskan dalam sidang ini”. Dan tiba juga akhirnya namaku disebutkan…, spontan kupejamkan rapat kedua mataku. “Panggih Waluyo, dengan skripsi berjudul…….., dinyatakan lulus dengan nilai B. Mendengar itu, seakan melayang jantungku saat itu, air mata bahagia pun tak mampu kubendung. Aku masih memejamkan mata, kupanjatkan benar-benar rasa kesyukuran saat itu. Akhirnya perjuanganku pun kini telah berujung sesuai harapan. Harapanku dan juga harapan para kekasih hatiku&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai itu, aku ambil handpone dari dalam tasku yang mulai lusuh karena kesetiaannya menemaniku empat tahun kuliah. Kuaktifkan, lalu aku hubungi nomor HP orang tua di kampung. &lt;br /&gt;Tut…tut…tut…, Halo Assalamu’alaikum….., salamku membuka. &lt;br /&gt;Waalaikum salam le…..hiks, hiks.., suara ibu  menjawab sambil terdengar beliau menangis kecil. &lt;br /&gt;Belum sempat aku berbicara, ibu bertanya kembali..”Gimana le hasil ujianmu….?”. &lt;br /&gt;“Alhamdulillah bu……berkat do’a bapak ibu anakmu lulus bu.…..hiks hiks hiks…….&lt;br /&gt;Akhirnya pembicaraan terhenti sesaat……hanya tangis yang terdengar ketika itu. Dan gantian bapak yang berbicara..”syukur le…bapak ibu ikut seneng kamu bisa lulus kuliah”. Semalaman ibumu tidak bisa tidur….memikirkanmu…khawatir jika kamu tidak lulus sidang”.&lt;br /&gt;Aku pun menangis sejadi-jadinya…, tangis bahagia…tangis diujung perjuangan yang sekian lama aku jalani. &lt;br /&gt;“Ya…sudah le…sudahlah…, hibur ibu yang kelihatan sudah agak tenang. &lt;br /&gt;“Iya bu....terimakasih atas susah payah dan doa ibu bapak selama ini….akhirnya anakmu bisa lulus. InsyaAlloh saya pulang bu pekan depan, karena masih ada sedikit urusan di kampus.&lt;br /&gt;“Iya le…..bapak ibu bangga, bapak ibu senang sekali….., hati-hati selalu….ya hiks hiks…&lt;br /&gt;“Iya bu….mungkin cukup dulu ya pak, bu, sudah malam saya juga segera mau pulang ke kios. &lt;br /&gt;“Iyo…le…..&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum..&lt;br /&gt;Waalaikum salam bu….selamat istirahat …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengusap air mata, aku pun segera bergegas pulang meninggalkan kampus. Di dalam angkot, masih tersisa sedikit isakan tangis di dada. Di sudut angkot, kupeluk erat tas hitamku. Dan angkot pun terus melaju mengantarkanku ke barak perjuangan yang selalu menantiku.&lt;br /&gt;Malam itu kurasa berbeda, riuhnya klakson dan suara kendaraan bagai suara kegembiraan yang terucap untukku. Redup rembulan yang jarang kutatap pun seakan turut menyampaikan kebahagiaannya atas keberhasilanku pada hari itu. Lirih dari hatiku berucap padanya….&lt;br /&gt;”wahai sang rembulan, sampaikan kabar kegembiraanku ini pada sang mentari, sampaikan terima kasihku atas kesetiaannya selama ini. Kesetiaan menemaniku belajar di kampus terluas ini…yaitu kampus kehidupan yang terus menempaku, yang terus memberikan pelajaran berharga padaku.&lt;br /&gt;“wahai sang rembulan…tak lupa jua kusampaikan terimakasihku kepadamu, yang selalu setia menemaniku saat bermunajat…dalam mengarungi kampus kehidupan ini…., kuharap engkau kan selalu setia kembali menemaniku…menghadapi jutaan pelajaran yang pasti telah menantiku setelah ini….”. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah…itulah sepotong jejak saya setelah lulus STM dan melanjutkan kuliah di Jakarta. Semoga setiap kisah mampu memberikan makna dan pesan. Bahwa memang pelajaran bukan semata-mata muncul hanya di bangku sekolah. Melainkan, bumi inilah bangku sekolah yang sebenarnya, yang terus akan memberi pelajaran bagi kita agar terus dan terus menjadi dewasa.&lt;br /&gt;Terimakasih. &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1126798279991329338?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1126798279991329338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1126798279991329338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/12/sepotong-jejak-di-kampus-kehidupan.html' title='SEPOTONG JEJAK DI KAMPUS KEHIDUPAN'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-f4TnoR6sXrQ/Tu_qiz8FXHI/AAAAAAAAAHM/iLNa4tnbj58/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5282117283907883552</id><published>2011-12-15T09:12:00.002+07:00</published><updated>2012-01-06T13:38:32.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>PESAN SYIRIK MASA KINI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ZfAFa0l6kT8/TulXHI7TuZI/AAAAAAAAAHA/KTACd1jdOiY/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="200" width="252" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZfAFa0l6kT8/TulXHI7TuZI/AAAAAAAAAHA/KTACd1jdOiY/s400/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Coba ya kita buktikan, insya Allah, dan bacalah: "Bismillahirahmanirrahim: Innaka la minal mursalin 'ala shiratimmustaqim tanzilal azizir rahim litunziraqaumamma unzira aba uhum fahum ghafilun". Tolong kirim potongan ayat dr surat Yasin ini, minimal kpd 13 orng. Insya Allah dlm 2 jam kmudian anda akn mendengar kbr baik &amp; mndpat kbahagiaan. Demi Allah &amp; jgn dhpus seblum dsebar ya, kita berbagi doa ke sesama muslim = 2jm sesudh kt laksnakan, trnyata rizki datang……………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh bln Desember th 2011 punya: 5 hari Jumat, 5 hari Sabtu dan 5 hari kamis. Silakan dicek. Hal ini hanya terjadi setiap 823 tahun. Tahun ini disebut "Kantong Uang" berdasarkan Feng Shui di China . Menarik 'kan? - Silakan baca terus! Tahun ini akan kita alami empat tanggal yg luar biasa, yaitu: 1/1/11, 1/11/11, 11/1/11, 11/11/11 Dan bukan itu saja...Ambil dua digit terakhir dari tahun kelahiran Anda, lalu ditambah usia anda dlm tahun ini. Hasilnya pasti 111. Ini berlaku utk semua orang di seluruh dunia. Aneh tapi Benar! Krn Tahun ini adalah Tahun Uang/Money!!! Kata Feng Shui di China : Apabila Anda meneruskan info penting ini minimal kpd delapan teman baik Anda, uang akan muncul spt Air dlm 4 hari mendatang sbg rezeki Anda. Mereka yg tidak melanjutkan info penting ini tidak akan apa2, hanya tidak akan menerima Uang/Money. Sangat misterius, tapi boleh dicoba toh tdk ada ruginya! Good luck...............&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan seperti di atas, sering kita terima melalui SMS ataupun BBM. Terkesan unik dan terkesan memberi pencerahan di saat kita tengah sibuk menikmati jamuan rutinitas duniawi. Kita akan memperoleh keberuntungan dengan menyebarkan pesan tersebut dan bahkan sebaliknya, ada pesan yang sedikit memberikan ancaman apabila kita mendiamkan pesan tersebut. Namun pada sebagian kita mungkin juga ada yang tak peduli dengan pesan tersebut, cuek karena memang seringnya kita melihat pesan-pesan yang serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, terlepas dari niat si pembuat pesan tersebut yang mungkin berniat untuk menasihati, memberikan hiburan dan niat-niat baik yang lainnya. Melalui tulisan ini penulis ingin menyampaikan bahwa pesan-pesan tersebut mengandung kesyirikan, mengandung pesan untuk kita mencari tuhan selain Allohu ta’ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan di setiap ujung pesannya, pesan yang menjanjikan rezki, yang menjanjikan keberuntungan apabila kita menyebarkan pesan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di mana letak kesyirikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita muslim, jika kita mukmin…., maka tentu kita harus paham bahwa salah satu konsekuensi logis dari ikrar kita yang menyatakan tidak ada Rabb selain Allohu ta’ala adalah kita mengakui bahwa Alloh lah satu-satunya Pencipta kita, Dialah yang kemudian memberi rezeki pada seluruh makhlukNya, Dialah satu-satunya pemilik hukum atau aturan yang wajib kita taati dan kita tidak boleh tawar-tawar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian firman Alloh berikut ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah.“…”&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;(&lt;b&gt;Q. S. Ar Ra’d (13) : 16)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Allah menciptakan segala sesuatu…” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Az Zumar (39) : 62)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allah-lah yang &lt;br /&gt;memberinya rizkinya…”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Q. S. Hud (11) : 6)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika ada sesuatu atau hal selain Alloh dan selain perintahNya yang kemudian dengannya kita meyakini akan mendapatkan rizki dan sebagainya. Maka sesungguhnya kita telah memindahkan hak Alloh sebagai Rabb kita kepada sesuatu atau hal tersebut. Sekadar meyakini saja merupakan hal yang bathil, hal yang syirik kepadaNya, apalagi setelah meyakini hal tersebut kemudian kita menyebarluaskannya? Yah…kita sedang mendakwahkan kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian dari kita menganggap tulisan ini berlebihan, sebab tidak ada maksud ke arah kesyirikan sebagaimana penulis uraian di atas. Mungkin juga sebagian di antara kita hanya bermaksud iseng menyebarkan, iseng menghibur kawan yang lain dengan pesan tersebut, atau bahkan memang sedikit “takut” jika tidak menyebarkan pesan tersebut akan benar terjadi sesuatu atau lebih parahnya malah sebaliknya yaitu “untung-untungan” siapa tahu pesan tersebut benar akan membawa keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang demikian, sesungguhnya kita berada dalam tepi jurang api neraka yang mengerikan. Karena sesungguhnya, kita telah menjadi muslim yang belum paham benar ketauhidan dan karena sesungguhnya kita telah menjadi muslim yang belum paham kandungan sesungguhnya kalimat syahadat yang sering kita ucapkan. &lt;br /&gt;Padahal jika Alloh telah mengatakan :&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan tidak akan Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Adz-Dzaariyat : 56).&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesungguhnya, sesuatu yang berkaitan dengan pengakuan penyembahan kita yang hanya semata-mata kepadaNya adalah sesuatu hal yang mutlak. Karena itu menjadi tujuan utama kita di dunia ini. Dan logikanya, barang siapa yang menjadikan tujuan utamanya itu sebagai bahan bercandaan, iseng dan sesuatu yang diragukan, bukankah itu menjadi sesuatu hal yang membahayakan bagi dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang dirahmati Alloh...,&lt;br /&gt;Hendaknya kita sangat berhati-hati dalam hal ini. Karena sesungguhnya inilah hal yang sangat menentukan nasib kita di akhirat kelak. Diterima dan tidak diterimanya amal kita sangat tergantung dengan bagusnya hal ini. Hal ini pulalah yang menjadi pembeda antara Islam dengan agama-agama palsu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir zaman yang penuh fitnah ini, mari kita kuatkan ilmu kita. Mari kita kuatkan pengetahuan tentang tauhid kita secara benar. Dan kemudian kita aplikasikan dengan nyata di setiap sisi kehidupan kita. Tak terkecuali bagaimana menghadapi pesan kesyirikan masa kini. Jangan diamkan pesan itu, karena sesungguhnya Anda telah mendiamkan sesuatu yang mampu membunuh tujuan penghambaan kaum muslimin. Mari kita balas dengan ikhlas ingin berdakwah, santun dan tegas. Nyatakn bahwa hal itu adalah hal musyrik yang tidak patut untuk disebarluaskan...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ya...Alloh kami memohon kepadaMu ilmu dan petunjuk agar mampu melawan segala arus kesyirikan di akhir zaman ini. Kumpulkanlah kami dengan hamba-hambaMu yang sholeh dan yang lurus bertauhid kepadaMu. Jadikan setiap gerak hidup kami adalah wujud penghambaan yang benar kepadaMu.....hingga akhir nafas terakhir pemberianMu...Amiin.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu ‘alam.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;di media lain klik&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/panggih-waluyo-pesan-syirik-masa-kini.htm"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5282117283907883552?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5282117283907883552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5282117283907883552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/12/pesan-syirik-masa-kini.html' title='PESAN SYIRIK MASA KINI'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZfAFa0l6kT8/TulXHI7TuZI/AAAAAAAAAHA/KTACd1jdOiY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8797153741582880167</id><published>2011-12-02T17:11:00.001+07:00</published><updated>2012-01-06T13:38:32.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di atas &quot;Property&quot;'/><title type='text'>SEBUAH KEPUTUSAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8JsAgUiMVyU/TtikR9jao6I/AAAAAAAAAG0/gtXNVr_9IbA/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="194" width="259" src="http://4.bp.blogspot.com/-8JsAgUiMVyU/TtikR9jao6I/AAAAAAAAAG0/gtXNVr_9IbA/s400/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima hari sudah menjalani keputusan yang kuambil. Setelah beberapa waktu bernegoisasi dengan berbagai macam pertimbangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun suara yang terdengar setelah ini, harus aku terima, yah….terkesan aku kalah. Dan mungkin juga “ditendang”. Tapi tidak bagiku, akulah yang tahu, dan Dia yang Maha Tahu apa yang terjadi sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ada kesal dan kecewa di lubuk hati….&lt;br /&gt;Astaghfirullah….namun ini adalah sebuah strategi, mengalah untuk menang. Masih ingat perkataan orang tua “ngalah ora mesti kalah”….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai property…..keputusan sudah aku ambil..apapun yang terjadi,,, betapapun kini nampak aku meniniggalkanmu tapi tetap aku akan menjalani keputusan awalku untuk selalu bersamamu….meraih banyak dan keberkahan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keputusan,&lt;br /&gt;Yah inilah sebuah keputusan…&lt;br /&gt;aku yakini….aku jalani…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8797153741582880167?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8797153741582880167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8797153741582880167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/12/sebuah-keputusan.html' title='SEBUAH KEPUTUSAN'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8JsAgUiMVyU/TtikR9jao6I/AAAAAAAAAG0/gtXNVr_9IbA/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1890426294694743536</id><published>2011-11-28T09:28:00.002+07:00</published><updated>2012-01-06T13:38:32.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Medan Baru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-HkOlNA38ViM/TtLxraoQzSI/AAAAAAAAAGo/xtlZij5nemc/s1600/download%2B%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="185" width="272" src="http://2.bp.blogspot.com/-HkOlNA38ViM/TtLxraoQzSI/AAAAAAAAAGo/xtlZij5nemc/s400/download%2B%25281%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir  setahun sudah “syurga” ini aku tempati.  Di balik masih banyaknya rindang pohon dan tanaman ternyata banyak juga pernak-pernik dan warna-warni yang kini mampu kutangkap. Berawal dari masih banyaknya “tangan panjang” yang sibuk menjamah barang-barang murahan, seperti sandal dan sebagainya, kemudian ulah perantau yang memasukkan makhluk lawan jenisnya yang belum jelas halalnya ke dalam kamar kontrakan, ada juga ulang aneh seorang bu RT yang melarangku untuk membuat sebuah “Rumah Bermain” buat anak-anak. Jelas terlihat bahwa dia sungguh ketakutan akan kehilangan lahan bisnisnya yaitu TKnya yang sudah ia dirikan dengan saudara-saudaranya…bahkan waktu itu sampai bawa-bawa bahwa aku bukan lah “warga depok”. Hehe… luar biasa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah luar biasanya lagi….kemarin malam ada “seekor” jagoan kampung yang berkeliling. Ternyata ia mabok dengan temannya. Dan tak tahu kenapa, sampai..sepanduk bimbelku pun dijadikan sasaran ujung senjata celurit yang ia bawa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah….sangat kompleks ternyata…belum lagi anak-anak kecil yang “rusak”, terlihat dari kata-kata kotor yang keluar dari mulut mereka. Sehingga sempat terlintas dalam benak, sebuah harapan ingin membuat perpustakaan gratis untuk anak-anak. Agar mereka lebih asyik menghabiskan waktu menggali ilmu dari buku daripada “memperkembangbiakkan” ketidaksopanan di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu semua…aku hanya mampu terus berdoa dan berusaha, salah satu usaha itu adalah membuka “&lt;a href="http://bimbelkuningpadi.wordpress.com"&gt;Bimbel Kuning Padi&lt;/a&gt;” yang mudah-mudahan mampu menjadi corong awal dakwah ke masyarakat luas.&lt;br /&gt;Bismillah.........&lt;br /&gt;Jalan…………….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1890426294694743536?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1890426294694743536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1890426294694743536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/11/medan-baru.html' title='Medan Baru'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HkOlNA38ViM/TtLxraoQzSI/AAAAAAAAAGo/xtlZij5nemc/s72-c/download%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2645980549484986084</id><published>2011-11-15T10:38:00.002+07:00</published><updated>2012-01-06T13:38:32.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>TERIMA KASIH  WAHAI PARA KEKASIHKU…</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2XtlerbrKPs/TsHelgVpQBI/AAAAAAAAAFU/QM64ZLCZ9XM/s1600/images%2B%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="225" width="225" src="http://3.bp.blogspot.com/-2XtlerbrKPs/TsHelgVpQBI/AAAAAAAAAFU/QM64ZLCZ9XM/s400/images%2B%25281%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatku…..&lt;br /&gt;Di istana itu tempat terbaik kalian&lt;br /&gt;Penuh berkah.., penuh kehangatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatku…..&lt;br /&gt;Cukup aku yang menantang panasnya siang&lt;br /&gt;Walau peluh…mundur pun ku pantang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun…wahai para kekasihku…&lt;br /&gt;Mungkin belum tiba saatnya&lt;br /&gt;Kau penuh duduk di istana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita tak mampu menutup mata&lt;br /&gt;Karena kita tak mampu menutup telinga&lt;br /&gt;Walaupun tentu kita yakin…itu bukan segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para kekasihku…&lt;br /&gt;Jika cinta janganlah kalian bertanya&lt;br /&gt;Niatku itu sebenarnya saksi yang nyata&lt;br /&gt;Kini maafkan aku belum mampu adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yakinlah wahai para kekasihku…&lt;br /&gt;Ini hanyalah sedikit angin kencang yang berlalu&lt;br /&gt;Kan membawa perahu cita kita terus melaju &lt;br /&gt;Pasang tinggi-tinggi layar doa dan harapan kita….&lt;br /&gt;Sampai saat itu kan tiba….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para kekasihku….&lt;br /&gt;Terimakasih kuucapkan kini kepada kalian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para kekasihku….&lt;br /&gt;Terimakasih kuucapkan kini kepada kalian…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2645980549484986084?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2645980549484986084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2645980549484986084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/11/terima-kasih-wahai-para-kekasihku.html' title='TERIMA KASIH  WAHAI PARA KEKASIHKU…'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2XtlerbrKPs/TsHelgVpQBI/AAAAAAAAAFU/QM64ZLCZ9XM/s72-c/images%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2945674892377888218</id><published>2011-11-14T12:29:00.002+07:00</published><updated>2012-01-06T13:38:32.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>JIKA HARTA MENJADI JURANG PEMISAH  ANTARA PENDIDIKAN DAN UMMAT</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-uOP5RVlPAHg/TsCnKR52BrI/AAAAAAAAAFI/wu43n3jZqUo/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="181" width="278" src="http://2.bp.blogspot.com/-uOP5RVlPAHg/TsCnKR52BrI/AAAAAAAAAFI/wu43n3jZqUo/s400/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas hanya ungkapan spontanitas ketika melihat realita yang ada saat ini. Terlebih lagi belum lama mendapat kabar dari teman yang sampai saat ini masih aktif di sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan gratis bagi anak-anak jalanan. Singkat cerita, ternyata “gangguan” pun bertubi-tubi menghadang. Yang saya ikut prihatin, gangguan itu berasal dari oknum-oknum instansi dan oknum yang menginginkan lahan yang dijadikan tempat pendidikan gratis tersebut “dipindahkan” atau mungkin diganti dengan sarana bisnis. Allahu Akbar….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan, lembaga pendidikan gratis teman saya itu ternyata bukan hanya sekedar lembaga pendidikan. Bahkan, seperti tempat “peraduan” terakhir masyarakat yang papa dan menderita. Ada ibu yang akan melahirkan ditinggal suaminya, ada jenazah yang bingung mengurusnya karena tidak mempunyai biaya, dan berbagai macam “potret” ketidakmampuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat saya berseloroh kepada teman saya….”hai bang….ente harusnya maju jadi walikota saja ya…”. Lalu ia jawab…”ah…tanggung..mending jadi presiden sekalian”. &lt;br /&gt;Kisah nyata di atas mungkin salah satu potret, bagaimana seorang insan sebuah lembaga yang mempunyai visi mulia, namun masih saja dihadang oleh para pemburu harta. Padahal seharusnya visi itu didukung dan dimajukan. &lt;br /&gt;Belum kita lihat lagi, ketimpangan yang luar biasa di negeri ini. Masyarakat terus digiring pada opini bahwa ilmu atau pendidikan adalah milik orang-orang yang berlebih harta. Bagaimana tidak, mari kita perhatikan realita di depan mata kita. Lembaga pendidikan dibuat sesuai kelas dompet masyarakat. Ada program gratis dari pemerintah, namun ya tentu harus banyak bersabar. Suatu ketika saya pulang kampung, ternyata pendidikan gratis pun sudah sampai di sana. Namun yang membuat saya kaget dan sedih, adik saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar “gratis” itu pun harus ekstra bersabar giliran memakai buku sumbangan dari sekolahan. &lt;br /&gt;Di sisi lain, ada berbagai macam lembaga pendidikan yang “khusus” dibuat bagi mereka yang berdompet tebal. Melihat gate depan gedungnya pun saya berdecak kagum dan pada saat itu pula saya membayangkan dan menduga, jika ada orang tua yang kurang mampu secara financial melihat gedung ini pun akan merinding dan menunduk seraya berkata di dalam hatinya “wah ini tentu bukan sekolahan untuk anak saya”. Dan yang menambah tumpukan keprihatinan saya adalah gedung-gedung sekolah mewah itu pun berlabelkan Islam. Namun jauh bagaimana memperlakukan secara adil ilmu dalam pandangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sampai di sini ada yang berargumen, “Ya kan wajar jika bayarnya mahal maka fasilitas pun harus lebih mahal?”. Bagi yang berargumen demikian silahkan atau bahkan ingin mengungkapkan seribu alasan seilmiah mungkin juga silahkan. Tapi yang saya bicarakan bukanlah masalah teknis itu, karena jika hanya bermain logika jelaslah benar, di mana ada uang di situ ada rupa. &lt;br /&gt;Yang ingin saya ajak bicara bukanlah semata-mata logika, namun hati nurani ada di masing-masing dada kita. Benarkah jika pendidikan atau ilmu harus dibayar dengan banyaknya harta? Adilkah jika di saat banyak yang berlomba-lomba mencari sekolah yang paling mahal, namun di saat itu pula ada orang tua yang tidak mampu menanggung biaya operasional sekolah anaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan di atas bukanlah sindiran bagi para orang tua yang mampu menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan yang berkelas. Namun lebih untuk para insan pendidikan yang mengaku ingin “meninggikan” Islam. Janganlah lalu kita kehilangan arah, janganlah lalu kita berjuang dengan menutup sebelah mata. Mari kembali ke fitrah, bahwa ilmu adalah milik setiap manusia. Bahwa ilmu adalah milik mereka yang terus berusaha belajar. Jangan jadikan harta sebagai jurang pemisah. Biarlah ilmu bertemu dengan setiap orang yang telah berusaha menemuinya. Biarlah ilmu bertemu dengan setiap orang yang telah keras berjuang untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana teknisnya? &lt;br /&gt;Jika cara berfikir dan niat kita telah lurus, insyaAlloh urusan teknis akan dipermudahNya. Mungkin subsidi silang dari para orang tua yang mampu juga bisa menjadi salah satu solusi. Solusi bagi orang tua yang tidak mampu, menjadi solusi juga bagi orang tua yang mampu agar berinvestasi jangka panjang untuk akhirat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, penulis tekankan…bahwa ini adalah opini spontanitas….jika ada yang pantas maka mari opini ini kita perluas, hingga terdengar dan dipertemukan dengan nurani-nurani yang telah hilang. Jika ada kesalahan…penulis dengan senang hati menerima masukan dan saran yang memang benar-benar berniatkan meninggikan suara kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu ‘alam.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2945674892377888218?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2945674892377888218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2945674892377888218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/11/jika-harta-menjadi-jurang-pemisah.html' title='JIKA HARTA MENJADI JURANG PEMISAH  ANTARA PENDIDIKAN DAN UMMAT'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-uOP5RVlPAHg/TsCnKR52BrI/AAAAAAAAAFI/wu43n3jZqUo/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3247953292574227293</id><published>2011-10-13T08:58:00.001+07:00</published><updated>2012-01-06T13:38:32.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>TERPENJARA RUTINITAS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-AR37bCVQoO4/TpZF0uiBrPI/AAAAAAAAAE8/IbcdHOx8-Mc/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="194" width="259" src="http://4.bp.blogspot.com/-AR37bCVQoO4/TpZF0uiBrPI/AAAAAAAAAE8/IbcdHOx8-Mc/s400/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hampir tak perdaya, tak mampu bergerak dan tubuh pun terasa kaku. Terasa sempit ruang dan waktu. Padahal sederet agenda terpampang dan terlihat jelas, aku tak mampu bergerak. Aku sedang terpenjara, dalam penjara yang teralinya semakin besar bila tak segera kuurai. Pintunya lebih kuat daripada pintu besi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menorehkan segenap rasa yang ada di setiap hari pun terlewat. Sering melintas dalam benak dan pikiran, namun tak mampu menembus batas penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah… penjara itu adalah rutinitas. Saat ini aku bukan bermaksud menghujat waktu atau pun tidak mensyukurinya. Namun mengingatkan jiwa, betapa selama ini ia telah larut di dalamnya, hingga terlupa untuk menuliskan apa yang ada, apa yang bisa dibaca, apa yang mudah-mudahan mengobarkan semangat diri dan lebih-lebih Alhamdulillah bisa untuk orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah….penjara itu adalah rutinitas. Sungguh memalukan bagi generasi saat ini yang mengaku lebih, namun ternyata tak banyak karya. Bagaimana tidak, jika di saat itu banyak para tokoh yang mampu merubah penanya dari dalam terali besi menjadi mata pedang yang tajam. Bagaimana tidak, jika di saat itu banyak para ‘alim yang mampu merubah penanya dari dalam terali besi menjadi kobaran api semangat jutaan manusia yang membacanya.&lt;br /&gt;Kini hampir…..seluruh diri kita sedang membuat penjara untuk diri sendiri. Artinya, tak perdaya dilibas oleh pedang yang tak pandang bulu yaitu sang waktu. Hampir-hampir…kita hampir layaknya binatang ternak yang rutinitasnya habis dalam urusan perut…………………, naudzubillahi mindzalika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Terangkanlah kepadaKu tentang orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya. Atau apakah kamu mengira bahawa kebanyakan mereka itu mendengar dan memahami, mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu.&lt;/i&gt;” &lt;b&gt;(Al-Furqan, 25: 43-44)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ya Alloh…ampuni hambaMu, berilah kekuatan bagiku untuk mengisi setiap waktu dalam ridhoMu. Berilah kekuatan bagiku untuk mengisi setiap waktu dalam semangat untuk meraih ampunan dan rahmatMu….Amiin.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3247953292574227293?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3247953292574227293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3247953292574227293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/10/terpenjara-rutinitas.html' title='TERPENJARA RUTINITAS'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-AR37bCVQoO4/TpZF0uiBrPI/AAAAAAAAAE8/IbcdHOx8-Mc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5258676446194063882</id><published>2011-09-11T17:52:00.000+07:00</published><updated>2012-01-06T13:38:32.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>“MENCARI” DIRI DI UJUNG RAMADHAN</title><content type='html'>Kulihat Ramadhan sedang berkemas-kemas, hendak pergi…., menatapku terkesan menanggalkan sesal. Aku tertunduk…, lalu ia berkata, “wahai jiwa..sungguh aku tiada menjamin kita kan berjumpa lagi di tahun mendatang. Hampir sebulan penuh aku bertamu padamu, namun kulihat engkau masih sibuk dengan duniawimu.., namun aku hanyalah suruhanNya untuk datang di waktu yang tepat, biarlah Ia yang menilaimu, tentu segala gerak raga dan hatimu selama ini tak luput dari pandangNya. &lt;br /&gt;“Wahai jiwa…, 2 atau 3 hari lagi aku kan pergi. Setelah itu para setan akan terlepas lagi dari belenggunya dan kurasa rintanganmu tuk menggapai surga tentu kan bertambah terasa berat adanya. Aku hanya khawatir…, sholat malammu terlupa karena lelapmu dipeluk malam, aku hanya khawatir mushafmu akan merindukan untuk engkau baca, karena engkau terlupa dan terlena memperhatikan media-media duniawi lainnya…., aku khawatir…aku khawatir…engkau binasa..!!!”&lt;br /&gt;“Astaghfirullah……….” Wahai Ramadhan…cukup, cukup, cukup…aku sadar akan kefakiranku…, aku sadar wahai Ramadhan. Menatapmu sudah kurasa sesalku…, andai mampu ku ingin kau agak lama di sini…, namun aku tahu tentu itu hanya menjadi sebatas inginku semata…., &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ramadhan sebentar lagi kan pergi, ku tak ingin sesalku bertambah menjadi duka berkepanjangan. Ku ingin ada sebuah kenangan bersamanya di ujung pertemuan ini. Amiin. &lt;br /&gt;Dalam menjalani hidup yang sebentar ini, sebagai insan yang sadar tentu kita harus tahu, “suruh menjadi apakah kita di sini?”…semua kita sama disuruhNya, yaitu menjadi hamba sejati (penyembah Allohu ta’ala semata). Dan Alhamdulillah, segala kelengkapan yang telah Alloh ciptakan di sekeliling kita adalah sarana dan prasarana kita untuk menjalankan perintah itu. &lt;br /&gt;Lalu bagaimana actionnya? Actionnya adalah kita dipersilahkan jadi apa saja, asalkan tidak melanggar perintah-perintahNya, alias tunduk selalu dalam aturannya. Misalnya, jika menjadi pedagang tentulah harus menjadi pedagang yang jujur dan beriman. Jangan sampai curang dalam bertransaksi dan jangan sampai pula lalai dari menjalankan kewajiban sholat hanya karena menjadi pedagang tersebut. Yang lainnya, misalnya silahkan saja menjadi pejabat, asalkan jangan sampai mengkorupsi, memakan uang amanah dari rakyat dan jangan pula mengambil hak preogratif Alloh ta’ala, misalnya membuat undang-undang dengan menghalalkan sesuatu yang Alloh haramkan dan atau sebaliknya. &lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah melewati berbagai jalan dan keadaan. Akhirnya setelah menjadi keyakinan maka insyaAlloh jika saya sendiri sudah memutuskan untuk menjadi Pengusaha Developer dan Penulis. Mengapa? Ya karena itulah keputusan yang telah saya ambil. Jika dulu, saat masih sekolah, saya hanya mempunyai keinginan untuk hidup sukses. Setelah kuliah, sibuk mencari jalan sukses di berbagai macam bidang. Ingin menjadi pemborong, ingin menjadi penyanyi islami, ingin menjadi arsitek, ingin menjadi pedagang, ingin menjadi……masih banyak yang lain. &lt;br /&gt;Setelah bekerja, bergaul dan berinteraksi banyak pihak….alhamdulillah…berbagai pengalaman seakan berkata dan menyampaikan pesan “wahai panggih…bukankah waktu di dunia ini  sangatlah terbatas”…..Astaghfirullah…, memang benar apa isi pesan tersebut. Bahwa memang hidup ini adalah singkat. Tentu harus cepat pula mengambil keputusan untuk menentukan diri menjadi apa sebagai bukti pemegang khalifah  di bumi ini. Dan Alhamdulillah, insyaAlloh saya sudah memutuskan dengan tulus dan yakin bahwa saya adalah Pengusaha Developer dan Penulis. Maka, mulai saat malam ini, dalam moment yang indah ini….akan kukatakan padamu wahai Ramadhan….&lt;br /&gt;Bahwa aku adalah Pengusaha Developer dan Penulis…, akan kubangun citra dan pribadi bahwa aku adalah Developer dan Penulis dalam setiap kesempatan. Agar setiap orang mengerti lalu mendo’akan….&lt;br /&gt;Wahai Ramadhan, di ujung pertemuan ini, hanya itu yang ingin kusampaikan padamu. Sembari menatap kepergianmu…, aku kan selalu berdo’a, semoga setiap langkah dan nafas diri ini diridhoiNya.., agar setiap target selalu menambah pointku kelak di syurga, agar setiap capaian selalu mengurangi dosaku sebagai pelindung diriku dari panasnya neraka….amiiin. &lt;br /&gt;Wahai Ramadhan, terimakasih kuucapkan padamu atas hadirmu, kau telah mengajariku istiqomah dari tepatnya hadirmu di bumi ini. Kau telah mengajariku taat dari malammu yang mengajakku selalu untuk mendirikan sholat. Kau telah mengajariku bersabar dari siangmu yang mengajakku untuk selalu menahan rasa lapar dan haus. Kau telah mengajariku……..kau telah mengajariku banyak hal wahai Ramadhan……, &lt;br /&gt;Semoga ujung pertemuan ini kan menjadi saksi…&lt;br /&gt;Semoga ujung pertemuan ini kan menjadi bukti…&lt;br /&gt;Bahwa aku telah menemukan diri…, semoga semua ini teridhoi…..amiin ya Rabb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Ramadhan 1432&lt;br /&gt;28 Agustus 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5258676446194063882?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5258676446194063882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5258676446194063882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/09/mencari-diri-di-ujung-ramadhan.html' title='“MENCARI” DIRI DI UJUNG RAMADHAN'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1406240701605355756</id><published>2011-08-17T07:20:00.004+07:00</published><updated>2012-01-06T13:38:32.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>GURU TERBAIK….</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mcvsjMMlmuA/TksKVErgC8I/AAAAAAAAAE0/A_esVm8aNRU/s1600/images%2B%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="234" width="216" src="http://2.bp.blogspot.com/-mcvsjMMlmuA/TksKVErgC8I/AAAAAAAAAE0/A_esVm8aNRU/s400/images%2B%25281%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sependapat dengan seorang motivator Pak Jamil Azzaini, dalam mengarungi kehidupan dan meraih cita-cita, kita harus mempunyai guru yang expert di bidangnya, sehingga mampu membimbing. Namun ternyata, pada kenyataannya tidak mudah mencari guru tersebut. Selain teknis pendekatan, tentu guru yang kita cari tersebut haruslah guru yang tulus…, mampu mengorbankan sebagian waktu untuk membimbing kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Alhamdulillah sudah mengalaminya…., jika saya ingin menjadi seorang developer dan penulis. Saya pun sebenarnya sudah mendapatkan dua guru tersebut, khususnya developer. Alhamdulillah langkah awal, tentu saya memperkenalkan diri dengan mengikuti komunitasnya. Setelah itu proses “melamar” menjadi murid atau menjadikan seseorang yang expert tersebut menjadi “mentor”. Proses pun lancar hingga sampai tahap pertemuan pertama….subhanallah…, motivasi pun memuncak di saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah itu…wallahu ‘alam..menghubungi pun teramat sulit baik melalui telepon maupun sms….., jika tidak sabar, maka yang muncul adalah suudzon dan sebagainya….&lt;br /&gt;Akan tetapi, Alhamdulillah Alloh memberikan hidayah melalui lukisan alamNya…melalui gerak bumiNya….ternyata guru itu luas…guru itu akan selalu datang, bersamaan niat yang selalu ada di lubuk hati kita. Yang kita lihat adalah guru bagi mata kita, yang kita dengar adalah guru bagi telinga kita, yang kita sambut adalah guru bagi lisan kita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah…..guru sejati itu ternyata setia dan menepati janji kedatangannya….tiada mengecewakan, tiada menggelisahkan..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rabb….bimbing hambaMu ini….Allahu Akbar !!!&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1406240701605355756?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1406240701605355756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1406240701605355756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/08/guru-terbaik.html' title='GURU TERBAIK….'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mcvsjMMlmuA/TksKVErgC8I/AAAAAAAAAE0/A_esVm8aNRU/s72-c/images%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4815977611248679173</id><published>2011-08-10T11:30:00.003+07:00</published><updated>2011-08-10T11:32:35.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>SATU WAKTU DI ANTARA MAGRIB DAN ISYA’</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5buj_AupUl4/TkIJQE1IpaI/AAAAAAAAAEk/eEYSc5xSFzM/s1600/images%2B%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="194" width="259" src="http://1.bp.blogspot.com/-5buj_AupUl4/TkIJQE1IpaI/AAAAAAAAAEk/eEYSc5xSFzM/s400/images%2B%25282%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa tak ada beda saat ini dengan kemarin, setelah sang mentari tenggelam pekat malam mulai turun menggantikan. Namun ada satu rasa yang tak tergantikan saat ini,….terasa lemah dan tiada daya. Jika di perut malam ku rangkai untaian-untaian gerak tuk mengisi waktu, jika kurasa saat itu seakan tergenggam seluruh waktu dan seluruh gerak dunia. Namun, kurasa tak mampu…..lemah tiada daya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalam hati kuriuh, berteriak-teriak seakan raga tiada adil mengisi setiap jenak yang ada. Aku hanya diam, kudengar seluruh teriakan itu…, sampai kusimpulkan…bahwa memang benar, aku tiada adil di sana. Ada bintang cerah yang tergantung nun jauh di sana, yah…jauh namun tampak jelas di mata yakinku. Walau benar bintang itu suatu saat kan runtuh tergerus kefanaan…namun kuberharap menjadi sesuatu yang berhaga di mataNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb…., Engkau sungguh yang paling mengerti..setiap teriakan hati ini, Engkau sungguh yang paling tahu dan hanya Engkau yang mampu berbuat adil mendiamkan teriakan-teriakan itu. Maka dari itu jiwa dan raga yang lemah ini..hanya berharap padaMu….,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan setiap rangkaian pengisi hidup ini tak luput dari ridho dan kekuatanMu…&lt;br /&gt;Jadikan setiap gerak hati adalah tangga-tangga kecil tuk meraih bintang nan cerah itu…&lt;br /&gt;Sungguh aku tak  mampu tanpaMu….&lt;br /&gt;Sungguh aku tiada tanpaMu….&lt;br /&gt;Sungguh aku malu padaMu….&lt;br /&gt;Di satu waktu ini…, kugerakkan jari agar menjadi saksi di hadapMu…, bahwa ini inginku…, ini keputusanku…. Ini jalanku……,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4815977611248679173?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4815977611248679173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4815977611248679173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/08/satu-waktu-di-antara-magrib-dan-isya.html' title='SATU WAKTU DI ANTARA MAGRIB DAN ISYA’'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5buj_AupUl4/TkIJQE1IpaI/AAAAAAAAAEk/eEYSc5xSFzM/s72-c/images%2B%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3546023214494199662</id><published>2011-07-21T23:29:00.005+07:00</published><updated>2011-07-21T23:35:32.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>Bahwa Aku Merindukanmu…</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JBJmjG4dlck/TihUVekgi8I/AAAAAAAAAEc/SktHw-O6I_Q/s1600/images%2B%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="194" width="260" src="http://4.bp.blogspot.com/-JBJmjG4dlck/TihUVekgi8I/AAAAAAAAAEc/SktHw-O6I_Q/s400/images%2B%25281%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dekat engkau terlihat…, semakin tak menentu rasa. Gelisah dan khawatir..jauh kusembunyikan, ketakutan apabila ku tak mampu menyambut hadirmu, khawatir mengecewakanmu…, &lt;br /&gt;Semakin dekat engkau terlihat…, semakin tak menentu rasa, gelisah dan khawatir…, sementara aku terasa tenggelam dalam hiruk pikuknya bumi. Menatap lalu tergoda dengan bayang-bayang, padahal semua tahu itu hanya sebuah bayang-bayang….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari dalam palung lautan rasaku….wahai tamu nan indah parasmu…, tamu nan indah tuturmu… berikan uluran tanganmu padaku…agar ku mampu mencium wanginya Ar-Royyan.., &lt;br /&gt;Betapapun engkau tahu…betapapun engkau menatap diri ini tak nampak siap menyambut lalu menggandengmu…. Tuk berjalan bersama menyusuri terjalnya jalan ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tataplah mataku…, lalu masuklah pandangmu ke sudut hatiku….&lt;br /&gt;Di sana ada sebuah rasa..yang mendalam…&lt;br /&gt;Bahwa aku merindukanmu……….wahai Ramadhan…&lt;br /&gt;Marhaban ya Ramadhan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" QS[2}:183 "&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3546023214494199662?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3546023214494199662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3546023214494199662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/07/bahwa-aku-merindukanmu.html' title='Bahwa Aku Merindukanmu…'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JBJmjG4dlck/TihUVekgi8I/AAAAAAAAAEc/SktHw-O6I_Q/s72-c/images%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-734125716250030906</id><published>2011-06-28T13:23:00.000+07:00</published><updated>2011-06-28T13:23:35.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>UNTUK APA KITA DI SINI ?</title><content type='html'>Berjalan tanpa arah dan tujuan, tentu sebuah pekerjaan yang sia-sia. Sejenak coba kita bayangkan jika kita melihat dan memperhatikan seseorang yang demikian. Ia berjalan kesana kemari, terkadang menabrak pagar, menerjang tanaman dan bahkan terperosok ke dalam sebuah lubang yang ada di depannya. Tentu kita merasa aneh melihat orang tersebut. Mungkin bisa jadi kita menyebutnya sebagai orang yang mempunyai penyakit mental atau hilang akalnya. Mengapa? Karena jelas pekerjaan itu sia-sia, membuang waktu dan tenaga tanpa manfaat yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam kehidupan kita di dunia ini, layaknya sebuah episode perjalanan dari beberapa episode yang harus kita lalui, mau atau tidak mau, terpaksa ataupun tidak terpaksa. Berawal dari alam arwah yang telah kita lalui, kemudian dunia, lalu alam barzakh dan yang terakhir adalah alam akhirat yang berujung nikmat di dalam syurga atau sengsara di dalam neraka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika saat ini kita telah memasuki episode kedua dari rangkaian perjalanan kehidupan kita, maka hendaknya kita pun sejak dini sadar dan tahu apa tujuan kita “ditempatkan” di dunia ini. Lalu kepada siapa kita bertanya akan tujuan itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika kita sebagai hamba, bumi sebagai tempat tinggal dan berbagai rezki telah diciptakan oleh Allohu ta’ala, maka sudah seharusnyalah kita bertanya tentang tujuan kita diciptakan di atas bumi ini juga hanya kepadaNya. &lt;br /&gt;Dalam sebuah ayat yang sudah tidak asing bagi kita, Alloh sudah menetapkan apa sebenarnya tujuan kita di dunia ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Adz-dzaariyaat : 56)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas paling tidak mengandung dua pengertian untuk kita pahami. Yang pertama yaitu diciptakannya kita di bumi ini adalah semata-mata untuk melalukan ibadah.  Bukan sekadar menjalankan segala rutinitas, kemudian selesai menunggu ajal menjemput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pengertian yang kedua adalah kita sebagai hamba hanya diperbolehkan melalukan ibadah tersebut kepada Allohu ta’ala saja, tidak boleh beribadah kepada selainNya. Maka, jika kedua pengertian di atas disingkat, intinya adalah visi atau tujuan kita diciptakan di sini adalah semata-semata hanya beribadah kepada Alloh saja. &lt;br /&gt;Adapun segala isi dari alam semesta ini adalah fasilitas dari Alloh untuk kita  beribadah kepadaNya. Dalam firmanNya Alloh telah menegaskan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ &lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS. Al-Baqarah [2] : 29)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sangatlah keliru jika dengan segala fasilitas yang ada tersebut kita malah terlena dan lalai akan tujuan kita diciptakan di atas bumi ini. Karena betapa banyak di antara kita yang menghabiskan waktu semata-mata hanya untuk  mengejar harta, pangkat, kekuasaan dan segala  kenikmatan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu realnya seperti apa kita beribadah kepada Alloh di dunia ini? Apakah setiap hari kita harus berdiam diri di masjid untuk sujud dan beribadah kepadaNya? Jawabannya tentu tidak demikian. Jika kita diciptakan di dunia ini disertai dengan sifat yang melekat pada diri kita yaitu sifat sosial, yang mana setiap manusia yang satu pasti membutuhkan manusia yang lain. Dari sinilah tentu timbul komunikasi, transaksi dan berbagai bentuk hubungan yang lainnya dalam rangka memenuhi kebutuhan masing-masing. Maka di sinilah peran “ruh beribadah” yang Alloh kehendaki, yaitu agar segala  komunikasi dan transaksi antar manusia tadi tidak sampai melanggar apa yang Alloh perintahkan. Misalnya, dalam mencari rezeki dengan berdagang, tentu kita tidak diperbolehkan untuk melakukan perdagangan tersebut dengan cara menipu atau bersumpah palsu. Atau contoh yang lain misalnya dalam mencari pasangan hidup, tentu kita tidak diperbolehkan juga melakukan cara-cara pintas yang dilarang oleh Islam, seperti berzina atau kumpul kebo dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah contoh real bagaimana bentuk beribadah kita kepada Allohu ta’ala di atas bumi ini. Setiap masalah dan setiap langkah haruslah berjalan di atas rel aturan Allohu ta’ala. Selain itu juga kita dituntut wajib beribadah rutin sesuai dengan apa yang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam ajarkan kepada kita. Seperti ibadah puasa, sholat, zakat dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh menginginkan, agar setiap nafas kita berhembus dalam rangkaian penghambaan kepadaNya. Alloh menginginkan agar setiap langkah kaki kita merupakan langkah menuju ridhoNya. Alloh menginginkan agar setiap kata yang terlontar merupakan kata-kata yang mengakui akan kebesaranNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari kita selalu mendengar kumandang adzan, yang sebenarnya selalu mengingatkan kita akan kebesaranNya. Seakan-akan Alloh berkata kepada kita “ingatlah wahai manusia Akulah Yang Paling Besar”. Lebih besar dari harta dan kekuasaan yang engkau cari, lebih besar dari segala urusan duniawimu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena “tuli dan butanya” pendengaran dan penglihatan jiwa kita, kita sering menganggap itu tak ubahnya seperti barisan kata-kata yang diteriakkan oleh muadzin, yang menandakan datangnya waktu sholat. Walaupun sebenarnya kita sangat tahu apa arti dari setiap kata yang dikumandangkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan dan penglihatan jiwa kita tertutup oleh segala orientasi kita yang melulu duniawi. Akar permasalahannya adalah kita lupa dan terlena akan tujuan sejati kita di sini, kita lupa dan terlena bahwa kita hanya “diadakan” oleh Yang Maha Ada, dan Ialah pula yang menetapkan tujuan kita diadakan di sini yaitu semata-mata beribadah hanya kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, maka seharusnya sejenak kita bertanya dan menjawab dengan jujur pertanyaan, “sudahkah kita tahu dan mau tahu akan tujuan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta kita? Ataukah kita menjalani hidup ini dengan apa adanya saja, dengan dalih biarlah mengalir seperti aliran air di sungai. Padahal banyak juga aliran air yang akhirnya terhenti pada tempat yang sangat menjijikkan. Naudzubillahi min dzalika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita diberi kekuatan oleh Alloh ta’ala sebagai nahkoda-nahkoda kapal kehidupan yang tahu akan tujuan. Bukan nahkoda yang bodoh, yang membiarkan kapalnya terombang-ambing diterpa hantaman ombak di tengah lautan, yang akhirnya tenggelam dan membinasakan. Amiin. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu ‘alam&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-734125716250030906?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/734125716250030906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/734125716250030906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/06/untuk-apa-kita-di-sini.html' title='UNTUK APA KITA DI SINI ?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5289683671458518276</id><published>2011-06-13T08:34:00.001+07:00</published><updated>2011-06-13T08:35:05.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>ULANG TAHUN, KEBIASAAN ANEH TAPI NYATA</title><content type='html'>Anak saya sontak teriak ketika mendapat undangan kecil bergambar kartun dari temannya mainnya. Sebagai orang tua, saya bisa memaklumi  kegembiraannya karena setahunya, dia mendapat sebuah undangan untuk makan dan bernyanyi-nyanyi ke rumah temannya. Anak saya tahu hal seperti itu dari berbagai tayangan televisi, dari temen-temen bermainnya, dari saudara-saudara yang masih melakukan kebiasaan berulang tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, ketika mendapat undangan seperti itu, saya selalu berpesan kepada istri agar tidak menghadiri acara tersebut. Saya berpesan agar memberikan hadiah saja di luar acara tersebut. Dengan niat memberikan hadiah semata. Hal tersebut saya lakukan guna menjaga hubungan antara tetangga, agar jangan sampai terjadi persangkaan-persangkaan yang tidak-tidak karena ketidakhadiran anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal, sempat juga saya berselisih pendapat dengan istri saya, istri berdalih dan khawatir jika tidak hadir di acara semacam itu kita akan  diasingkan oleh masyarakat dan anak kita akan menjadi kuper.  Lalu saya jawab “mi…… akal siapakah yang mau menerima, ketika jatah umur kita berkurang dengan bertambahnya waktu, lalu kita malah “bergembira”, lalu “jika dikaitkan dengan rasa bersyukur dengan bertambahnya usia, apakah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam sebagai panutan kita mengajar cara bersyukur yang seperti itu….?” Bukankah ini sebuah pembodohan untuk anak kita? Sebuah pemaksaan ajaran yang jelas tidak bersumber dari agama yang kita yakini yakni Islam…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya tambahkan kepada istri saya lagi bahwa kebiasaan ulang tahun adalah mengekor pada kebiasaan kaum  di luar Islam yang biasa merayakan hari kelahiran “tuhan” mereka. Dan ini merupakan satu point tambahan untuk alasan mengapa kita harus menghindari acara tersebut. Apa dalilnya ? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam telah mengingatkan kita, dari Abdullah bin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt; “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. &lt;/i&gt;(HR. Abu Daud No. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan jika kita mengikuti kebiasaan mereka (kaum di luar Islam) tersebut maka kita adalah bagian dari kaum tersebut. Sebab dari panutan kita yang mulia pun, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam tidak pernah memberikan contoh “ritual” tersebut, bahkan jika dalihnya adalah sebuah ungkapan kesyukuran, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam telah mengajarkan dan mencontohkan bentuk kesyukuran yang real, sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadist berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mughirah bin Syu'bah berkata, &lt;i&gt;"Sesungguhnya Rasulullah bangun untuk shalat sehingga kedua telapak kaki atau kedua betis beliau bengkak. Lalu dikatakan kepada beliau, 'Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu dan yang kemudian, mengapa engkau masih shalat seperti itu?' Lalu, beliau menjawab, 'Apakah tidak sepantasnya bagiku menjadi hamba yang bersyukur?'" &lt;/i&gt;(HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam mengajarkan kita cara bersyukur. Bersyukur yang sebenar-benarnya adalah dengan menambah ketaatan pada Dzat yang memberikan kenikmatan. Bukan dengan sekadar makan bersama atau bernyanyi-nyanyi lalu setelah itu nuansa ketaatan dibuang jauh-jauh setelah mendapat kenikmatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kepada Anda wahai saudaraku seaqidah yang menjadi orang tua, menjadi kakak, dan menjadi contoh bagi anak dan adik-adik kita, masihkah ada dalil dan dalih untuk “gemar” melakukan dan mencontohkan atau menganjurkan kebiasaan ini kepada generasi penerus kita?? Jika Anda berlebih harta, ajarkan anak dan adik-adik kita bersedekah dan berinfaq kepada yang membutuhkan. Itu jauh lebih mengajarkan kepada hal yang dicintai Alloh dan RasulNya. Jika Anda ingin mengadakan acara makan bersama, maka undanglah anak yatim untuk bersama-sama menikmati rezeki yang Anda terima dari Alloh. Maka itu juga hal yang diridhoi oleh Alloh dan RasulNya. &lt;br /&gt;Wahai saudaraku seaqidah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah….bahwa agama ini adalah aturan yang sempurna dari Yang Maha Sempurna. Tidak usahlah kita merasa bangga dengan kebiasaan-kebiasaan yang “mereka” lakukan. Cukuplah Alloh dan RasulNya sebagai penilai kita dan tolok ukur kebaikan buat kita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu ‘alam.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5289683671458518276?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5289683671458518276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5289683671458518276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/06/ulang-tahun-kebiasaan-aneh-tapi-nyata.html' title='ULANG TAHUN, KEBIASAAN ANEH TAPI NYATA'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4412646031825176705</id><published>2011-05-19T10:11:00.000+07:00</published><updated>2011-05-19T10:11:37.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>SAKITNYA SAKIT DI AKHIR ZAMAN</title><content type='html'>Mudah-mudahan judul di atas bukanlah sebuah keluhan, yang tak akan sedikitpun memberikan kebaikan, apalagi pahala. Tapi insyaAllah mampu menjadikan renungan, hikmah dan pelajaran bagi kita semua. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hari penulis berbaring sakit, badan menggigil, bercampur gatal dan terakhir seluruh persendian tulang terasa kaku dan sakit. Tiga  hari penulis mencoba berikhtiar menggunakan ramuan herbal, Alhamdulillah demam dan kawan-kawannya pun lenyap. Di hari keempat penulis pun terpaksa pergi ke sebuah klinik untuk cek darah, karena semua persendian terasa kaku dan sakit, khawatir terjadi apa-apa karena penulis fikir tidak ada kaitannya antara demam dengan sakit di persendian. Tapi Alhamdulillah lagi cek darah menunjukkan hasil yang bagus. Dan setelah tanya ke ahli herbal, ternyata itu adalah proses detok, dan saya disuruh terus melanjutkan minum herbalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang bertanya, mengapa saya menulis judul Sakitnya Sakit di Akhir Zaman? &lt;br /&gt;Yah, ketika sakit penulis terinspirasi menulis ini…..:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup yang saat ini maunya serba instant, menjadikan apapun inginnya juga serba praktis dan cepat. Begitu juga dengan pengobatan atau penyembuhan penyakit. Padahal  sebagai seorang muslim yang mukmin kita tentu harus menerima Islam ini secara “lengkap” , termasuk mengamalkan pengobatan ala Rasulullah (Thibbun Nabawi) yang merupakan warisan luar biasa namun banyak yang tidak tahu dan tidak mau tahu. Thibbun Nabawi menganjurkan menggunakan tumbuh-tumbuhan berkhasiat untuk terapinya. Dan proses penyembuhannya pun memang alami, walaupun memang biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding reaksi obat kimia. Di herbal ada unsur kesabaran. Berbeda dengan obat kimia, memang terkesan cepat dalam penyembuhannya namun sebenarnya mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh dan menimbulkan penyakit yang lain pada diri kita. Kita mungkin harus selalu ingat setiap obat kimia, pasti akan menyatakan diri dengan akibat setelah minum itu atau dengan pernyataan efek samping. Berbagai referensi ilmiah mungkin Anda bisa mencari diberbagai sumber, termasuk browsing di internet di situs-situs terpecaya. Penulis hanya ingin menyampaikan bahwa Rasulullah pernah menyampaikan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: &lt;i&gt;”Allah tidak menjadikan penyembuhanmu dengan apa yang diharamkan atas kamu.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Al-Baihaqi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pesan di atas, haruslah menjadi pegangan bagi kita yang mengaku ummat yang berusaha ingin  menjalankan Islam ini dengan kaffah, yaitu prinsip utama berobat adalah dengan tidak menggunakan sesuatu yang diharamkan. Merusak, membuat penyakit yang baru jelas bagian dari sifat haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada apa dibalik kebiasaan, kesalahkaprahan kita selalu akrab dengan obat kimia? Padahal jelas-jelas mempunyai efek samping yang berbahaya dan notabene dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam? Mungkin ada baiknya kita menyimak pernyataan seorang mua’laf berkebangsaan Inggris tentang pandangannya mengenai medis modern atau perobatan kimia dalam bukunya yang berjudul Sistem Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Selama lima puluh tahun terakhir, sistem rumah sakit kafir termasuk salah satu bagian yang penting dalam proses produsen-konsumen. Sistem ini didirikan untuk menjaga kesehatan masyarakat agar selalu siap bekerja. Padahal justru akibat cara hidup masyarakat yang wajib berpijak pada tata-cara proses produsen-konsumen, maka muncul berbagai penyakit. Sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, menciptakan penyakit-penyakitnya sendiri, dengan demikian menciptakan kerja bagi mereka yang bekerja di sistem rumah sakit.&lt;br /&gt;Sistem rumah sakit dijalankan bak sebuah bisnis. Semua orang diupah untuk pekerjaannya. Banyak sekali orang yang menggantungkan kelangsungan hidupnya pada sakitnya orang lain – dan dengan cara hidup yang mau tak mau muncul dan berkembang akibat cara kerja negara produsen-konsumen modern, maka terjaminlah pasokan orang sakit dalam jumlah yang sangat besar, cukup untuk menyibukkan dan melestarikan bisnis sistem rumah sakit, sekaligus menjamin adanya pekerjaan yang langgeng dan menguntungkan bagi begitu banyak bisnis terkait lainnya, yang memasok peralatan dan obat-obatan ke rumah sakit-rumah sakit dan dokter-dokter.”&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kenyataan yang kita hadapi lalu kita kaitkan dengan pernyataan di atas, tentu ada satu pertanyaan yang mampu kita jawab. Yaitu pertanyaan, mengapa jika kita mengetahui bahwa obat herbal (Thibbun Nabawi) lebih aman dari perobatan kimia, namun tetap saja perobatan kimia dianggap sebagai solusi nomor satu?&lt;br /&gt;Sangat jelas sekarang, bahwa semua ini adalah konspirasi global Sistem Dajjal atau Sistem Kafir yang sengaja “mengeksploitasi” kesehatan ummat. Kita sudah dididik untuk gemar dan bahkan menjadi trend untuk mengkonsumsi makanan yang serba instant produksi mereka yang jelas tidak baik untuk tubuh kita sehingga potensi penyakit pada diri kita pun semakin bertambah. Namun satu sisi, ketika kita sudah terkena penyakit, maka perobatan kimia mereka pun siap “menolong” kita dengan cepat pula, dengan bertambah efek samping yang menyebabkan penyakit baru pada diri kita. Begitu seterusnya, dan tahukah Anda kita pun sudah disiapkan produk mereka yang terkesan “menolong” juga yaitu Asuransi Kesehatan sebagai persiapan dari akibat kita sudah “gemar” dan “akrab” dengan produk-produk mereka pula. Parahnya lagi, ketawakkalan kita pada Allahu ta’ala pun mengalami “kerusakan” karena dengan tenang kita akhirnya berkata, “ah…tenang sakit juga tidak mengapa, kan ada asuransi?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kira-kira protret sakitnya sakit di akhir zaman ini, betapa kita sebagai orang yang sedang mengalami sakit, kemudian spontan dan sudah biasa mengambil solusi “masa kini”, maka kesembuhan yang didapat adalah kesembuhan semu, justru sebenarnya malah semakin sakit kita karena telah menjadi korban Sistem Dajjal yang ujung-ujungnya adalah menjebak kita pada system produsen-konsumen lalu endingnya kita dengan tidak sadar membuang perasaan tawakkal kita pada Allahu ta’ala.&lt;br /&gt;Penulis mengajak, hendaknnya kita selalu ingat pesan Rasulullah tercinta tentang fitnah di akhir zaman ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suatu ketika ihwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali dalam rangka menyongsong fitnah Dajjal.&lt;/i&gt;”&lt;b&gt;(HR Ahmad V/389)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadist di atas Rasulullah ingin berpesan bahwa sebelum kedatangan sosok makhluk Dajjal sebagai biang dari segala kepalsuan, maka system kepalsuan dan kebohongan yang memakai topeng “kebaikan” akan muncul untuk menyongsong kemunculan Dajjal tersebut di berbagai aspek kehidupan kita. Bagaimana sudah kita rasakan saat ini, bagaimana keadaan politik kini yang sudah tidak menempatkan jabatan sebagai amanah, pendidikan bukan lagi untuk orientasi ilmu dan perekonomian kita saat ini dengan ribanya yang sudah akrab dan dikemas dengan rapi di hadapan kita. Termasuk pula dalam aspek kesehatan yang penulis telah sampaikan tersebut di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, sebagai hamba yang lemah kita senantiasa menggantungkan hati ini pada Allahu ta’ala, berharap dan memohon pertolongan serta perlindungan dari segala fitnah saat ini. Sehingga kita mampu menjadi hamba yang sadar, waspada dan selamat dalam keistiqomahan. Amiin. &lt;br /&gt;Wallahu ‘alam. (pw).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4412646031825176705?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4412646031825176705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4412646031825176705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/05/sakitnya-sakit-di-akhir-zaman.html' title='SAKITNYA SAKIT DI AKHIR ZAMAN'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-363984677148918512</id><published>2011-05-05T10:03:00.001+07:00</published><updated>2011-05-07T11:20:48.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>APA KABAR AKHIRAT..?</title><content type='html'>Setiap media, terutama televisi, di setiap harinya tentu menyajikan head line news yang selalu saja berubah. Baik berita dari dalam negeri maupun dari mancanegara, terlepas dari kepentingan mereka meningkatkan rating yang ujung-ujungnya untuk kepentingan ekonomi maupun kepentingan politik yang ujung-ujungnya “pencitraan” dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan yang kita rasakan bersama adalah bagaimana kini masyarakat begitu gemar dan aktif mengikuti berita-berita terkini di media. Tidak seperti di “era kemarin”, sajian berita menjadi acara yang “mengganggu”. Apalagi ada siaran langsung pidato menteri atau pejabat yang terkesan hanya formalitas menjalankan tugas. Kini benar-benar luar biasa, bahkan di bagian layar paling bawah terdapat berita baris berjalan menyajikan berita terkini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini patut kita syukuri, walaupun di lain sisi, tontonan-tontonan murahan masih saja disajikan dengan dalih pelepas stress, baik itu adegan lucu atau adegan lucu plus “penjualan” aurat kaum hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penonton setia, betapa lepasnya kita tertawa terbahak-bahak menyaksikan setiap adegan menggelikan. Sebagai pemirsa yang baik, betapa kritisnya kita melihat dan mendengar setiap berita yang disajikan oleh media. Belum lama, berita tewasnya Osama bin Laden begitu penuh mewarnai di setiap sudut media. Ada yang bertepuk tangan, ada yang simpati, ada pula yang secara dalam menganalisa dan memberikan komentar-komentar yang terkesan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah….begitulah berita, setiap hari berputar dan setiap kita seperti “diwajibkan” mengupdatenya, hingga media memberikan “ruang” komentar ataupun tanggapan-tanggapan melalui dunia online di dalam web maupun jejaring sosial atau melalui pesawat telepon yang bisa langsung dimunculkan di televisi, sehingga kita memang benar-benar diberikan apresiasi telah mengikuti “jalan” berita yang setiap saat mereka sajikan. Betapapun, tanggapan maupun kritik yang kita sampaikan kepada pejabat atau pihak yang bersangkutan kemungkinan besar hanya terkesan terapresiasi di layar kaca namun biasanya entah seperti apa di alam nyata. &lt;br /&gt;Saudaraku…., menanggapi fenomena di atas, ada rangkaian pertanyaan yang perlu kita jawab. Mengapa begitu kencangnya langkah hati kita untuk selalu menyaksikan berita-berita itu? Sedangkan, mengapa begitu lemahnya langkah hati kita untuk selalu menambah berita tentang “kepastian” yang telah menanti kita?&lt;br /&gt;Begitu rakusnya kita saat ingin mengetahui keadaan terkini selebriti, keadaan politik, sosial, ekonomi, olah raga dan sebagainya dengan berbagai kemajuan yang telah Allah karuniakan melalui kemajuan teknologi saat ini. Akan tetapi seberapa rakusnya keinginan kita akan ilmu pengetahuan, kabar banyak tentang suatu masa yang sudah pasti Allah sebagai warning kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS. Al-An’aam : 32)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ayat di atas Allah menyatakan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sendau gurau dan permainan. Jika demikian, tentu menjadi sebuah kesalahan apabila kita selalu mengkonsentrasikan diri dalam dunia ini, menguras fikiran dan gagasan hanya untuk pengetahuan yang bersifat sementara ini. Sungguh menyedihkan, jika kita mengaku sebagai muslim hanya memahami akhirat sebatas kehidupan lanjutan setelah kematian, lalu di sana terdapat surga untuk orang-orang yang baik dan orang-orang durhaka akan dimasukkan ke dalam neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kematian adalah pasti, akhirat selalu menanti. Bukankah sebuah kebodohan jika kita tidak mengerti dengan detail akan ilmu tentang sebuah kampung setiap saat menanti itu? Di sana ada kegelapan barzakh, di sana ma’syar, di sana sirath, di sana ada tak terhitung nikmat, di sana ada tak terbayangkan kengerian dahsyatnya siksa yang menanti. Bahkan Rasulullah pun pernah menatapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ‘Abd Allah ibn ‘Abbas : &lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah SAW, para sahabat berkata ; “Ya Rasulullah, kami melihat engkau memetik sesuatu, kemudian kami melihat engkau berbalik.” Rasulullah berkata “Aku melihat syurga dan mencoba memetik setangkai buahnya. Seandainya aku berhasil memetiknya, engkau pasti akan memakannya sampai akhir zaman. Dan aku melihat api neraka. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang begitu mengerikan dan menakutkan……”&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui berita tentang akhirat, tentu bukan untuk berlomba-lomba menumpuk ilmu di dalam kepala semata. Melainkan agar benar-benar menghadirkan nuansa kenikmatan syurga kemudian memotivasi diri bahwa Allah benar-benar telah menyiapkan tempat  mulia itu bagi hamba-hambaNya yang setia. Dan juga untuk menghadirkan rasa kengerian akan api neraka, sehingga kita bersama-sama berusaha menjauhkan diri darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sangat berbeda dengan berita-berita duniawi yang setiap hari kita nikmati, yang kini cenderung mendidik menjadi masyarakat yang kritis, namun satu sisi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat hidup di dunia hanya menjadi janji manis, apalagi untuk kesejahteraan kehidupan di kampung keabadian kelak, mungkin hampir tak terpikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui catatan kecil ini, sebenarnya penulis hanya ingin memotivasi dan menasihati diri sendiri, agar tak tenggelam dalam rutinitas dan berhenti pada titik puas menikmati suguhan berita-berita duniawi yang dilihat semakin menarik dari hari ke hari. Padahal ada ilmu dan berita yang harus kita perdalam, harus kita ketahui, yaitu berita tentang kampung akhirat. Yang siapapun dia, mau tidak mau, rela ataupun terpaksa akan menuju kepadanya. Tak terkecuali juga bagi mereka yang biasa mengumpulkan dan menyuguhkan berita-berita dunia tanpa pertimbangan ukhrawi sedikit pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang hanya tahu akan ilmu duniawi semata. Dan setiap hari berusaha selalu bertanya…apa kabar akhirat?.....Amiin. Wallahu ‘alam. &lt;i&gt;(PW).&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link lain : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/panggih-waluyo-apa-kabar-akhirat.htm"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-363984677148918512?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/363984677148918512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/363984677148918512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/05/apa-kabar-akhirat.html' title='APA KABAR AKHIRAT..?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2682706130491360170</id><published>2011-04-18T09:04:00.000+07:00</published><updated>2011-04-18T09:04:41.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH</title><content type='html'>Dulu aku terkesima menatapmu, dulu aku terpesona memandangmu, karena dirimu begitu  indah di mataku. Hatiku pun merasakan kelembutanmu, kesantunanmu dalam bingkai nilai Islam yang mewarnaimu. Langkahmu menggetarkan hati setiap insan yang melihatmu, maka aku pun bangga denganmu. Memajang gambarmu di setiap sudut kota, menempelkannya di pintu depan rumah bahkan dengan sangat bangganya aku memasang gambarmu di baju dan di tas yang selalu kubawa setiap aku pergi. Aku ingin semua tahu, bahwa aku benar-benar mencintaimu……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,  tak sedikit orang yang jatuh cinta padamu. Aku pun semakin mencintaimu, tak peduli seberapa banyak keringatku mengucur untukmu, tak peduli seberapa banyak waktu kuluangkan hanya untukmu. Hingga kau semakin terkenal, media dan massa pun sudah tak asing dengan penampilanmu yang selalu mengagumkan. Setiap berita tentangmu membuat setiap mulut berdecak kagum, setiap beritamu membuat setiap hati merasa salut padamu. Subhanallah wal Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau cerdas, engkau santun, engkau bersih, engkau peduli, siapa orang yang tak mengenalmu? Hingga semua orang pun menaruh harapan padamu, akan perjuanganmu membersihkan “noda-noda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun qadarullah, di tengah perjalanan Allah memberikanku hidayah, memberikanku ilmu, bahwa ternyata langkahku untuk mencintaimu adalah langkah yang keliru. Dalam saat yang bersamaan aku pun melihat aneh sikapmu. Keanehan demi keanehan kutemui, hingga kutemukan kejelasan tentang ketidakjelasan sikapmu saat ini. Dan Alhamdulillah, Allah memberikan kekuatan tuk membalikkan rasa cintaku padamu. &lt;br /&gt;Kini, senyum manismu tak terasa lagi mempesonakan hatiku. Santun perilakumu, kurasa tak setulus dulu. Aura Islammu luntur…….., hingga tak bergetar lagi hati ini bila memandang gambarmu yang masih sering kulihat di sudut-sudut kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena engkau angkuh, engkau selalu merasa benar dalam bertindak. Padahal jelas engkau bukanlah makhluk yang ma’shum. Selain “kawanmu” engkau anggap lawan jika memberi masukan. Jikapun “bekas kawan” engkau anggap “tak layak” memberi masukan. Astaghfirullah……, lalu apa yang engkau mau? Lalu siapakah Tuhanmu saat ini? Jika setiap kebenaran engkau anggap salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, telah 13 tahun engkau dibesarkan di negeri ini. Jikalau ada keringat dan air mataku yang andil membesarkanmu saat itu, biarlah semua menjadi catatan dan kenangan manis di dalam hatiku lalu biarlah nanti akan menjadi saksi bahwa aku pernah tulus mencintaimu.  Mencintaimu karena dakwah, mencintaimu karena Allahu ta’ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, karena ketidakjelasan jalanmu. Karena ketidakjelasan langkahmu. Karena keangkuhan dirimu…kuucapkan “selamat tinggal wahai kekasihku”…..Dan ketahuilah bahwa aku bukanlah makhluk buta, yang akan terus membelamu dengan membabi buta karena cinta yang benar-benar buta…, padahal Allah telah memperingatkan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun”. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Qur’an Surat : Ar-Rum ayat 29).&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Qur’an Surat : Al-Anaam ayat 116).&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, walaupun sepi dalam kesendirian, biarlah kurajut hari demi hari yang terang benderang di bawah naungan cahaya cintaNya…, karena aku berfikir apakah guna besar dan kebersamaan jika besar dan kebersamaan itu di bawah naungan kemurkaanNya??&lt;br /&gt;Kemudian sambil berharap dan terus kudo’akan…agar engkau diberi hidayah lalu kembali pada jalan yang lurus dan benar. Amiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Qur’an Surat Al-Anfaal : 26).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu ‘alam…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ditulis pada hari Ahad 17 April 2011 (bersamaan saat Milad PKS ke-13) &lt;br /&gt;Sebagai catatan hati, sebagai bukti bahwa cinta memang harus karena Allah semata.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2682706130491360170?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2682706130491360170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2682706130491360170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/04/aku-mencintaimu-karena-allah.html' title='AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6776997108384968435</id><published>2011-04-14T09:57:00.000+07:00</published><updated>2011-04-14T09:57:44.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>TIGA KALIMAT MUTIARA UNTUK HIDUP</title><content type='html'>Sampai saat ini masih terkesan, sebuah ceramah jum’at di sebuah Masjid dekat kantor. Bukan karena  bagusnya pakaian gamis yang dipakai oleh penceramah atau karena beliau seorang lulusan dari Mesir. Namun isinya yang jika kita mau sejenak merenung, insyaAllah akan membangunkan kesadaran kita yang sedang tertidur. Sang Penceramah menyampaikan, ada tiga kunci kesadaran agar kita bisa bahagia menjalani kehidupan di dunia ini bahkan di akhirat kelak insyaAllah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.Sadarilah Bahwa Hidup Di Dunia Ini Bersifat Fluktuatif alias Tidak Tetap&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Tidak ada yang menyangkal, akan benar adanya bahwa hidup ini memanglah bersifat tidak tetap. Kadang kita merasa bahagia, kadang juga merasa sedih. Kadang bangga, terkadang juga minder. Kadang menangis, kadang tertawa. Terkadang merasa berkecukupan dan kadang merasa kekurangan. &lt;br /&gt;Namun tidaklah banyak di antara kita yang mengetahui harus bagaimana menghadapi sifat hidup tersebut. Padahal, Islam sebagai petunjuk lurus dalam hidup di dunia ini telah mengajarkan, memberikan kabar gembira lewat lisan agung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Muslim).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Hadist di atas, Rasulullah ingin menyampaikan bahwa ada dua senjata untuk menghadapi kondisi kehidupan yang fluktuatif ini. Sabar dan syukur. Sabar jika tertimpa hal yang kurang baik, dan bersyukur jika mendapat nikmat dari Allah. Dan memang luar biasa, dalam kondisi apapun hidup ini, seorang muslim yang mukmin akan selalu mendapatkan pahala. Sabar menghadapi sebuah ujian akan menghadirkan pahala, begitu juga dalam bersyukur ketika mendapatkan kebaikan dari Allahu ta’ala juga akan menambah tabungan pahala baginya. &lt;br /&gt;Jadi, sebagai muslim yang mukmin, kita haruslah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami dan berusaha memegang kuat dua senjata tersebut di dalam hidup ini. Agar di berbagai kondisi apapun kita akan mendapatkan kebaikan berupa pahala, baik dalam keadaan senang ataupun susah, baik dalam keadaan berbahagia maupun sedang bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.Sadarilah Bahwa Hidup Adalah Pilihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allahu ta’ala, Rabb yang menciptakan dunia dan kehidupan ini telah menyampaikan dalam Qur’an Surat Asy-Syam ayat 8 : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena adilNya, Allah telah membentangkan di kehidupan dunia ini adanya dua jalan sebagai pilihan manusia. Jalan fasik dan jalan menuju ketaqwaan. Jalan ingkar dan jalan ketaatan. Walaupun dengan sangat jelas, Allah telah menyatakan tujuan atau visi mengapa manusia “diadakan” di dunia ini. Dalam ayat yang tak asing bagi kita :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku&lt;/i&gt; (Adz-Dzariyaat ; 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi karena adilNya, Allahu ta’ala tetap memberikan pilihan kepada manusia dengan segala konsekuensinya. Sehingga, sangat sesat dan menyesatkan jika ada perkataan bahwa dalam menjalani hidup ini, kita biarlah mengalir apa adanya, seperti air. Padahal jika kita mau mengamati ada air yang mengalir menuju lubang tempat kotoran dan ada air yang mengalir menuju sumber air yang menyejukkan. Jadi benarlah apa yang dikatakan Allahu ta’ala, hidup adalah pilihan bagi kita.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan keadaan kita saat ini, jika kita telah memilih Islam sebagai kebenaran untuk mengarungi kehidupan kini dan kelak, lalu sejauh mana kita teguh memegang  pilihan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.Sadarilah Bahwa Hidup Adalah Pertanggungjawaban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam Surat Asy-Syam ayat 9 dan 10, Allah menegaskan konsekuensi dari dua pilihan tersebut di atas : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.  Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sang Pencipta Hidup menyatakan bahwa bagi manusia yang memilih jalan ketaqwaan (kebaikan), maka ia akan mendapat keberuntungan. Dan bagi manusia yang lebih memilih jalan kefasikan akan menjadi manusia yang merugi. Lalu, apa yang dimaksud oleh Allahu ta’ala dengan keberuntungan dan kerugian tersebut? Mari kita perhatikan ayat-ayat di bawah ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni  jannah Itulah orang-orang yang beruntung” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Al-Hasyr : 20).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Al-Anfaal : 37).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ayat di atas menegaskan dan memperjelas, bahwa yang dimaksud keuntungan dan kerugian menurut Allahu ta’ala bukanlah sekedar keuntungan dan kerugian di dalam dunia semata, yang bisa diambil hikmah dan diperbaiki. Melainkan keuntungan dan kerugian yang sifatnya kekal di akhir kehidupan akhirat kelak. Jika beruntung tempatnya di syurga yang merupakan tempat kenikmatan selamanya. Dan jika merugi bertempat di neraka yang merupakan tempat kesengsaraan dan siksaan selamanya juga. Naudzubillahi mindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika kita telah diciptakan di dunia ini tinggal memilih dua jalan yang sudah jelas dengan segala konsekuensinya. Artinya, bukanlah hidup ini hanya “acting”, memikirkan makan, minum dan tidur semata. Namun ada “CCTV” super canggih kepunyaan Allahu ta’ala yang secara sempurna merekam segala gerak fisik maupun batin kita, baik yang baik maupun yang batil. Lalu di saat yang telah ditentukan nanti, kita tinggal melihat masing-masing file yang telah Allahu ta’ala siapkan untuk kita, seluruh manusia yang pernah menginjakkan kaki di atas bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan, kita termasuk manusia yang memposisikan diri sebagai hambaNya dengan benar. Selalu berusaha menapaki pilihan jalan ketaatan dan selalu menyadari akan dahsyatnya siksa jika kita mengambil pilihan jalan kefasikan. Amiin.&lt;br /&gt;Harapan penulis, semoga sedikit catatan ini bermanfaat, tidak hanya menghadirkan kesadaran namun juga menghadirkan gerak nyata yang menjadi bukti bahwa kita memang benar-benar sadar akan tiga hal tersebut di atas. &lt;i&gt;Wallahu ‘alam&lt;/i&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6776997108384968435?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6776997108384968435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6776997108384968435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/04/tiga-kalimat-mutiara-untuk-hidup.html' title='TIGA KALIMAT MUTIARA UNTUK HIDUP'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-859634105966248964</id><published>2011-03-21T08:37:00.000+07:00</published><updated>2011-03-21T08:37:32.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pondok Ilmu 2016'/><title type='text'>CAMBUK DARI SANG GURU</title><content type='html'>Kulihat jarum jam menunjuk pada pukul 23 kurang 15 menit, cukup lama juga menunggu sms pertanda aku meluncur ke tempat Sang Guru yang baru saja kudapatkan. Akhirnya, tak lama kemudian HPku berbunyi, sebuah sms masuk….&lt;i&gt;”Saya sebentar lagi sampai rumah..”&lt;/i&gt;. Alhamdulillah, akhirnya segera kupamit istri yang dari tadi masih dalam posisi setengah tidur, menunggu meluncurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih lima menit, akhirnya aku sampai juga di tempat yang selama ini aku harapkan bisa bertemu dengan Sang Guru.&lt;i&gt; “Subhanallah…, bagus dan mewah juga ya rumahnya”&lt;/i&gt;, gumamku dalam hati. Tapi luar biasa, hati pemilik rumah itu tak terkesan mewah di hadapanku, yah sebuah pribadi luar biasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Assalamu’alaykum….”&lt;/i&gt; teriak salamku.. ,&lt;i&gt; Waalaykum salam…”&lt;/i&gt; sahut Sang Guru. Setelah menanyakan kabarku, kemudian beliau mempersilahkanku duduk seraya meminta ijin untuk membuatkan  minuman.&lt;br /&gt;Sambil membawa dan meletakkan dua buah cangkir kopi yang beliau buat, beliau langsung menanyakan perihal niatku…, aku pun mengeluarkan segala maksud dan tujuanku yaitu ingin mendirikan Yayasan Pendidikan Islam di kampung pada tahun 2016, sedangkan untuk menuju ke sana tentu butuh biaya operasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ia pak Panggih, lalu nanti pas tahun 2016 pak Panggih hendak meninggalkan bisnis yang telah dibangun?”&lt;/i&gt; sahutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menjawab, &lt;i&gt;“Iya pak….rencana saya akan buat, maaf 10 pintu kontrakan misalnya. Lalu saya akan fokus berdakwah di kampung halaman.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Waduh…sayang sekali lho, bisnis property kan bisnis yang panjang pak Panggih. Kalau saya berfikir,  dakwah itu luas, sesuai dengan potensi yang kita punyai. Kalau menurut saya, okelah pak Panggih membuat Pesantren atau Yayasan di kampung, lalu serahkan saja kepada ahlinya, seorang yang lulus LIPIA (sebuah lembaga pendidikan Islam). Nah, dakwah kita adalah membangun peradaban, membuat perumahan muslim. Karena mungkin bagi sebagian orang, sangat berkeinginan sekali untuk nantinya beristirahat di kampung dengan tenang dengan penghasilan ada dan bisa makan. Tapi kalau saya berpendapat, dunia ini bukan tempat istirahat lho pak, …… dunia ini tempat berjuang…., lihatlah orang-orang kafir berjibaku berjuang membuat peradaban sesuai dengan kemauannya, lalu apakah kita akan tinggal diam?” Pak Panggih, jika antum sudah menjadi developer sukses, kan bisa saja pulang satu bulan sekali ke Wonogiri, paling ke Solo satu jam, lalu ke Wonogiri. Jum’at sore sampai di Wonogiri, Ahad sore sudah bisa aktifitas lagi di Jakarta bukan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Subhanallah….”&lt;/i&gt;, aku hanya bisa mengangguk-angguk tanda sangat setuju. Aku tak mengira jawaban Sang Guru mampu menggetarkan hati dan hampir menggoyahkanku impianku selama ini. Menggoyahkan dengan argumen kuat, menghantam pada bagian vital dan mengajakku berfikir ulang, mengeset ulang…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pak Panggih, sekarang tinggal mengambil keputusan. Jika kita sudah punya niat yang baik untuk mencari rezki yang banyak, halal dan tujuannya juga baik. Apakah Alloh tidak akan menolong kita? Jika kita tidak mau ambil resiko, ya sudahlah, tidak usah kita bermimpi menjadi pengusaha. Bukankah Alloh pun bertanya pada kita, “Apakah Kubiarkan kamu masuk syurga tanpa melewati ujian”&lt;/i&gt; (penulis lupa ayatnya, mohon diingatkan). &lt;i&gt;Masuk syurga ada ujian, jadi pengusaha pun tentu ada ujiannya. Tinggal kita memilih pak Panggih, hidup ini ibarat sebuah pohon. Tinggal kita memilih pohon yang mana? Semakin tinggi pohon maka semakin besar angin ujian yang bertiup menerpanya. Ya agar kuat, semakin tinggi pohon haruslah kita menancapkan akar yang kuat ke dalam bumi. Tapi, jika ingin menjadi pohon toge/kecambah ya silahkan, ia relatif aman dari terpaan angin, makanya juga akarnya sangat lemah dan kecil. Sehingga kecambah itu, sangat mudah untuk dicabut dan dicampakkan. Sekali lagi, yakin tidak kita mengambil keputusan?” Mau jadi pohon Jati atau mau jadi toge/kecambah?????”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Subhanallah&lt;/i&gt;……aku sekali lagi hanya mampu mengangguk, tersenyum dan tak berdaya mendengarnya.&lt;br /&gt;Hingga pada akhirnya, Sang Guru pun siap akan mensupport semuanya (legalitas dan marketing), terdengarlah bunyi HPku…, ada sms masuk &lt;i&gt;“….pah…cepet pulang, anaknya muntah, dan aku belum bisa tidur dari tadi”.&lt;/i&gt;  aku pun pamit, kuucapkan terimakasih padanya&lt;i&gt;…”Syukron Sang Guru,,,, Syukron……..,&lt;/i&gt; aku pulang dengan semangat menggelora di dada !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Jum’at malam Sabtu, 18 Maret 2011)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-859634105966248964?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/859634105966248964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/859634105966248964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/03/cambuk-dari-sang-guru.html' title='CAMBUK DARI SANG GURU'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5979131258723583162</id><published>2011-03-21T08:32:00.000+07:00</published><updated>2011-03-21T08:32:12.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Langkah Awal Menuju Wasilah Cita (24 Februari 2011)</title><content type='html'>Alhamdulillah….., bersyukur atas terbalasnya smsku kepada seorang yang kuharapkan mampu menjadi mentor / pembimbingku di bidang yang kuharapkan menjadi wasilah ku mampu meraih cita itu “Pondok Ilmu 2016”.&lt;br /&gt;Semoga berkah..&lt;br /&gt;Semoga lancaar&lt;br /&gt;Semoga dalam ridhoNya…&lt;br /&gt;Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5979131258723583162?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5979131258723583162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5979131258723583162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/03/langkah-awal-menuju-wasilah-cita-24.html' title='Langkah Awal Menuju Wasilah Cita (24 Februari 2011)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2872157229933476868</id><published>2011-03-08T09:22:00.000+07:00</published><updated>2011-03-08T09:22:33.763+07:00</updated><title type='text'>Anakku...</title><content type='html'>&lt;a href='http://2.bp.blogspot.com/-APHbh4s7Aog/TXWS6APe7_I/AAAAAAAAAEI/lm5m1cG9pe0/s1600/S6300002.JPG'&gt;&lt;img src='http://2.bp.blogspot.com/-APHbh4s7Aog/TXWS6APe7_I/AAAAAAAAAEI/lm5m1cG9pe0/s320/S6300002.JPG' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2872157229933476868?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2872157229933476868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2872157229933476868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/03/anakku.html' title='Anakku...'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-APHbh4s7Aog/TXWS6APe7_I/AAAAAAAAAEI/lm5m1cG9pe0/s72-c/S6300002.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5503416802581129532</id><published>2011-03-08T08:36:00.001+07:00</published><updated>2011-03-08T08:37:50.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pondok Ilmu 2016'/><title type='text'>SATU AMUNISI UNTUK YAYASANKU</title><content type='html'>Ustadz Hartanto semoga Allah memberkahi beliau, aku yakin beliau adalah orang Jawa. Dilihat dari namanya, dilihat dari para ustadz-ustadznya yang lain, aku bertambah yakin. Saat beliau memberikan tausiyah yang sebelumnya mengenalkan diri, subhanallah…ternyata ia satu kabupaten denganku, yakni Wonogiri. Kuliah pertama itu, begitu menggetarkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi saat salah seorang ustadz juga mengatakan, bahwa sesungguhnya, infaq yang peserta berikan setiap periode akan dialokasikan sebagian untuk memberikan operasional kepada dua belas santriwati yang sedang menggiatkan diri mereka menjadi hafidzoh…., &lt;i&gt;“maka setiap hela nafas dan usaha mereka dalam menghafal…di sana ada pahala juga yang mengalir kepada semua peserta”&lt;/i&gt;, tegasnya. Subhanallah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terhitung pesan yang membekas….bagaimana kita sebagai muslim seharusnya tidak alasan untuk tidak belajar Al-Qur’an. Karena sesungguhnya itu merupakan hal yang besar…jika seandainya dilalaikan akan membawa kepada kesalahan yang teramat fatal dalam pengertian atau maksud ayat di dalam Al-Qur’an. Tidak pula dengan alasan bahwa lidah kita bukan lidah Arab.., kemudian menyandarkan kepada hal tersebut bahwa belajar Al-Qur’an itu susah. Padahal tidak demikian, karena betapa banyak pula orang Arab yang belum mahir untuk membaca Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para penghafal…, maka juga tidak ada alasan untuk tidak menghafal…apalagi dengan alasan sibuk…karena ketika dzon (persangkaan) kita sudah seperti, maka kita benar-benar akan disibukkan dengan urusan duniawi kita. Karena secara teknis, bisa saja kita menghafal….misalnya di saat berangkat kerja di atas angkot atau ketika naik motor dengan menggunakan walkman dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir…sebuah renungan, jika kita mendapat surat dari seseorang yang kita rindukan dan kita cintai…betapa bahagianya kita.., lalu bagaimana ketika kita mendapatkan sebuah surat dari Yang Menciptakan Jagat Alam Raya ini? ….Wallahu ‘alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Disarikan dari :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tausiyah oleh Ust. Hamam Waluyo dan Ust. Hartanto, pada Acara Orientasi Pembukaan Angkatan Baru pada &lt;a href="http://rumahtajwid.com"&gt;Rumah Tajwid&lt;/a&gt;, Depok, Tgl. 6 Maret 2011.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5503416802581129532?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5503416802581129532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5503416802581129532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/03/satu-amunisi-untuk-yayasanku.html' title='SATU AMUNISI UNTUK YAYASANKU'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6817926192953228244</id><published>2011-03-01T13:01:00.003+07:00</published><updated>2011-11-25T17:47:40.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>Salah Menanam Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zTuKxK1YHgU/Ts9x6IeOMSI/AAAAAAAAAGc/1I1V3WJfPbA/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="225" width="225" src="http://4.bp.blogspot.com/-zTuKxK1YHgU/Ts9x6IeOMSI/AAAAAAAAAGc/1I1V3WJfPbA/s400/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah kamar bercat merah jambu, menangislah seorang anak remaja muda belia, pelan namun lama kelamaan semakin mengeras. Sudah beberapa kali ibunya mengetuk pintu kamar itu, tapi tidak juga ia hiraukan. Hingga terasa habis air matanya, ia masih terbayang bagaimana kedua orangtuanya melarangnya untuk memakai jilbab. Tidak cukup sampai disitu, anak itu juga pernah mengajukan permintaan kepada nenek kesayangannya, namun lagi-lagi larangan dan omelan pula yang ia dapatkan dari nenek kesayangannya itu. Tidak ada pihak yang membelanya. Betapa tersiksanya rasa batin anak itu ketika keinginannya untuk mencontoh seorang ibu guru sekolahnya yang selalu memakai jilbab, mendapat larangan oleh orang-orang terdekatnya. &lt;br /&gt;Sampai, beberapa hari ia hanya mengurung menyendiri di kamar…, hingga di suatu sore, …tok-tok…tok…,”pintu kamarnya ada yang mengetuk, ternyata ia dipanggil oleh ibunya dan memberitahu kepadanya bahwa ada seorang ustadz datang khusus untuk membahas permintaannya selama ini. Dengan penuh harap, akhirnya anak itupun mau keluar…., duduk di samping bapak dan ibunya menghadap sang ustadz yang telah menunggunya. Spontan, ibunya berkata kepada sang ustadz…”ini ustadz…anak saya yang ingin sekali memakai jilbab….Lalu sang ustadz pun dengan senyum santun menyapa…, “Joko anak yang sholeh…., memakai jilbab itu memang wajib tapi hanya khusus untuk anak perempuan”, jadi tidak boleh anak laki-laki memakai jilbab, ini saya belikan peci yang bagus buat Nak Joko…”. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, cerita di atas amatlah menggelikan. Namun jika kita sejenak merenung, sebenarnya tak jauh bedanya dengan keadaan kita sebagai ummat muslim di saat ini. Kita mengaku-ngaku ummat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam…., mengaku-ngaku mencintainya, namun ternyata perilaku kehidupan kita sehari-hari malah meniru idola-idola murahan lainnya, seperti selebriti atau artis dan sebagainya. Sebagai contoh Rasulullah menganjurkan agar kita memelihara jenggot dan mencukur kumis kita misalnya, namun dengan bangganya kita menghabis-bersihkan jenggot kita dengan seribu alasan. Tak beda dengan cerita Joko di atas, sudah jelas-jelas laki-laki namun masih saja bersikukuh ingin mengenakan jilbab, ternyata ia salah mengidolakan ibu gurunya.&lt;br /&gt;Kita selama ini serasa sudah kehilangan figur manusia agung itu, manusia yang ma’shum, manusia yang menyimpan tak terhitung teladan terbaik di sepanjang masa. Baik beliau sebagai ayah, sebagai panglima perang, sebagai seorang suami, sebagai seorang pemimpin dan sebagainya.  Tidak ada yang tersisa satupun akhlak kebaikan yang tidak pernah beliau contohkan kepada ummatnya. &lt;br /&gt;Sampai-sampai Allah menyampaikan hal tersebut dalam firmanNya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab : 21)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun entah mengapa, sosok cahaya agung itu kini hanya banyak terpampang di hiasan dinding masjid dan rumah kita. Lalu hilang di saat kita menjalani berbagai aktivitas di kehidupan kita. Tak nampak dalam tata cara pergaulan, adab di perjalanan, di saat mencari rezeki dan berbagai macam kegiatan keseharian kita. &lt;br /&gt;Mungkin karena selama ini kita lebih mencintai tayangan televisi atau mungkin berbagai media yang memberitakan selebriti terkini daripada membaca Sirah Nabi (cerita perjalanan nabi), sehingga muncullah sosok idola pengganti. Kita lebih mengerti kehidupan mereka walaupun jauh dari tuntunan Islam dibanding kehidupan Rasulullah yang jelas setiap jengkal langkahnya menunjukkan kita kepada nikmat syurgaNya.&lt;br /&gt;Saudaraku, sejenak pejamkanlah mata, lalu bayangkan seandainya Baginda Rasulullah yang mulia hadir di sini. Lalu menyaksikan keadaan ummatnya saat ini. Betapa sedihnya beliau, jika beliau telah mengkhawatirkan kita jauh di lima belas abad yang lalu…namun kita kini dengan bangganya menapaki jalan-jalan yang mengantarkan pada kemurkaan Allahu ta’ala dan enggan menapaki jalan yang telah Rasulullah contohkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang saya khawatirkan atas kalian, tetapi saya khawatir terhampar luas bagi kalian dunia ini, sebagaimana telah terhampar pada orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba sehingga membinasakan kalian, sebagaimana telah membinasakan mereka " &lt;/i&gt;[HR Bukhari no 5945, Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, mencintai Rasulullah jelas tak cukup dalam lisan atau sekadar perayaan rutin Maulid semata…., mencintainya adalah bagaimana kita berusaha untuk mengamalkan sunnah-sunnahnya. Sholat berjamaah ke masjid bagi para laki-laki misalnya atau berbagai amalan yang telah beliau contohkan, dari urusan terkecil yaitu adab ke kamar mandi hingga mengurus sebuah negeri. Mari duduk dan hadapkan diri di depan cermin kejujuran yang paling jernih, lalu tataplah wajah kita masing-masing, pantaskah kita disebut sebagai ummat Nabi yang agung itu? Atau jangan-jangan cinta kita selama ini hanya sebatas lisan semata, membenci Ahmadiyah misalnya, yang telah terang-terangan menggantikan Rasulullah dengan nabi palsunya namun dengan diam-diam kita sendiri telah menggantikan Rasulullah dengan sosok idola lain dalam setiap nafas dan langkah kita. Na’udzubillahi mindzalika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6817926192953228244?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6817926192953228244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6817926192953228244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/03/salah-menanam-cinta.html' title='Salah Menanam Cinta'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-zTuKxK1YHgU/Ts9x6IeOMSI/AAAAAAAAAGc/1I1V3WJfPbA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8562090926911991340</id><published>2011-02-28T18:12:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T18:12:10.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Beribadah atau Cinta Dunia….?</title><content type='html'>Segarnya udara pagi masih terasa membelai, namun jalan selebar 20-an meter itu sudah penuh rombongan kendaraan motor. Beriringan melaju bak pasukan perang namun tiada panglima perangnya. Aku termasuk di dalamnya, bersama dua kekasihku…&lt;br /&gt;Entah, aku juga tak mengerti, siapa yang menggerakkan seluruh pasukan bermotor ini, mampu serentak dan bersemangat mengejar waktu.&lt;br /&gt;Menyambut itu, puluhan polisi menyambutnya…, mengatur agar  tak terjadi hambatan yang berarti di jalan. Begitu juga dengan para polisi yang sudah rapi…tegap dan semangat. Siapakah yang mengkomandonya. &lt;br /&gt;Huwahah……(ngantuk)…aku sudahi bayang-bayang di jalan tadi pagi dan setiap pagi. Badan terasa enggan bergerak, kaku, kepala terasa pening…..&lt;br /&gt;Allahu Akbar…., berilah kesembuhan pada diriku..berilah keistiqomahan aku di jalanMu….&lt;br /&gt;Letih….sedih…biarlah ini menjadi saksi..kan kutambahkan gundah…bahwa aku sangat khawatir mendapat status “pecinta dunia” dengan dalih ibadah….. yah kerja memang ibadah, namun tunjukkan padaku agarku perbaiki dan tinggikan kualitas ibadahku yang lain kepadaMu….. agar ku benar-benar menikmati “wama khalaqtul jinna wal insa illa liya’ budun..”…. Amiiiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8562090926911991340?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8562090926911991340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8562090926911991340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/02/beribadah-atau-cinta-dunia.html' title='Beribadah atau Cinta Dunia….?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8125026043181528670</id><published>2011-01-28T08:51:00.000+07:00</published><updated>2011-01-28T08:51:02.095+07:00</updated><title type='text'>KARENA NEGERI INI BUKAN PANGGUNG KOMEDI</title><content type='html'>Belum hilang gemuruh di telinga adu argument dan saling membela di antara pembela “sang koruptor” uang rakyat dengan lawannya yang merasa dirugikan. Seluruh media berteriak-teriak, saling menyuguhkan berita terkininya, teraktualnya. Dicari narasumber yang “vokal” yang saling beradu argument sehingga rakyat akan sangat bergembira dan senang melihat para pemimpinnya sudah mulai ada “kemajuan” mencari dan berusaha menegakkan keadilan dan kebenaran. &lt;br /&gt;Namun sayang, belum selesai cerita, kini kita lihat berbagai media sudah bersama-sama mengganti “judul” tayangannya. Berita terorisme muncul kembali. Seolah-olah seperti iklan yang dijadwalkan. Jika kemarin para pemainnya adalah para hakim dan terdakwa serta para masing-masing pembelanya, kini pemainnya diganti dengan para aparat keamanan dengan bersenjata lengkap yang sedang mengejar-ngejar sekumpulan manusia yang dianggap sebagai “tikus yang menjijikkan” di negeri ini, yaitu teroris. &lt;br /&gt;Jika kita masih mempunyai nurani, jika kita masih mau mendengar jeritan kejujuran hati kita yang paling dalam, tentu kita akan merasa geli dan sedih melihat semua kenyataan ini. Merasa geli karena setiap ada permasalahan yang ada bisa dengan mudah ditebak jalan ceritanya, yaitu tanpa ending yang jelas. Merasa sedih karena setiap masalah yang diharapkan seluruh rakyat Indonesia agar mampu ditegakkan keadilan di dalamnya hanya berakhir dengan akhir yang mengecewakan, mengecewakan rasa mengecewakan biaya. Karena jika mau transparan, berapa biaya yang digunakan untuk membentuk pansus dan rapat Kasus Century? Dan biaya dari mana yang digunakan untuk “hajat yang diatas namakan rakyat” tersebut?&lt;br /&gt;Melalui tulisan singkat ini, penulis ingin mengajak kepada seluruh penduduk negeri ini, baik yang saat ini memegang kendali pemerintahan atau sebagai rakyat yang menyaksikan dan menikmati pemerintahan, agar masing-masing berusaha menghentikan “sandiwara” ini. Karena betapa indah negeri ini dikaruniakan oleh Allohu ta’ala kepada kita. Sudah butakah mata hati kita ketika melihat ajakan perdamaian oleh hijaunya pegunungan yang sering saksikan? Butakah mata hati kita ketika menatap luasnya lautan yang biru, yang seakan-akan menyerukan ajakan untuk dalam-dalam merenungkan akhir dari kehidupan yang sebentar ini?&lt;br /&gt;Melalui tulisan singkat ini, penulis hanya ingin berusaha mengamalkan apa yang pernah disampaikan Sang Tauladan Akhir Zaman di dalam sebuah hadist : &lt;br /&gt;Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubah dgn tangan jika tdk bisa maka dgn lisannya, jika tdk bisa juga maka dgn hatinya, itulah selemah-lemah iman.” [HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan lisan yang tertulis ini, penulis berharap kelak bisa menjawab pertanyaan dari Sang Penghisab ketika Ia menanyakan mengenai apa-apa yang telah dilakukan penulis ketika melihat kenyataan di negeri ini. Dan juga sekali lagi, ajakan kepada seluruh penduduk negeri, khususnya para pemimpin dan pendukung media massa, untuk segera menghentikan segala permainan ini.  Karena kelak ada perhitungan yang teramat dahsyat dan tak terhindarkan di negeri abadi. Sebagai telah dipesankan oleh Baginda Rasul dalam sebuah   hadist : &lt;br /&gt;"Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinan kamu." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menjadi seorang pemimpin maka bersiap-siaplah untuk dimintai pertanggungjawaban akan sepak terjang sewaktu menjadi pemimpin. Benarkah menjadi pelayan bagi rakyat, benarkah menjadi penentram bagi rakyat? Atau malah menjadi pembuat keresahan bagi rakyat. Jika sebagai insan media, maka bersiap-siaplah untuk dimintai pertanggungjawaban akan berita-berita yang telah disiarkan. Benarkah menjadi berita yang membangun atau hanya menjadi kuda tunggangan bagi setiap kepentingan?&lt;br /&gt;Sadar atau tidak disadari sebenarnya ketidakberkahan di negeri ini telah menjadi salah satu bukti apa yang telah Allah firmankan dalam Surat Al A’raf ayat 96: &lt;br /&gt;”Seandainya penduduk Negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka karena perbuatannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika kita seorang muslim sudah sepantasnyalah sejenak kita bertanya diri kita. Sudah sejauh mana kita meyakini akan kebenaran satu ayat di atas? Lalu sudah sejauh mana ada keinginan untuk menjadikan setiap kita menjadi orang beriman dan bertakwa? Dijelaskan dalam ayat di atas bahwa orang yang beriman dan bertakwa adalah orang yang tidak mendustakan ayat-ayatNya, termasuk dalam mengurus negeri yang indah ini, baik menjadi pimpinan, insan media maupun rakyat, sudah seharusnyalah menjadikan syariatNya sebagai pegangan. Karena negeri ini amanah dan bukanlah sebuah panggung komedi yang hanya dijadikan ajang bersandiwara, bercanda dan tertawa. Wallahu ‘alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diterbitkan juga &lt;a href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/panggih-waluyo-karena-negeri-ini-bukan-panggung-komedi.htm"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8125026043181528670?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8125026043181528670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8125026043181528670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/01/karena-negeri-ini-bukan-panggung-komedi.html' title='KARENA NEGERI INI BUKAN PANGGUNG KOMEDI'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-9181480709580196986</id><published>2011-01-26T17:05:00.002+07:00</published><updated>2011-01-26T17:05:32.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>APAKAH KITA PECINTA DUNIA ???</title><content type='html'>Dalam suatu pagi nan cerah, di sebuah taklim yang penuh harap akan ridho Alloh ada sederet kata dari seorang ustadz yang menghujam ke dadaku, “apakah kita pecinta dunia?”tanya ustadz. Saat itu dalam hatiku “Alhamdulillah insyaAlloh saya tidak”. Lalu sang ustadz meneruskan pertanyaan tersebut dengan “nah, jika kita mau jujur mari kita lihat daftar do’a-do’a yang senantiasa kita panjatkan kepada Allohu ta’ala”……, seberapa banyak di sana kita selalu mengharapkan nikmat sesaat di dunia ini? Dan seberapa banyak do’a kita untuk ending di akhirat kelak?? &lt;br /&gt;Subhanallah….. astaghfirullah….” Segera kuucapkan permohonan ampun padaNya, ternyata dalam sepinya hatiku dari pandangan manusia, dari menyendiriku dengan Alloh, aku telah terlena….do’aku hanya berisi keinginan selamat dari masalah duniawi….. &lt;br /&gt;Lalu, aku bertanya lagi….”dalilnya di Surat apa ustadz?? Beliau menjawab : ”insyaAlloh di Surat Al-Baqarah ayat 200-202”. Setelah aku buka : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 200 : “…..maka di antara manusia ada orang berdo’a : “Ya Tuhan kami, berikanlah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 201 : “Dan di antara mereka ada orang berdoa :”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 202 : “Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Alloh MahaCepat perhitunganNya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga ayat di atas dapat disimpulkan bahwa ternyata adalah sebuah kesalahan ketika kita hanya semata-mata berdo’a kepada Alloh dengan menginginkan kebaikan di dunia. Karena Alloh pun akan hanya memberikan kebaikan kepada kita di dunia saja. Namun seharusnya sebagai seorang mukmin yang meyakini bahwa akhir dari kehidupan ini adalah akhirat, maka haruslah mengisi do’a-do’a kita tentang kebaikan akhirat. Tidak bolehkah kita meminta kebaikan duniawi? Tentu saja boleh. Akan tetapi kebaikan duniawi tersebut selayaknya kita kaitkan dengan kebaikan akhirat. Misalnya, kita berdo’a agar diberi keluasan rezki harta di dunia sepatutnya harus kita tambahkan agar kita menjadi orang yang derma, sehingga dengan harta tersebut mampu menjadi penopang kehidupan bagi manusia yang lain yang membutuhkan. Atau, jika seorang yang belum menikah, hendaknya berdo’a janganlah semata-mata meminta pasangan yang cantik atau tampan, akan tetapi kaitkanlah dengan kenikmatan yang kekal di sana, misalnya agar mendapat istri atau suami yang bagus akhlak dan wajahnya dan sebagainya. Lalu berusaha untuk mendapatkan kebaikan itu. &lt;br /&gt;Jadi, apakah kita pecinta dunia? Marilah kita sama-sama jujur melihat daftar-daftar do’a kita kepadaNya. Kita cek, jika ada kesalahan maka sudah seharusnya kita memperbaikinya. Karena memang di dunia inilah tempat untuk memperbaiki segalanya. Bukan di sana (akhirat)!!! Wallahu ‘alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-9181480709580196986?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/9181480709580196986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/9181480709580196986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2011/01/apakah-kita-pecinta-dunia.html' title='APAKAH KITA PECINTA DUNIA ???'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5916710976391740536</id><published>2010-12-13T10:52:00.000+07:00</published><updated>2010-12-13T10:52:14.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>Hijrah</title><content type='html'>Belum lama kita memasuki tahun baru hijriah, yaitu sebuah tahun yang sesungguhnya adalah milik kita, kenapa milik kita? Karena pada penanggalan tahun hijriah inilah setiap kegiatan ibadah umat islam mengacu padanya, baik itu ibadah puasa ramadhan, puasa arafah, ibadah haji maupun ibadah-ibadah yang lain. Tidak ada satu ibadah pun yang mengacu pada penanggalan Masehi.&lt;br /&gt;Lain daripada itu, penanggalan hijriah ada kaitannya dengan sebuah peristiwa besar yaitu hijrahnya Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dari Mekkah ke Madinah. Dan pada saat itulah keputusan Rosullullah diambil, melihat keadaan dan situasi Mekkah yang sudah tidak kondusif lagi, dan itupun merupakan perintah dari ALLAH subhanahu wata’ala.&lt;br /&gt;Jika secara bahasa, hijrah berarti pindah dari suatu tempat ke tempat lain. Maka ada arti secara ma’nawi yaitu perpindahan dari sesuatu yang buruk atau kurang baik ke sesuatu yang lebih baik. Dan adapun hijrah yang dapat kita lakukan atau kita teladani dari Rosullulah adalah hijrah secara ma’nawi, karena tidak ada hijrah yang harus kita lakukan setelah penaklukan Kota Mekah, sebagaimana telah disampaikan Rosulullah dalam sebuah hadist :&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdah Adh Dhabbi berkata, telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Manshur Ibnul Mu’tamir dari Mujahid dari Thawus dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika terjadi pembukaan (penaklukan) kota Makkah: “Tidak ada hijrah setelah pembukaan kota Makkah, tetapi hanya ada jihad dan niat. Jika kalian diperintah untuk pergi (jihad) maka pergilah.” Ia berkata, “Dalam bab ini juga ada hadits dari Abu Sa’id, Abdullah bin Amru dan Abdullah bin Hubsyi.” Abu Isa berkata, “Hadits ini derajatnya hasan shahih. Sufyan Ats Tsauri meriwayatkan dari Manshur Ibnul Mu’tamir seperti hadits tersebut. (TIRMIDZI – 1516)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, maka bersegeralah kita untuk jujur mengkalkulasi segala hal keburukan atau kekurangan yang ada pada diri kita. Lalu kita mencoba dan berusaha untuk menghijrahkan diri dari segala kekurangan kita itu menuju kepada hal-hal yang lebih baik di mata Allah. Baik itu yang berhubungan dengan perbuatan keseharian kita, dengan pekerjaan kita maupun dengan ibadah-ibadah kita. &lt;br /&gt;Adapun beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam kaitannya dengan hijrah adalah sebagai berikut di bawah ini :&lt;br /&gt;1. Niat&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Anshari berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqash Al Laitsi berkata; saya pernah mendengar Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan” (HR. BUKHARI – 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadist di atas, kita diperingatkan oleh Rosulullah agar senantiasa mengecek niatan kita. Haruslah kita meluruskan niat hijrah kita hanya karena Allah ta’ala, bukan karena mengharap pujian segelintir makhluk atau berharap sesuatu dari iming-iming duniawi. Sebagaimana hijrahnya Rosulullah yang benar-benar beliau lakukan karena Allahu ta’ala. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Hijrah dan Pengorbanan&lt;br /&gt;Sebagaimana perjuangan, hijrah juga memerlukan pengorbanan, baik amwal (harta) dan anfus (jiwa). Allah berfirman :&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (At-taubah : 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan kebiasaan buruk menuju pada perbuatan yang baik di mata Allah juga memerlukan pengorbanan. Berat langkah maupun perasaan, ada kecamuk perang antara ya dan tidak.&lt;br /&gt;Hal itu pun juga dirasakan oleh Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam…, bagaimana beratnya beliau meninggalkan kampung halamannya, tempat beliau dilahirkan, tempat beliau menikmati masa kecil dan sebagainya. Namun karena perintah Allah, maka hal itu pun beliau lakukan bersama para sahabatnya, mereka telah berkorban dengan jiwa mereka maupun banyak harta yang mereka tinggal di kampung halaman. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Balasan untuk hijrah&lt;br /&gt;Apa balasan yang diterima oleh Rasulullah dan para sahabatnya ketika hijrah? Yang mereka dapatkan adalah kedamaian di Madinah dan akhirnya membuahkan kemenangan menaklukkan kota Makkah pada saat itu. &lt;br /&gt;Begitu juga dengan kita, ketika janji Allah telah jelas kita pun berharap dan harus yakin bahwa kemenangan dan rahmat Allah lah yang akan kita dapat jika kita mau berhijrah. &lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah : 218).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (At-taubah : 20).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5916710976391740536?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5916710976391740536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5916710976391740536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/12/hijrah.html' title='Hijrah'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8409029101051142393</id><published>2010-12-04T23:08:00.000+07:00</published><updated>2010-12-04T23:08:23.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di atas &quot;Property&quot;'/><title type='text'>Salut, Bertemu Makelar Santun</title><content type='html'>Pak Nur nama panggilannya, sudah dua kali menawarkan tanah untuk perusahaan tempatku bekerja .  Korek punya korek, ternyata ia dulu pernah bekerja di perusahaan agen property, beberapa tahun ia bekerja di sana “gonjang-ganjing” tahun 1998 itu ia berhenti dan akhirnya berusaha sendiri menjual atau menjadi agen property pribadi, ia bilang “yah kalau saya terus bekerja di sana hanya membuat kaya orang Yahudi, kan perusahaan saya itu milik orang Amerika pak”…(“wow millitan juga nih bapak” kataku dalam hati).&lt;br /&gt;Dan ia bilang, kepercayaan konsumen adalah modal terbesar baginya. Karena selama ini ia menawarkan tanah dengan jujur, tidak pernah dikurang-kurangi ataupun dilebih-lebihkan, apalagi sampai pada harga penawarannya pun sama dengan penawaran dari pemilik tanahnya, sehingga dia hanya yakin bahwa ketika ia mampu menjualkan tanah orang, insyaAllah ia akan dikasih juga oleh pemilik tanah. Bukan seperti kebanyakan makelar, sudah dikasih persenan dari pemilik…eee ia juga nyari tambahan dari harga per meter tanah yang ia tawarkan, apalagi jika pembeli ingin bertemu langsung dengan pemilik tanah, kebanyakan makelar agak mempersulitnya. Berbeda dengan pak Nur ini…wow pas dua kali survey, ia menemukan langsung saya dengan pemilik tanah, sehingga kita sebagai pembeli maupun penjual akan puas dengan maksud dari masing-masing kedua belah pihak. &lt;br /&gt;Berapa lama pak, jadi agen property pribadi seperti ini?” saya bertanya polos padanya. “wah..ya sudah cukup lama pak, makanya ini pingin istirahat, kemarin sudah beli dua buah ruko untuk daganglah”, jawabnya. &lt;br /&gt;Ternyata survey membuktikan ya…..bahwa tidak selamanya menjadi makelar tanah harus selalu bohong alias dusta dengan calon pembeli. Jadi makelar seperti ini tidak bisa dong kalau disebut “biong”, kalau boleh disebut sih disebut saja dia “majur” (makelar jujur) hehe….&lt;br /&gt;Siapa yang akan menyusul dan meniru Pak Nur sebagai Majur?? Jika Anda juga makelar tanah atau makelar apalah gitu…, sangat dianjurkan Anda menirunya!!! Moga Manfaat. Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8409029101051142393?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8409029101051142393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8409029101051142393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/12/salut-bertemu-makelar-santun.html' title='Salut, Bertemu Makelar Santun'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4713722562587923239</id><published>2010-12-03T23:29:00.002+07:00</published><updated>2010-12-03T23:29:30.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di atas &quot;Property&quot;'/><title type='text'>GURU GAYA MANDOR</title><content type='html'>“Pada siang ini kita akan membahas Action Plan” kata atasan saya. “Wah materi yang menarik nih” gumamku. “jadi, Alhamdulillah kemarin setelah saya ikut seminar lagi…saya diajari detail bagaimana langkah-langkah kita sebelum melaksanakan proyek developer. Ada hitung-hitungan begini bla-bla…..” terangnya lagi. “oia nggih…gimana kamu selama ikut pelatihan sebulan di A (sebuah nama perusahaan developer)?” tanyanya lagi. “waduh pak, alhamdulillah satu bulan di sana saya malah bingung, suruh jalan ke kompetitor, ke BPN, ke perijinan ke sana, kemari dan ke sana kemari tapi habis itu tidak ada follow up lagi saya harus bagaimana, paling hanya sedikit saja membahas hitung-hitungan secara global”, jawabku polos. “Nah…itulah mengapa saya seperti Wiro Sableng, yang gurunya banyak ke sana kemari, karena ternyata di developer lain mengajarkan bukan dengan gaya mandor. Apa gaya mandor itu, ya gitu…kamu di suruh ke sana kemari….lalu kamu suruh menyimpulkan sendiri dengan feeling masing-masing. Kenapa bisa mandor? Ya jelas, coba kita lihat para mandor di lapangan proyek, mereka sebenarnya secara hitung-hitungan teknik seperti “mekanika teknik” dan sebagainya tidaklah menguasai. Namun dengan ilmu jam terbangnya mandor plus ilmu titennya (berdasarkan pengalaman), maka para mandor itu pun akhirnya juga hapal dengan sendirinya apa-apa dan bagaimana teknis pengerjaan di lapangan…..tapi ya hati-hati kalau mengerjakan sekian puluh lantai lho ya….” Tegas atasanku…&lt;br /&gt;Hemmmmm, aku hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala,, ternyata sebulan kemarin diklat aku ketemu dengan Guru property bergaya mandor…., yah boleh sih…kalau jam terbangnya sudah banyak. Yah.. tapi semuanya benar kok gak ada yang salah…mereka masing-masing bisa menunjukkan keberhasilannya… semua benar, yang salah adalah developer yang tak mau bagi ilmunya buat kita hehe.&lt;br /&gt;Moga manfaat.!!! Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4713722562587923239?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4713722562587923239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4713722562587923239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/12/guru-gaya-mandor.html' title='GURU GAYA MANDOR'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8401683754531851380</id><published>2010-12-03T23:28:00.000+07:00</published><updated>2010-12-03T23:28:24.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di atas &quot;Property&quot;'/><title type='text'>BIONG = BIANG BOONG (TUKANG BOHONG)</title><content type='html'>Belum lama masuk dalam dunia “persilatan” property, ada saja istilah-istilah baru yang memang harus diketahui. Ada BU = butuh uang, TP = Tanpa Perantara, ada makelar, ada girik, ada leter c dan seabreg istilah yang lama-kelamaan juga tak asing di telingan. Tapi suatu hari ketika ke daerah Sirkuit Sentul saya janji survey dengan makelar, ia seorang ibu-ibu, janda pula…!! saya berharap semoga juga bisa menjadi rezeki dia jika memang tanah yang ditawarkan oke alias hot deal. Setelah buat janji di suatu tempat, akhirnya kami menuju ke arah lokasi tanah yang maksud….. Alhamdulillah ternyata di sana telah di tunggu dua orang yang berboncengan memakai sepeda motor, setelah sampai dan coba membuka pembicaraan, tak lama kemudian “grengg”…….. suara mobil avanza hitam lewat dan berhenti.&lt;br /&gt;“Nah…. ini bapak yang diserahi tanah ini” kata salah seorang yang berboncengan tadi. Ternyata….. dari mobil tersebut turun lima orang bapak-bapak….(beeee…mantabbb dalam hati aku bergumam)…&lt;br /&gt;Akhirnya tanpa basa-basi saya suruh mereka menunjukkan batas-batas tanah, wah…bak raja tanah saya ditunjukkan pula batas-batas tanah yang dimaksud. Setelah cukup, maka saya pun menyatakan dan berkenan untuk ditinggal dan saya sampaikan bahwa akan men-survey ulang lebih detail tanah yang mereka tawarkan. Ibu janda, dua orang berboncengan dan lima orang naik mobil avanza akhirnya berlalu meninggalkan saya. “Alhamdulillah”……batin saya lega.&lt;br /&gt;Lalu, saya berputar-putar hendak tahu lebih tentang daerah tersebut, Alhamdulillah terlihat seorang petani, saya tanya tentang keadaan tanah di situ “wah ati-ati pak di sini banyak sertifikat ganda alias sengketa.”….satu point ku kantongi. &lt;br /&gt;Kemudian aku berjalan lagi menyusuri tanah yang memang agak sedikit berbukit itu….”nah ketemu lagi seorang bapak-bapak” batinku. “misi pak, numpang tanya”, ada tanah mau dijual gak ya di daerah sini”? tanya saya cek. “wah…pak jangan di sini deh…” kalau mau saya tunjukkan di daerah yang aman, langsung ke pemiliknya….”…terus terang kalo saya mah bukan biong lho”… (apa tuh biong, batinku dalam hati). Akhirnya ku ambil sementara bahwa biong adalah makelar, lalu saya tanya “biong itu makelar ya pak?” iya betul, jawabnya. &lt;br /&gt;Nah….hari demi hari saya lalui (kaya’ sinetron jadinya  ) menyimpan kata “biong” dalam tanda tanya. Lalu pada suatu hari, saya mendapat telepon dari Pak Jiran, seorang bapak yang biasa kerjasama mengurus KIR Mobil sewaktu  saya masing di bagian keuangan. Dia bilang ingin menawarkan tanah, dan saya disuruh ke rumahnya. Akhirnya saya pun tidak menolak, karena memang sudah seperti teman sendiri, walaupun beliau lebih tua jauh dari saya. Setelah ketemu ngobrol punya ngobrol….. eee, ia lalu bilang…e iya mas Panggih saya ini bukang biong lho…. (batinku = lho kan bapak juga makelar?). Lalu saya tanya biong itu apa sih pak….? Dari kemarin saya masih bingung menerjemahkan”. Biong….masak gak tahu sih, ya Biang Boong lah mas Panggih…” (O alah….. ya ya ya…ternyata kebanyakan makelar memang pandai melebih-lebihkan barang dagangannya (tanah), ya dibilang ini itu dan itu lalu akhirnya jatuhlah pada hal-hal yang sifatnya gak benar alias bohong), maka bener juga tuh sebutannya biang boong…..!!!! hehe…alhamdulillah dapat ilmu lagi. Tapi apakah semua makelar = biong?? Mari kita lanjutkan perjalanan kita dan kita buktikan !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8401683754531851380?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8401683754531851380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8401683754531851380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/12/biong-biang-boong-tukang-bohong.html' title='BIONG = BIANG BOONG (TUKANG BOHONG)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4998957891835596139</id><published>2010-11-28T23:15:00.000+07:00</published><updated>2010-11-28T23:15:02.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pondok Ilmu 2016'/><title type='text'>SATU CITA ITU…</title><content type='html'>Alhamdulillah…, tiada kata yang lebih indah dari pada sepenggal kata itu. Mengawali sebuah langkah baru, dalam babak baru dalam cita yang telah tertulis. Kurasa tangan ini tak kuasa menggapai setinggi ini, kurasa kaki ini tak mampu berjalan bahkan berlari secepat ini dan kurasa otak ini tak setajam cahaya menembus kegelapan malam.&lt;br /&gt;Sebuah cita itu…kini tergapai pada tahun sebelum tahun target dan rencana…Engkaulah Ar-Rahmaan…, Al-Aziz.. yang menjawab segala mimpi, rencana dan untaian cita-cita. Semoga capaian ini tiada melalaikanku yaa Rabb…. Semoga capaian ini menambah kedekatanku denganMu  ya… muqollibal quluub…&lt;br /&gt;Tanggal 27 Nopember 2010 aku Engkau hijrahkan….menatap lebih rimbun dedaunan bukan tegaknya dinding pembatas, dengarkan nyanyian binatang malam bukan gelak tawa keluarga menyaksikan komedi malam…&lt;br /&gt;Depok…..aku datang dan berdiri di atasmu kini….&lt;br /&gt;Ajari aku bersyukur atas semua ini…&lt;br /&gt;Bantu aku doa, tuk  meneruskan apa-apa yang belum terlesaikan kini…..&lt;br /&gt;Laa haula wala quwata ila billahi…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4998957891835596139?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4998957891835596139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4998957891835596139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/11/satu-cita-itu.html' title='SATU CITA ITU…'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3035200898895307876</id><published>2010-11-28T23:14:00.002+07:00</published><updated>2010-12-03T09:45:54.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di atas &quot;Property&quot;'/><title type='text'>BANJIR PENAWARAN, DIKIRA TENGKULAK TANAH  (MENGENANG AWAL “NAIK PROPERTY)</title><content type='html'>Masih teringat, sewaktu kacau dalam pikiran saya. Bekerja di bagian keuangan, mengurus asset-asset kantor, tiba-tiba ditambah agenda “nyurvey”…(harus selalu on/siaga menunggu kabar dari “para petinggi” kantor). Saat itu di tempat pekerjaan yang awalnya tekun di bidang pembangunan tower and tower tapi kini melirik ke bidang developer. Lalu entah mengapa, saya harus menjadi yang pertama jadi tukang “ngecek” tanah orang. Dari wilayah Depok, Malang bahkan ke Bali……….(subhanallah…). Yang jelas ini semua merupakan bagian dari skenarioNya. Secara teknis mungkin karena saya dulu pernah jualan peyek di kantor, dan (bukan) kebetulan salah satu pelanggannya bahkan sempat bekerjasama membesarkan peyek itu adalah orang yang pertama mengusulkan dibukanya divisi property/developer..dan alhamdulillahnya secara emosional saya “agak” dekat dengan yang punya perusahaan (mudah-mudahan bukan sebuah kebanggaan, tapi jujur ini hanya sebuah catatan mengulang/mengenang).&lt;br /&gt;Hari demi hari, minggu dan akhirnya bulan…sudah beberapa lokasi saya injak, lihat, cek, putar-putarin. Apa hasilnya? Hmmm. Belum dapat lokasi juga!! Tapi Alhamdulillah, banyak sms masuk, menawarkan tanah…Allahu Akbar..!! terkadang sampai pada telepon ke HP, hingga terkadang malas untuk membalas sms-sms yang bertubi2 memberikan penawaran…&lt;br /&gt;Renung demi renungan, ternyata memang harus diterima begitu adanya. Kalau saya cari “sesuap berlian” (tidak cukup kalau hanya sesuap nasi  ) hingga kerja lintas divisi, maka mereka kan juga mencari sesuatu yang saya cari juga? Kerja mereka apa ya? Yah…itu, kerja mereka menawarkan dengan berbagai cara kepada siapa saja yang terlihat berpeluang akan “mengeksekusi” lahan yang mereka jadikan impian agar segera terjual dan tentunya mereka pun dapat akibatnya yaitu persenan.&lt;br /&gt;Sms lagi….mengenai tanah, telepon lagi mengenai tanah… Sms lagi….mengenai tanah, telepon lagi mengenai tanah…, biarlah ini menjadi bagian dari warna kehidupanku…, jika mereka menganggap saya sebagai juragan tanah, nah… Alhamdulillah,…itu merupakan doa untuk saya agar jadi juragan tanah beneran…semakin banyak sms, semakin banyak dan mantab doa-doa mereka…amiiin…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3035200898895307876?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3035200898895307876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3035200898895307876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/11/banjir-sms-dikira-tengkulak-tanah.html' title='BANJIR PENAWARAN, DIKIRA TENGKULAK TANAH  (MENGENANG AWAL “NAIK PROPERTY)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3100252781026966067</id><published>2010-11-11T18:51:00.003+07:00</published><updated>2010-11-15T16:26:21.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>Mbah Marijan Bersih, Peduli dan Profesional ?</title><content type='html'>“Halo, Assalamu’alaykum…..mas Panggih…” kuangkat panggilan di HPku dari nomor yang tak kukenal. Wa’alaykum salam..maaf dengan siapa ini? Ini Sugeng mas…”. Ternyata ia adalah saudara dari Yogya. Setelah menanyakan kabar terkini kondisi Merapi dan Yogya, tiba-tiba ia mengajukan sebuah pertanyaan…”mas Panggih, di Yogya ada lowongan mau ndak…?” serius nih katanya pingin bekerja dekat desa?”. “Kerjaan apa tuh dik Sugeng, insyaAllah memang pingin kembali ke desa tapi ya bukan sekarang”. Jawabku. “Benaarrr? Ntar nyesel?” Jadi juru kunci Merapi mas Panggih…hehehe.” Ternyata ia hanya bercanda. “Waduh..nanti aku jadi orang gak benar dong…”..jawabku. “Lho..kok gak bener,…..Mbah Marijan itu contohnya………..&lt;br /&gt;Akhirnya dan seterusnya percakapan itu berujung sedikit debat, di mana saudaraku tetap yakin bahwa Mbah Marijan adalah orang yang bersih, yang taat beribadah, peduli dengan alam dan professional dalam menjalankan perintah sultan dari kerajaan Yogya. Benarkah demikian? &lt;br /&gt;Belum lama, di samping memberitakan meletusnya Merapi, berbagai media juga tak ketinggalan memberitakan meninggalnya seorang tokoh yang dianggap pernah mampu “menaklukkan” Merapi, yaitu Mbah Marijan. Hebohnya lagi, Mbah Marijan ditemukan meninggal dalam keadaan sujud di tempat tinggalnya. Berbagai komentar bermunculan, ada yang salut dengan kondisi sujudnya, ada yang takjub dengan keberaniannya, ada yang salut dengan amanahnya Mbah Marijan mengemban tugas sebagai juru kunci Merapi dari sultan keraton Yogyakarta. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;Berikut ada tiga hal yang perlu kita cermati, pertama, ternyata posisi meninggalnya Mbah Marijan adalah dengan sujud menghadap ke selatan bukanlah ke kiblat. Ada penuturan orang Yogya bahwa sesungguhnya menghadap ke selatan itu adalah sebagai usaha Mbah Marijan melindungi keraton Yogya agar tidak terkena bahaya dari Gunung Merapi. Dan juga dapat dipastikan bahwa sujud menghadap selatan bukanlah ibadah dalam Islam. Lalu ibadah apa? Wallahu’alam. Seperti yang sudah kita ketahui, Mbah Marijan hingga meninggal masih berstatus sebagai juru kunci, sebagai “penjaga” Merapi yang sering kita lihat masih melakukan ritual-ritual adat Jawa yang tidak ada dalam Islam. Dimaksud ritual karena memang bertujuan seperti layaknya ibadah untuk meminta keselamatan namun dengan berbagai sesajen. Dan secara umum kita semua telah mengetahui bahwa dalam Islam tidak ada penyampaian do’a kepada Allah dengan menggunakan sesajen. Jika demikian, maka diyakini bahwa ada “kekuatan lain” yang bisa memberi keselamatan selain Allah. Padahal dalam Surat Al-An’am : 162-163 yang artinya : “Katakanlah, sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku adalah bagi Allah Rabbul ‘alamin, tiada satu sekutupun bagiNya”. &lt;br /&gt;Ada lagi yang berargumen bahwa Mbah Marijan adalah seorang yang rajin sholat dan bahkan mendirikan sebuah masjid. Dalam sebuah Hadist Qudsi Allah berfirman : “Aku adalah Dzat yang tidak membutuhkan persekutuan. Siapa saja yang menyekutukanKu dengan selainKu dalam beramal maka akan Kutinggalkan ia bersama sekutuNya”. (HR. Muslim). Hadist di atas merupakan pernyataan Allah yang sangat jelas tidak bersedia untuk diduakan atau disekutukan, dan sesuai dengan makna tauhid “tiada ilah yang disembah melainkan hanyalah Allah ta’ala”.&lt;br /&gt;Yang kedua, benarkah Mbah Marijan seorang yang peduli dengan alam? Jika selama ini Mbah Marijan ikut membantu terjaganya hijaunya Merapi, maka tidak diragukan lagi bahwa Mbah Marijan adalah seorang tokoh yang patut ditauladani. Akan tetapi, ketika para ahli atau pihak yang berwenang menyatakan status bahaya pada gunung Merapi, seyogyanya Mbah Marijan mengikuti anjuran untuk meninggalkan Merapi, karena jelas akan membahayakan keselamatan jiwa manusia. Akan tetapi, Mbah Marijan tetap tidak mau meninggalkan tempat tinggalnya yang jelas akan terkena dampak bahaya Merapi. Apakah hal demikian merupakan tindakan peduli? Bukankah kita diberi amanah untuk menjaga jiwa raga ini? &lt;br /&gt;Yang ketiga, benarkah Mbah Marijan seorang yang professional menjalan tugasnya? Menjawab pertanyaan ini, kita harus membenarkan sudut pandang kita secara benar. Jika ada seorang perempuan yang ramah, santun, dan selalu memuaskan pelanggannya, padahal ia adalah seorang pelacur, apakah kita tetap akan mengatakan ia seorang yang professional? Jika kita mengaku sebagai hamba Allah yang taat tentu itu bukanlah sebuah keprofesionalan. Tapi hal itu adalah sebuah kemaksiatan. Begitu juga dengan Mbah Marijan, jika ia adalah seorang hamba yang benar, tentu ia lebih mementingkan tugas dari Allah ta’ala, yaitu menghindarkan diri perbuatan seperti “menuhankan” seseorang yang harus ditaati walaupun harus mengorbankan jiwanya.&lt;br /&gt;Tiga hal di atas, mungkin bisa menjadikan ibrah bagi kita sebagai hamba, yang selalu berusaha benar-benar menjadi hamba yang bersih, peduli dan professional di hadapan Allah. Dan tulisan ini bukanlah sangkalan bagi mereka yang bersikukuh menyatakan bahwa Mbah Marijan adalah seorang tokoh yang bersih, peduli dan professional karena sesungguhnya Allah-lah yang Maha Tahu dan mutlak memvonisnya. Dan kita sebagai ummat, hanya diberi sedikit hak untuk menilai dari tampak lahirnya semata dan disertai dengan dalil yang shohih dariNya. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu, “kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), ………….”.  (An-Nisa : 94). Wallahu ‘alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3100252781026966067?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3100252781026966067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3100252781026966067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/11/mbah-marijan-bersih-peduli-dan.html' title='Mbah Marijan Bersih, Peduli dan Profesional ?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3430937134305027361</id><published>2010-11-11T18:50:00.000+07:00</published><updated>2010-11-11T18:50:02.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>Bersyukur = Syukuran?</title><content type='html'>Seusai berbicang panjang lebar, tiba-tiba teman saya bertanya “oia mas…aku ada pertanyaan nih, aku kan sedang renovasi rumah dan Alhamdulillah akan segera jadi, nah cara syukuran yang bener itu bagaimana ya? Benar gak kita adakan syukuran seperti biasanya itu….., ?  “Maksudnya syukuran dengan tahlilan atau yasinan pak…?” tanyaku balik. “Iya…….jawabnya.  &lt;br /&gt;Begini pak,…” jawabku pelan. Panutan kita Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sudah jelas mencontohkan bagaimana caranya kita bersyukur dalam sebuah Hadist : Mughirah bin Syu'bah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah bangun untuk shalat sehingga kedua telapak kaki atau kedua betis beliau bengkak. Lalu dikatakan kepada beliau, 'Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu dan yang kemudian, mengapa engkau masih shalat seperti itu?' Lalu, beliau menjawab, 'Apakah tidak sepantasnya bagiku menjadi hamba yang bersyukur?”&lt;br /&gt;Begitulah Rasulullah mengungkapkan kesyukuran, menerjemahkan kesyukuran dengan memperbanyak ibadah, semakin mendekatkan diri kepada Allahu ta’ala. Tidak pernah beliau mencontohkan bersyukur dengan berkumpul-kumpul atau makan-makan sekalipun, seperti apa yang telah biasa kita lakukan selama ini, sehingga makna kesyukuran atau bersyukur itu menjadi sempit hanya sebatas tradisi saja. &lt;br /&gt;Begitu juga dengan “selamatan”, Allah telah jelas juga menyampaikan dalam sebuah firmanNya dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shoff ayat : 10 – 11, yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”.&lt;br /&gt;Ayat di atas menunjukkan bagaimana cara kita menyelamatkan diri, menyelamatkan diri dari apa yang terpenting jika bukan menyelamatkan diri dari api neraka? &lt;br /&gt;Jadi, terlepas dari ungkapan atau pernyataan bahwa acara selamatan dan syukuran yang selama ini biasa kita dilakukan adalah sebuah bid’ah dan sebagainya. Sebagai hamba, kita patut merenungkan sejenak, apakah amal yang selama ini kita lakukan sudah sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul kita? Jangan-jangan kita hanya sebatas ikut-ikutan saja. Dan nanti ketika kita ditanya Allah mengenai amalan yang telah kita kerjakan, ternyata kita tidak punya perintah yang jelas dariNya. &lt;br /&gt;Sekali lagi, jika kita seorang muslim dan ingin mengungkapkan kesyukuran dan keselamatan, tentu seharusnya meniru juga bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya mengungkapkan kesyukuran. Semakin memperbanyak ibadah dan selalu mendekatkan diri kepadaNya, karena memang sesungguhnya kenikmatan dan keselamatan bersumber dariNya. Jika memang ingin menyatakan kesyukuran dengan materi atau makanan, maka berilah makanan atau materi itu kepada yang membutuhkan, seperti anak yatim dan kaum dhu’afa. Wallahu ‘alam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3430937134305027361?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3430937134305027361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3430937134305027361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/11/bersyukur-syukuran.html' title='Bersyukur = Syukuran?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5783826366783411896</id><published>2010-10-27T22:19:00.001+07:00</published><updated>2010-11-09T18:28:42.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah kita?'/><title type='text'>Mematikan HP ketika sedang sholat, kenapa tidak?</title><content type='html'>Ketika kita sedang sholat berjamaah di masjid, tidak jarang kita menemukan di antara jama’ah masjid yang berdering HPnya atau bahkan kita pernah mengalami hal serupa, sehingga suasana yang tadinya khusyu’ akhirnya menjadi buyar  dan sangat terganggu dengan hal tersebut. Sebagai pemilik HP selain tidak khusyu’ tentu bertambah merasa bersalah ketika HP berulang kali berbunyi, karena si penelpon juga tidak tahu jika si pemilik HP sedang melaksanakan sholat.&lt;br /&gt;Melihat kenyataan di atas, tentu yang paling bertanggung jawab adalah pemilik HP yang berdering, karena sudah seharusnya ia mematikan HPnya sebelum melaksanakan sholat. Namun karena lupa atau terburu-buru sehingga HP pun masih dalam keadaan aktif ketika sholat berlangsung. Lalu apa yang dilakukan oleh pemilik HP jika HPnya berdering ketika sholat berlangsung? Padahal jika mengambil HP dari saku kemudian mematikannya khawatir batal sholatnya. Sehingga HP pun dibiarkan hingga berhenti berdering. &lt;br /&gt;Apakah Islam tidak mengatur mengenai hal ini? Apakah Rasulullah tidak pernah mencontohkan hal yang serupa? Jika berkaitan dengan mematikan HP ketika sedang melaksanakan sholat, tentu sudah pasti Rasulullah tidak pernah mencontohkan, karena memang pada zaman beliau belum terdapat HP. Namun ada beberapa hadist yang perlu kita cermati di bawah ini : &lt;br /&gt;1. ‘’Bunuhlah dua bimatang ular dan lipan, walaupun kamu sedang shalat.’’(HR.Bukhari)&lt;br /&gt;2. ”Dari Aisyah ia berkata : Adalah Rasulullah shallallhu alaihi wasallam shalat dan pintu tertutup, kemudian saya [ aisyah ] datang dan minta untuk dibukakan pintu, kemudian beliau berjalan dan membukakan pintu untukku, lalu kembali pada tempat shalatnya (Abu Dawud, kitab Ash-Shalah 922, At-Turmudzi, kitab Ash-Shalah 601, An-Nasa’i, kitab As-Sahw 2/11).&lt;br /&gt;3. Berkata Abu Qutadah ra;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam (SAW) pernah menggendong Umamah binti Zainab, cucu beliau sendiri ketika shalat. Ketika sujud beliau meletakkannya dan ketika berdiri, beliau menggendongnya lagi. (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dari beberapa hadist di atas menunjukkan bahwa gerakan-gerakan yang sedikit tidak membatalkan shalat, juga gerakan-gerakan yang terpisah-pisah dan tidak berkesinambungan tidak membatalkan shalat. Artinya dalam shalat  ketika ada keperluan, dibolehkan melakukan gerakan di luar sholat.  Bahkan jika dalam kondisi terpaksa, jangankan bergerak untuk menonaktifkan HP, berlari pun dibolehkan, seperti dalam situasi perang. Oleh karena itu, prinsip utama harus dipegang bahwa menjaga konsentrasi orang banyak dalam salat dapat dianggap sesuatu yang darurat (sangat penting). Inilah alasan yang dapat diajukan sehubungan dengan solusi bagi orang yang terlanjur tidak me-nonaktifkan HPnya sebelum shalat berjamaah. Jadi sekali lagi, dibolehkan mematikan HP berdering ketika kita sedang melaksanakan sholat. &lt;br /&gt;Namun alangkah lebih baik jika sebelum “menghadap” Allah dalam sholat, kita siapkan dulu lahir dan batin kita, termasuk menonaktifkan HP. Kepada si penelpon, hendaknya juga memperhatikan waktu ketika hendak menelpon dan jika ia muslim sudah seharusnya ia berada dalam barisan shof jama’ah di masjid. Demikian. ’Semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5783826366783411896?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5783826366783411896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5783826366783411896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/10/mematikan-hp-ketika-sedang-sholat.html' title='Mematikan HP ketika sedang sholat, kenapa tidak?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6516123871743364148</id><published>2010-10-27T22:06:00.000+07:00</published><updated>2010-10-27T22:06:01.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>“Allah lebih tahu….?”</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, seperti biasanya di pagi hari, aku mempunyai tugas rutin untuk beres-beres rumah sambil momong bidadariku, sedangkan istri berjibaku menyiapkan sarapan dan sebagainya. Pada saat aku memasukkan sampah ke bak sampah, qadarullah bisa bertemu dengan bapak yang biasa mengambil sampah setiap hari. Kuucapkan terima kasih padanya “terimakasih ya pak,…masyaAllah bapak rajin banget, berangkat jam berapa pak?”. “Jam empat, jam segini sudah dapat tiga RT” jawabnya. Lalu aku tanya lagi, “sholat shubuhnya di mana pak?”. “Yah Allah yang lebih tahu lah pak” jawabnya sambil berlalu. &lt;br /&gt;Aku langsung diam tersentak, sambil berfikir, akankah Allah memahami hamba yang meninggalkan sebuah kewajibannya sebagai hamba?. Padahal dalam keadaan sakit dan perang pun, sholat masih harus dikerjakan. &lt;br /&gt;Karena memang sudah jelas sholat merupakan salah satu rukun dari agama kita, dalam sebuah hadist :&lt;br /&gt;Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim).&lt;br /&gt;Jadi jika berbicara rukun, maka itu merupakan sebuah persyaratan mutlak bagi kita sebagai muslim. Maka, dari sedikit kisah di atas, mungkin kita dapat mengambil hikmah. Betapa sering dengan alasan kesibukan duniawi, kita menyandarkan mudahnya Allah membolehkan meninggalkan sebuah kewajiban, padahal itu semua sesungguhnya hanyalah kelemahan kita untuk berusaha menjalankan sebuah kewajiban sebagai hamba. Memang, pada saat tertentu Allah memberi kemudahan atau keringanan untuk kita misalnya jama’ dan qoshor dalam safar atau sholat dengan duduk apabila sakit dan tidak memungkinkan untuk berdiri. &lt;br /&gt;Namun jelas tidak benar, ketika kita mengubah keringanan itu menjadi keringanan yang ujungnya meninggalkan sebuah kewajiban. Semoga sekelumit ini dapat bermanfaat bagi kita. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6516123871743364148?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6516123871743364148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6516123871743364148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/10/allah-lebih-tahu.html' title='“Allah lebih tahu….?”'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8907894523514133514</id><published>2010-10-25T17:19:00.001+07:00</published><updated>2010-10-27T21:35:27.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di atas &quot;Property&quot;'/><title type='text'>Kata Mereka</title><content type='html'>Masih teringat...beberapa bulan yang lalu, ketika mengikuti sebuah training di Cirebon. Sebuah training mengenai bisnis yang menjanjikan dan sangat populer saat ini, yaitu property atau developer. Instruktur itu menyampaikan bahwa ada empat bidang yang akan melejitkan penghasilan : Pertambangan, IT, Keuangan dan Property. Setelah saya renungkan, memang ada benarnya juga, akhirnya saya semakin mantap menapakkan kaki. Mudah-mudahkan bisa membuahkan ilmu dan amal lalu untuk menjadi bahan bakar menuju cita nantinya. Sambil terus belajar insyaAllah, nanti akan saya share di sini. Mohon dukungan dan doa, semoga menjadi bahan bakar yang tepat. Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8907894523514133514?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8907894523514133514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8907894523514133514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/10/kata-mereka.html' title='Kata Mereka'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-239505645339620436</id><published>2010-10-25T17:11:00.000+07:00</published><updated>2010-10-25T17:11:03.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pondok Ilmu 2016'/><title type='text'>Tentang Pondok Ilmu (Sebuah cita di 2016)</title><content type='html'>Dari melihat, menatap dan merenungi...terasa ada yang kurang di antara keindahan alam pada dirimu. Dari melihat, menatap dan merenungi...terasa ada yang bahkan tak terpikirkan di antara kesibukan menanam, mencangkul dan memanen segala yang telah di anugerahkan olehNya pada dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang pergi, lalu pulang dengan gemerlap yang cukup menyilaukan..., namun tak menutup kekuranganmu..., &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai desaku nan hijau...&lt;br /&gt;Aku sadar aku lemah, karena memang aku bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;Namun karena cinta...aku pancangkan tiang-tiang cita..&lt;br /&gt;Agar kelak mampu berdiri di atasmu..sebuah tempat penuh cahaya dariNya&lt;br /&gt;Cahaya penerang sejati...yaitu ilmu..&lt;br /&gt;Ilmu untuk mengenalNya...Sang Maha Kuasa ilah seluruh jagat raya&lt;br /&gt;Semoga ini menjadi sebuah tanda...cinta&lt;br /&gt;Doakan aku wahai desaku...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-239505645339620436?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/239505645339620436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/239505645339620436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/10/tentang-pondok-ilmu-sebuah-cita-di-2016.html' title='Tentang Pondok Ilmu (Sebuah cita di 2016)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5400965649183492477</id><published>2010-10-02T23:12:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T23:12:57.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Merasakan (hidup adalah perjuangan)..</title><content type='html'>Bekerja, bergerak ternyata tak semudah menarikan pena di atas kertas saat menulis sejuta agenda. Agenda telah rapi, namun jika otak, hati dan kaki tak seirama, ternyata agenda hanya sebatas tulisan tanpa arti….sepiiiiii…!!!&lt;br /&gt;Serasa kuingin berguru kepada siapa yang mampu mengalahkan waktu hingga bertekuk lutut dengan agenda…namun kurasa tiada, semua insyaAllah tergantung pada diriku..&lt;br /&gt;Wahai cita, maafkan aku..&lt;br /&gt;Ini aku…kan kembali melaju…!!!! Allahu Akbar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5400965649183492477?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5400965649183492477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5400965649183492477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/10/merasakan-hidup-adalah-perjuangan.html' title='Merasakan (hidup adalah perjuangan)..'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8858878684581369794</id><published>2010-08-16T08:23:00.000+07:00</published><updated>2010-08-16T08:23:13.238+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Menawar Rindu (Ramadhan di Malang)</title><content type='html'>Hampir satu bulan penuh raga ini di Malang, Jawa Timur. Dinginnya tak juga mengeringkan keringatku menahan sebuah beban berat di hatiku. Yah..beban rindu dengan para kekasihku. Rasa ini sangat mirip rasa, di mana dulu kuangkat kakiku meninggalkan kampung halaman. Ada orang-orang tercinta yang seakan tak rela berpisah raga namun dengan alasan keadaanlah akhirnya berpisah jua. Hal itu pun terus terasa saat kujenguk lalu kutinggalnya lagi menuju kota harapan.&lt;br /&gt;Memang, terkadang terasa bagai pengecut, saat keputusan telah diambil oleh akal agar kaki mau melangkah, namun hati enggan dan tak mampu  menyembunyikan tabiatnya yang halus hingga bisikannya terdengar oleh akal dan kaki agar berfikir ulang dan berhenti.&lt;br /&gt;Dan aku berusaha jujur, ketika rindu mendera akal pun tak kuasa, dan mencoba memberi jalan keluar, sedangkan kaki terpaksa melangkah karena tuntutan keadaan. Namun ada saja yang mengatakan ini sebuah penyakit “home sick”……, akal pun berusaha bernegoisasi dengan hati dan mengungkapkan adanya pernyataan tentang itu, namun hati pun tetap bersikukuh pada pendiriannya, bahwa rasa ini bukanlah sebuah rekayasa atau konspirasi…, ini alami….” kata sang hati.&lt;br /&gt;Yah…kerinduan, sebuah rasa yang meledak-ledak, hingga ledakkannya menimbulkan mimpi, menggelorakan semangat tuk segera bertemu dengan apa yang dirindukan. Termasuk aku, saat mendapat telepon dari sang istri bahwa “si kecil” mencariku ketika melihat jamaah laki-laki, pada sholat tarawih di musholla…, “papah….!!!” panggilnya, ia mengira aku ada di antara jamaah tersebut…, karena biasanya ia sering mengajak uminya menyusulku saat aku sholat jamaah di musholla…..&lt;br /&gt;Ramadhan,…akhirnya engkau menjadi saksi, bahwa ada air mata di pangkuanmu karena rasa mendalam di hatiku…, seperti rindu makhluk akan hadirmu yang membawa kedamaian. Kuselipkan do’a didalammu, agar rasa ini segera terjawab…, agar mereka yang menyebutku sakit itu mengerti bahwa sangat dan teramat sulit bagiku untuk menawar rindu…., agar mereka juga tahu bahwa untuk urusan ini kekasih Alloh pun mempunyai kisah… &lt;br /&gt;Telah mengabarkan kepadaku Ziyad bin Ayyub dia berkata; telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qibalah dari Malik bin Al-Huwairits dia berkata; "Kami datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan kami pemuda yang sebaya. Kami tinggal bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam selama dua puluh malam. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam adalah seorang yang sangat penyayang dan sangat lembut. Beliau mengira kalau kami merindukan keluarga kami, maka beliau bertanya tentang keluarga kami yang ditinggalkan. Kami pun memberitahukannya, lalu beliau Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Pulanglah ke keluarga kalian. Tinggallah bersama mereka dan ajari mereka serta perintahkan mereka untuk shalat. Jika telah datang waktu shalat, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan yang paling tua menjadi imam'." (NASAI - 631).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang  sangat terasa, bahwa harta adalah raja dunia, yang terkadang mendorong dan memaksa kita hingga terpojok pada suatu kondisi yang harus berpisah. Namun subhanallah…., dari uraian hadist di atas sangatlah jelas,…betapa tajam kasihmu, betapa lembut dan halus rasamu ya.. Rasulullah…., hingga mampu menembus qolbu seseorang saat ia tak kuasa lagi tuk menawar rindu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8858878684581369794?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8858878684581369794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8858878684581369794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/08/menawar-rindu-ramadhan-di-malang.html' title='Menawar Rindu (Ramadhan di Malang)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4247953240761977968</id><published>2010-07-26T08:32:00.000+07:00</published><updated>2010-07-26T08:32:59.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>Kabar dari desa….</title><content type='html'>“Iya le, kasihan itu lek man….sudah capek-capek cari duit ke Jakarta, malah istrinya di kampung balasnya seperti itu.”.&lt;br /&gt;Kata-kata itu masih terekam jelas di memoryku, kata-kata ibu sewaktu aku telepon beberapa hari yang lalu.., menyayangkan akhlak seorang istri yang ditinggal oleh suaminya mencari  nafkah jauh di luar kota….,Hati ini pun turut pedih mendengar itu semua…&lt;br /&gt;Di desa, terutama di Jawa Tengah memang tidak sedikit mereka yang bekerja merantau di luar kota atau ke Jakarta. Termasuk di desaku, banyak para suami meninggalkan istri untuk bekerja di Jakarta, kota yang sampai saat ini masih menjanjikan, walaupun sebenarnya dari sisi kenyamanan sudah bisa dikatakan tidak layak. &lt;br /&gt;Di antara yang merantau tersebut, ada yang menjadi sopir, pedagang sayur, pembantu, karyawan dan sebagainya. Alasan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi adalah alasan utama dan bisa dikatakan tepat. Karena memang, jika mengandalkan hasil pertanian saat ini hanya cukup untuk kebutuhan makan. Padahal dituntut anak harus sekolah dan berbagai kebutuhan lainnya. Hal ini tak aneh dan sangat memperihatinkan nasib para petani, termasuk di desaku. Betapa tidak, saat musim menanam tiba, harga pupuk dan bibit sangat mahal harganya, namun ketika musim panen tiba, hasil panen seperti tidak  ada harganya sama sekali, namun harus bagaimana lagi, hal itu terpaksa harus diterima petani karena memang mereka bisa mendapat uang dari hasil panennya tersebut. Alhamdulillah juga, mereka tidak mengenal apa itu HPP (Harga Pokok Produksi), mereka tetap bersemangat menggarap ladang dan sawahnya dengan harapan subur dan bisa dipanen di beberapa bulan ke depan. &lt;br /&gt;Kembali ke masalah sebagian warga yang merantau, ternyata ada satu dampak negatif yang muncul. Dari sekian istri yang ditinggal ternyata kebanyakan “menyeleweng”. Yang lebih parah lagi, penyelewengan itu akhirnya malah menjadi kebiasaan dan candu, sehingga ia bisa dicap sebagai “wanita murahan”. Dan saat  ini, kejadian serupa menimpa pada istri dari kawan bekerjaku dulu. Sakit hati ini sebenarnya mendengar kabar, karena betapa aku tahu temanku itu sangat rajin bekerja di Jakarta dan tidak mau yang “neko-neko”, ia tulus…tapi ternyata “susunya dibalas air comberan oleh istrinya”. Kurasakan saat ini ia dalam kebingungan, antara percaya dan tidak percaya, antara kesal dengan istrinya dan sayang pada satu anaknya yang sudah besar. Aku rasa ini merupakan sebuah dilema bagi beberapa suami yang menimpa kejadian serupa. Walaupun ada satu suami yang langsung menceraikan istrinya ketika mendapati “ketidaksetiaan istrinya”.&lt;br /&gt;Dari kabar desaku tersebut di atas, aku mencoba melontarkan beberapa hal yang mungkin ada manfaatnya buat kita semua : &lt;br /&gt;1. Sedikit memaklumi&lt;br /&gt;Betapapun prihatin dan sedih melihat gejala sosial yang teramat buruk tersebut, namun saya sedikit memaklumi perasaan wanita yang ditinggal oleh suaminya. Ia pasti sangat merindukan belaian kasih dari suaminya, ia pasti merasa kehilangan sebuah sandaran hati dalam setiap masalah yang muncul di setiap harinya, ia akan kehilangan seorang pengontrol akhlaknya juga. Itu sedikit pemakluman dari sisi manusiawi…..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.Suami, harusnya tidak menikmati&lt;br /&gt;Niat awal untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, harusnya menjadikan semangat bahwa perginya suami ke luar kota  adalah karena darurat, sebab harus meninggalkan anak dan istri tercinta. Sehingga akan ada sebuah rencana atau planning ke depan, bahwa suatu saat akan membuat usaha di desa, misalnya membuka usaha service HP, usaha dagang dan sebagainya. Menurut saya, yang menjadi sebuah kesalahan adalah ketika keadaan darurat tersebut kemudian malah menjadi kenikmatan bagi para suami untuk mencari uang di tempat yang jauh dari orang-orang tercintanya itu, padahal jelas, tanggung jawab sebagai seorang suami tentu bukanlah semata-mata memenuhi kebutuhan materi. Harus menjadi pertimbangan misalnya, di kota mendapat income dua juta per bulan dan kalau membuka usaha di kampung mendapat setengahnya, namun bisa dekat dengan anak dan istri. Karena sekali lagi, kebahagiaan dan kebutuhan hakiki tentu tidak semata-mata semua atas dasar dari materi walaupun memang harus diakui semua hal membutuhkan uang, namun tentu uang bukanlah segala-galanya bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Pemerintah ikut andil ?&lt;br /&gt;Menurut saya ya, sebab api dari segala asap ini adalah ketidakmerataan kesejahteraan bagi kaum petani pada khususnya. Petani diangkat hanya pada saat menjelang pemilu, padahal mereka adalah pejuang bagi setiap energi yang menggerakkan kinerja Negara ini. Namun yang teramat menyakitkan lagi, adanya beras impor dan berbagai kebijakan-kebijakan yang lain yang belum menyenangkan bagi para petani….&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;4.Tetangganya kemana?&lt;br /&gt;Bagi saya sebagai tetangga harus juga menjadi benteng bagi setiap tindak kejahatan sosial seperti kisah di atas. Namun ketika sikap individualisme yang semakin menggejala hingga ke pelosok desa sana, akhirnya inilah yang terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Iman itu bentengnya… &lt;br /&gt;Namun, dari keempat point di atas, bagi saya iman adalah solusinya. Karena betapa jika kita rasakan, ia bagaikan permata yang sangat sulit untuk ditemukan, ia bagai cahaya yang padam, ia bagaikan mata air di tengah hamparan luas gurun pasir…jika suami beriman, jika istri beriman, jika tetangga beriman dan jika pemerintah pun beriman…., maka syetan pun akan merasa kewalahan.&lt;br /&gt;Demikian sedikit curahan rasa yang dapat saya sampaikan sebagai anak desa. Tinggal di antara kita jika memang menjadi seorang suami, menjadi seorang istri, menjadi seorang tetangga dan menjadi pemerintah harusnya memposisikan diri pada posisi yang tepat…jika kita mengharap selamat. Selamat dalam perjalanan dan selamat dari permintaan pertanggungjawaban dariNya. Wallahu ‘alam….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4247953240761977968?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4247953240761977968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4247953240761977968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/07/kabar-dari-desa.html' title='Kabar dari desa….'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8265224195371903380</id><published>2010-07-02T08:46:00.000+07:00</published><updated>2010-07-02T08:46:23.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>Atas Nama Cinta</title><content type='html'>“Mi, maaf aku pulang agak malam, masih ada kerjaan dari bos, doa’kan hati ini tidak larut dalam rutinitas duniawi ini”, seorang suami mengirimkan sms kepada istrinya, sementara adzan Magrib mulai menggema di berbagai penjuru.&lt;br /&gt;“Iya bi, insyaAllah kelelahanmu adalah jihad juga buat anak dan istrimu?” balas sang istri.&lt;br /&gt;Dari percakapan melalui sms di atas, nampak sebuah kegelisahan seorang suami karena kesibukannya. Ia begitu khawatir akan larut dalam rutinitas sehari-hari, lalu istrinya dengan jawaban menghibur mengatakan bahwa suaminya adalah seorang mujahid bagi istri dan anaknya di rumah. &lt;br /&gt;Namun benarkah demikian ? Mari kita bahas sejenak sepotong kisah ini.&lt;br /&gt;Jika kita boleh menilai, ungkapan kekhawatiran oleh suami kepada istrinya tersebut di atas adalah buah dari reaksi keimanan. Keimanan yang benar, yang selalu menimbang sisi kehidupan akhirat di sela-sela kesibukan duniawinya. Sementara jawaban klise seorang istri yang bermaksud menghibur tersebut sebenarnya jawaban yang mencoba melemahkan reaksi keimanan pada suaminya. &lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, terutama kita yang hidup di kota-kota besar, sebagai suami kita akan dituntut bekerja keras untuk menafkahi anak istri, karena berbagai tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Namun sayangnya, rutinitas yang awalnya semata-mata untuk mencukupi kebutuhan, akhirnya menjadi rutinitas yang melarutkan dan melalaikan bahkan menjadi dinikmati. Sehingga, ungkapan dari seorang suami seperti kisah di atas merupakan hal yang sangat langka pada saat ini. Karena betapa banyak dari kita sebagai suami justru malah bangga dengan kesibukan mencari nafkah hingga larut malam. Karena betapa banyak dari kita sebagai suami justru kemudian menjadi bangga dengan kesibukan mencari nafkah hingga keluar kota meninggalkan anak istrinya. Sementara kita lupa, bahwa ada hak untuk anak istrinya bukanlah materi semata, melainkan ada ilmu dan nasib mereka di akhirat kelak yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah sebagai Pemberi Amanah. Dan akhirnya karena sangat menikmati berbagai rutinitas itu kita bagaikan kumpulan robot-robot yang cinta dunia, padahal Rasulullah pernah mengingatkan dalam sebuah hadistnya : &lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mush'ab telah menceritakan kepada kami Al Auza'i dari Az Zuhri dari Ubaidullah dari Ibnu Abbas ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewati seekor bangkai kambing yang dibuang oleh pemiliknya, lalu beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh dunia itu lebih hina disisi Allah dari bangkai ini bagi pemiliknya. &lt;br /&gt;(AHMAD - 2890) : "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu hinanya hakikat dunia yang digambarkan oleh Rasulullah, namun betapa sedikit di antara kita yang mengetahui, memahami dan mengamalkannya. &lt;br /&gt;Sebagai seorang mukmin, bukan berarti kita lantas meninggalkan pekerjaan kita sebagai tanggung jawab menjadi kepala rumah tangga. Namun hendaknya kita tidak menjadi larut dan menikmati bahkan lupa akan hakikat penciptaan kita di dunia, yakni beribadah. Menjadi seorang istri yang baik, kita hendaknya juga sering mengingatkan suami, bahwa di sana ada Qur’an yang harus selalu dibaca, di sana ada berbagai ilmu yang harus digali, di sana ada tak terhitung jenis ibadah dalam rangka taqarrub ilallah yang seharusnya kita perhatikan kualitas dan kuantitasnya setiap hari. Dan juga sebagai atasan atau pimpinan perusahaan, kita  hendaknya tak sempit membuat target-target duniawi semata, sebab di sana ada kematian, di sana ada ending kehidupan yang kekal yakni Syurga dan Neraka yang harus lebih ditargetkan, dan Rasulullah mengingatkan:&lt;br /&gt; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Andai anak Adam memiliki dua lembah emas, nicaya ia menginginkan lembah lagi dan tidak ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat." &lt;br /&gt;(TIRMIDZI - 2259)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target dunia takkan ada habisnya hingga manusia mati, begitu kira-kira pesan Rasulullah. Sehingga, jika sebagai pimpinan perusahaan paham, sebagai karyawan mengerti dan sebagai seorang istri juga mengetahui akan hakikat dunia. Maka kita akan meletakkan dunia ini tepat pada tempatnya yaitu hanya sebatas genggaman bukan memasukkannya dalam hati. Karena begitulah seharusnya kita sebagai mukmin, yang jelas harus berbeda obsesi dengan orang kafir. Jangan sampai kita mengatakan setiap hari bekerja atas nama cinta anak dan  istri, padahal sebenarnya semua itu atas nama cinta duniawi.&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8265224195371903380?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8265224195371903380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8265224195371903380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/07/atas-nama-cinta.html' title='Atas Nama Cinta'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-7627128069732306405</id><published>2010-06-21T21:53:00.003+07:00</published><updated>2010-06-21T21:55:08.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Sayang.... (21-Juni-2010)</title><content type='html'>Sayang…. Walau malam mulai beranjak…pekat dan berusaha menenggelamkan semesta, namun tak mampu menenggelamkankan ingatanku pada rasaku, saat rasaku berat meninggalkanmu, saat rasaku kelu saat ingin mengucapkan salam perpisahan denganmu….&lt;br /&gt;Engkau mungkin belum tahu, mengapa aku harus meninggalkanmu,&lt;br /&gt;Engkau mungkin belum tahu, mengapa aku tak selalu disisimu……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yakinlah sayangku…&lt;br /&gt;Kutapakkan langkah ini  karena cintaku padamu&lt;br /&gt;Kulepas lembut tanganmu karena tingginya citaku untukmu..&lt;br /&gt;Doakan aku….bersama do’a ummimu anakku…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-7627128069732306405?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7627128069732306405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7627128069732306405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/06/sayang-21-juni-2010.html' title='Sayang.... (21-Juni-2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-253737815963883792</id><published>2010-06-19T21:55:00.000+07:00</published><updated>2010-06-19T21:55:22.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>Haramkah menolong saudara kita?</title><content type='html'>Siang itu suasana ruang kerja nampak setiap karyawan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sangat dimaklumi hari itu adalah hari Senin. Namun tiba-tiba “ngeek..”, suara pintu terbuka, seorang Office Boy membawa plastik putih berisi sesuatu yang terlihat berembun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia langsung mendatangi satu meja demi satu meja karyawan, seraya bilang “dari pak Rahmat pak, bu...”. Pas sampai di mejaku, aku baru tahu bahwa yang dibagikan adalah es krim yang dikirim oleh pak Rahmat, seorang manager dari divisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya menerima pemberian tersebut, aku menyeletuk..”wah produk mana nih..?”, jangan-jangan Israel...!!, maklum saat itu memang baru gencar-gencarnya penyiaran berita tentang kebrutalan Israel menghadang para relawan yang ingin menyalurkan bantuan ke warga Palestina di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama aku menyeletuk, ternyata ada yang menyahut, “lho memang haram dengan produk Israel? dalilnya apa yang menyatakan itu?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah di atas, ada satu hal yang sangat penting untuk kita bahas. Namun, kita tidak akan membahas tentang kejamnya pasukan Israel alias Yahudi, karena tentang ini Allah telah jelas menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'in bin Al Musattab dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah melaknat Yahudi dan Nashara karena mereka menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid." (BUKHARI - 418)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Allah sebagai Sang Pencipta telah menyatakan terlaknatnya kaum Yahudi, dan tentu kita sebagai hamba yang taat seharusnya tidak ada keraguan lagi mengenai status yang telah diberikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lain yang menarik dari sepotong kisah di atas, adalah bagaimana adanya dialog mengenai pemboikotan produk-produk Yahudi, namun ternyata ada yang menyangkal atau kurang menyetujui karena produk-produk Yahudi bukan merupakan produk yang diharamkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum panjang lebar membahas ini, ada sebuah cerita yang sejenak kita renungkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Konon ada di sebuah daerah ada dua orang pedagang beras yang tempat berdagangnya berdampingan. Satu pedagang diantaranya adalah Muslim dan satunya adalah seorang Yahudi. Terlihat toko milik Yahudi sangat ramai dikunjungi pembeli walaupun orang Yahudi itu sangat terkenal sombong dan sangat gemar membuat ribut dengan tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan toko beras milik Muslim tadi terlihat sangat sepi, terlihat beberapa anaknya diajak berdagang dengan alasan tidak mampu membiayai sekolah, jangankan untuk sekolah, untuk sekedar makan saja terkadang Muslim tersebut harus mencari pinjaman ke sana kemari, namun walaupun ia dalam keadaan seperti itu ia sangat dikenal sebagai orang yang sangat rajin beribadah, mendidik anaknya dan sangat santun terhadap tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diselidiki, mengapa Toko milik Yahudi jauh lebih ramai dibanding toko milik Muslim, ternyata beras milik Yahudi jauh lebih murah dibanding dengan beras yang dijual oleh orang Muslim. Hal ini dikarenakan si Yahudi berbelanja beras langsung ke Petani di daerah Pedesaan dengan menggunakan mobilnya. Sedangkan si Muslim, karena tidak mempunyai mobil, ia berbelanja menggunakan angkot ke agen beras di daerah tersebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan untuk kita sebagai seorang Muslim, seandainya kita bertempat tinggal di daerah tersebut dan ingin membeli beras, toko milik siapakah yang akan kita jadikan tempat berbelanja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, jika kita ingin menghemat pengeluaran lalu ditambah dalil bahwa membeli beras di tempat Yahudi tidaklah haram, maka pastilah kita akan membelanjakan uang kita di tempat Yahudi tersebut dan kita mencoba menutup mata untuk melihat anak-anak pemilik Toko Muslim yang terlantar tidak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu menutup mata hati kita untuk melihat “kesengsaraan” yang dialami oleh saudara Muslim kita. Kemudian dengan bangganya kita membawa belanjaan kita melewati depan toko milik Muslim tersebut. Jika seperti itu, mampukah kita bayangkan, bagaimana perasaan saudara satu aqidah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, mungkin kita lupa atau mungkin melupakan pesan dari Rasulullah tercinta :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Zakariya` dari 'Amir dia berkata; saya mendengar An Nu'man bin Basyir berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)." (BUKHARI - 5552).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadist di atas sangatlah jelas bahwa ikatan aqidah seharusnya menghadirkan sikap saling menyayangi, saling mencintai dan sikap care terhadap keadaan muslim lainnya, bukan malah “tak peduli”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ini, jika kita melihat kekejaman Israel alias kaum Yahudi yang berujung kesengsaraan yang dirasakan saudara-saudara kita di Palestine, konstribusi nyata apakah yang dapat kita lakukan? Akankah kita hanya mengatakan kasihan kepada saudara-saudara kita, atau hanya mengatakan bahwa Yahudi itu kejam dan sebagainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalaupun tak mengatakan itu, semua mata dan hati dunia telah tahu bahwa Yahudi itu kejam dan menyatakan belas kasihan kepada warga Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, kita tahu bahwa para kaum yang memusuhi Islam atau bisa kita sebut Israel dan Amerika juga sangat kuat dalam sendi perekonomiannya, sehingga satu sendi itu menguatkan sendi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan tidak mungkin jika senjata yang mereka gunakan untuk membantai saudara kita di Palestina adalah hasil dari kekuatan mereka dalam sendi perekonomian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka adakah kesalahan jika kita berusaha melemahkan satu sendi yang real mampu lakukan? Bukan Rasulullah menganjurkan jika ada sebuah kedzoliman atau kejahatan kita dianjurkan untuk melakukan semampu kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman." Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin al-Ala' telah menceritakan kepada kami Abu Mua'wiyah telah menceritakan kepada kami al-A'masy dari Ismail bin Raja' dari bapaknya dari Abu Sa'id al-Khudri dari Qais bin Muslim dari Thariq bin Syihab dari Abu Sa'id al-Khudri dalam kisah Marwan, dan hadits Abu Sa'id dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seperti hadits Syu'bah dan Sufyan." (MUSLIM - 70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ihwal pemboikotan terhadap produk Yahudi Cs bukanlah wilayah mengenai penentuan kandungan dalam produk itu halal atau haram, melainkan hal ini menyangkut sebuah upaya nyata kita sebagai saudara semuslim untuk mencintai saudara-saudara kita di Palestina dan sebuah penegasan yang nyata juga untuk memusuhi kaum Yahudi yang memang harus kita musuhi karena dengan jelas pula Allah telah melaknatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, entah mengapa dalam setiap kampanye pemboikotan, pernyataan yang menyangkal dengan dalih itu selalu muncul. Padahal jelas, dalih itu bukanlah dalih yang tepat dan seakan membutakan diri dari kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mudah-mudahan tulisan sederhana ini diberkahi oleh Allah sebagai Pemberi Hidayah, sehingga tulisan ini mampu sebagai wasilah hidayah bagi pelontar nada-nada kesumbangan itu, agar juga mau dan mampu melihat dalil yang lain, kemudian menumbuhkan perasaan kecintaannya kepada saudara seaqidah dan mengobarkan api kebencian kepada yang patut dimusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya merenungkan juga, jika mereka masih tetap mengatakan bahwa produk Yahudi Cs tidaklah haram sebagai dalih, maka apakah menolong saudara semuslim dengan jalan berjuang melemahkan sendi perekonomian musuh juga merupakan langkah yang diharamkan oleh Allah?&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link : http://www.eramuslim.com/oase-iman/panggih-waluyo-haramkah-menolong-saudara-kita.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-253737815963883792?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/253737815963883792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/253737815963883792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/06/haramkah-menolong-saudara-kita.html' title='Haramkah menolong saudara kita?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1657185430699078024</id><published>2010-05-11T17:32:00.002+07:00</published><updated>2010-05-11T17:32:59.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>Partaiku akan Kemana Sekarang ?</title><content type='html'>Masih segar dalam ingatanku, waktu itu sepulang kuliah, aku langsung cek jadwal kuliah untuk besok pagi, lalu kuambil beberapa buku langsung kumasukkan ke dalam tas agar besok langsung bisa berangkat kuliah. Hari itu hari spesial, tidak ada jadwal belajar atau menunggu pelanggan di rental komputer. Agenda rutin sebagai mahasiswa sekaligus perantau, sengaja aku pause sehari. &lt;br /&gt;Setelah makan di warteg sebelah rental, akupun minta izin pada paman, sebagai pemilik rental sekaligus orang tuaku di Jakarta. Minta izin tidak “Standby” di rental dan izin juga pulang malam. Lalu dengan bekal seadanya, aku pun bergegas berangkat. Naik angkot, menuju ke sebuah tempat tinggal teman. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaykum….”, salamku bersemangat ketika telah sampai di tempat yang kutuju.  “Waalaykum salam”…jawab serempak beberapa anak muda. Ahlan wa sahlan…sambut mereka. Afwan, baru pulang kuliah nih…., pinta maafku karena datang agak terlambat. Kulihat sudah puluhan kaos putih sudah selesai disablon. Akhirnya aku pun ikut berjibaku di sana, dengan niatan dan semangat suci untuk berjuang. “Allahu Akbar…..” geloraku dalam hati.&lt;br /&gt;Itulah sepotong kisah masa lalu, saat turut berjuang mendukung barisan ummat dalam sebuah partai dengan visi yang jelas “Bersih dan Peduli”. Semangatnya pun jelas, ingin melahirkan pemimpin yang bersih dari korupsi dan peduli dengan keadaan rakyat kecil. Di saat krisis kepemimpinan, di saat krisis moral, di saat krisis ekonomi bangsa, siapa yang tak merindukan pemimpin seperti itu? &lt;br /&gt;Tak hanya itu, saat jadwal kampanye menjelang, dengan semangat membara, kedua tangan dan kakiku juga mencoba turut menyumbang. Tak terhitung poster, bendera dan spanduk terpasang di pohon, di pagar-pagar dan di berbagai tempat lainnya dengan harapan menggugah hati dan harapan rakyat, bahwa besok akan ada kampanye partai yang “Bersih Pemimpinnya dan Peduli kepada Rakyatnya”. Sangat terasa saat itu getar-getar perjuangan di dada para kader yang umumnya adalah anak muda. Getar-getar perjuangan yang tulus ikhlas tanpa pamrih, kecuali hanya satu harapan yakni mewujudkan bangsa dalam keadilan dan kesejahteraan. &lt;br /&gt;Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jarak tempuh perjalanan di jalan politik, mengapa getar-getar perjuangan itu kian pelan dan menghilang? Panji-panji itu, sekarang berkibar di sana-sini tanpa ruh. Spanduk-spanduk ajakan itu, kini terpajang tanpa makna. Kebersihan kini terasa semakin tak terjaga, apalagi kepedulian, kini hanya slogan pemanis dan penguat status semata. &lt;br /&gt;Adakah kebersihan jika sudah tak terasa gerak nyata untuk membersihkan lingkungan yang kotor? Yang ada kini malah justru ikut terkena kotor. Adakah kepedulian saat membela dan mempromosikan kemewahan di tengah penderitaan rakyat? Yang ada justru alasan membenarkan kebiasaan bermewah-mewahan itu. Yang terkini, menggelar hajat mewah di hotel ternama dengan alasan memperbaiki citra.&lt;br /&gt;Yang terasa memang profesionalisme. Yah profesionalisme menghadapi realita di saat kesempatan telah didapat. Mengumpat syariat dengan dalih maslahat, memvonis kader yang tidak taat saat ada uraian tabayyun dan nasihat. &lt;br /&gt;Entah, kini harapan-harapan indah rakyat akan bersandar dimana? Jika dulu ada sebuah partai harapan, jika dulu ada partai yang bersemangat menuju perubahan, jika dulu ada sebuah partai yang patut dijadikan tauladan, namun kini harapan itu telah hampir mati, walaupun slogan itu masih terdengar indah bahwa “harapan itu masih ada”.&lt;br /&gt;Namun sebagai seorang mukmin, tentu aku tak akan berputus rahmatNya, karena harapan itu memang harus selalu ada dan kusandarkan hanya padaNya. Lalu berdo’a, semoga para petinggi dan pengambil kebijakan partai yang dulu terkenal “bersih” itu terbuka hatinya lalu mendapat cahaya. Juga kepada para kader tercinta mudah-mudahan mau membuka mata dan telinga, menerima nasihat kebenaran dan menghilangkan sifat “mengekor buta”, jika memang para pemimpinnya tak patut untuk ditiru dan diikuti, sambil terus mencari jawaban yang jelas dan tuntas, Partaiku akan Kemana Sekarang ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1657185430699078024?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1657185430699078024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1657185430699078024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/05/partaiku-akan-kemana-sekarang.html' title='Partaiku akan Kemana Sekarang ?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3927371062046118244</id><published>2010-04-13T18:24:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T18:24:20.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>Solusi itu di dada kita…</title><content type='html'>Jika kita mau melihat, mengamati dan mencermati, keadaan negeri yang konon tempat di mana tongkat dan batu ditanam jadi tanaman, kini menjadi tempat di mana ‘uang’ ditanam disitu ada perang. Mungkin tak berlebihan kalau disebut perang. Sebab para pemimpin yang harusnya membangun negeri ini dengan keinginan dan kebutuhan rakyatnya, malah terus menyuguhi kita dengan konflik yang tiada henti. Harapan rakyat yang ingin melihat wajah-wajah pemimpin baru mereka bekerja lebih optimal, ternyata harus menuai rasa kecewa. Rakyat terus menjadi penonton dan dibuat terlena menyaksikan media massa. Dari kasus KPK melawan Polri, Kasus Century, Terorisme dan kini kasus penggelapan uang pajak.&lt;br /&gt;Jika kita mau diam sejenak, berfikir dan merenung dalam kejernihan hati. Kesalahan ini kita ulang berulang kali dan seakan kita tidak mau mengintropeksi diri. Bahwa semua ini adalah bagian dari pilihan kita. Pertama, kita “rela” memilih para pemimpin yang hanya mampu “memajang” poster foto mereka yang paling banyak, yang paling gagah, yang paling manis berjanji, yang sesuai dengan pilihan partai pilihan kita. Padahal semua itu bukan tolok ukur sebuah kemuliaan seorang pemimpin, karena semua itu mampu mereka beli dengan “uang bisnis politik” mereka. &lt;br /&gt;Yang kedua, kita “rela” dan merasa bahwa sistem pemilihan pemimpin kita adalah sebuah sistem yang sempurna, adil dan fair,  karena suara siapa yang banyak disitu adalah pemenangnya. Lalu, apakah kita tak pernah berfikir, bagaimana jika suara yang paling banyak adalah suara pendukung koruptor alias “pembunuh rakyat”? bagaimana jika suara yang paling banyak adalah suara pendukung kebathilan?. Apakah kita juga akan merasa “rela” melihat kedzoliman memimpin? Apakah kita berbangga hati jika mempunyai pemimpin yang hanya berlomba-lomba memperebutkan kekuasaan? Apakah kita akan merasa bahagia jika mempunyai pemimpin yang “cuek” dengan keadaan rakyatnya?.&lt;br /&gt;Saudaraku yang dirahmati oleh Allah,&lt;br /&gt;Sudah saatnya kini kita membuka mata, membuka telinga dan membuka hati, bahwa sesungguhnya kita masuk dalam sistem yang tak akan pernah memberikan solusi. Jika kita muslim, harusnya kita yakin bahwa tiada sistem yang sempurna melainkan sistem Islam. Sistem yang dibuat oleh Pembuat Alam Semesta ini. Sungguh teramat lucu, jika kita mengaku-ngaku sebagai muslim atau mukmin jika masih berharap dengan sistem buatan manusia, yakni sistem suara terbanyak yaitu sistem demokrasi, yang sadar atau tidak, sesungguhnya lebih mempunyai esensi meninggikan suara manusia dibandingkan suara kebenaran yaitu suara Allah ta’ala. Walaupun dengan seribu dalih baik dalih adil dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dirahmati oleh Allah,&lt;br /&gt;Mari kita jawab dengan jujur dan obyektif, dengan kejernihan nurani kita, adakah keadilan dan kebenaran yang melebihi saat dimana kita meninggikan suara dari Yang Menciptakan kita??&lt;br /&gt;Mungkin di saat ini, tulisan ini menjadi sebuah tulisan yang sangat ekstrim. Terkesan “menantang” dan “melawan arus” dengan kesepakatan yang sudah lama dan dianggap final di negeri tercinta ini. Dan mungkin saja tulisan ini dianggap sebuah “provokasi”. Betapapun sesungguhnya tulisan ini dibuat atas dasar kecintaan yang mendalam terhadap bangsa ini. Kecintaan agar negeri ini menjadi negeri yang penuh keberkahan, bukan negeri yang penuh dengan pertikaian. Kecintaan yang mengharapkan agar negeri ini menjadi negeri yang mempunyai “izzah”, karena telah meninggikan suaraNya. &lt;br /&gt;Sekali lagi, tulisan ini sebenarnya bukanlah sebuah “provokasi” yang mengarah menjadi sebuah pemberontakan terhadap pemimpin yang ada. Namun tak lain adalah ajakan kepada setiap kita yang mempunyai nurani, kepada setiap kita yang menginginkan sebuah keadilan. Mari bangun dari tidur panjang yang “tak berkualitas”, kemudian membuka jendela lalu menatap keluar. Maka di sana ada cahaya mentari yang terang, yang takkan ada yang menyangkal bahwa itu adalah ciptaanNya dan menjadi penerang yang sesungguhnya. Bukan hanya penerang buat kaum muslimin, melainkan penerang buat seluruh makhluk ciptaanNya.&lt;br /&gt;Setelah kita buka mata kita, mari kita ajak keluarga kita, saudara-saudara kita, tetangga kita, agar mereka juga tahu bahwa itu merupakan sebuah kebenaran mutlak, yang tak harus ditimbang, dipikirkan apalagi dipilih dengan permainan apapun juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Jadi, permasalahan yang sekarang berkembang di permukaan dan di depan wajah kita saat ini sebenarnya berpangkal dari cara atau sistem yang saat ini kita pakai, yang kini telah menjadi mindset pada diri kita. Kita tidak mau keluar dari mindset itu dan dengan jernih melihat, bahwa sesungguhnya tak ada kesempurnaan dalam buatan manusia, termasuk hukum yang ada sekarang ini. Allah Sang Pencipta tentu Ia yang Maha Tahu sistem yang tepat untuk digunakan di bumi ini. Mengapa sebagai makhluk kita menjadi sok pintar ?? &lt;br /&gt;Maka dari itu, sekali lagi mari kita hadirkan kesadaran yang penuh dalam diri kita. Bahwa sebenarnya keadaan yang carut-marut saat ini ada andil kita di dalamnya. Ada campur tangan kita yang mungkin belum kita sadari. Jadi, tidak perlu kita bingung untuk mencari solusi dari segala masalah yang terus bermunculan saat ini. Karena sesungguhnya, solusi itu ada di dada kita masing-masing….&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3927371062046118244?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3927371062046118244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3927371062046118244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/04/solusi-itu-di-dada-kita.html' title='Solusi itu di dada kita…'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4273981110957963540</id><published>2010-03-29T08:41:00.002+07:00</published><updated>2010-03-29T08:41:10.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Kembali, 29 Maret 2010 (13 Rabiul Akhir 1431)</title><content type='html'>Kembali, berapa kejadian terlewatkan, yang masih teringat hanya sebuah kelelahan, memilih, memilah dan akhirnya memutuskan lalu menjalankan langkah yang mudah-mudahan merupakan sebuah tangga mimpi yang telah kubuat…..&lt;br /&gt;Walaupun memang semua kembali membisu dan diam tak berjalan segala tulisan agenda di lembaran-lembaran itu…..&lt;br /&gt;Rabb Engkau Maha Tahu akan gerak  niat dan raga ini menuju…, kusadari penuh kepapaan…ketiadaan dan ketidakberdayaan tanpaMU….&lt;br /&gt;Rabb……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4273981110957963540?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4273981110957963540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4273981110957963540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/03/kembali-29-maret-2010-13-rabiul-akhir.html' title='Kembali, 29 Maret 2010 (13 Rabiul Akhir 1431)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3556376603704760698</id><published>2010-03-18T08:37:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T08:37:00.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Sang Waktu, beri aku sedikit darimu…</title><content type='html'>Serasa malu tangan ini menulis agenda di lembar-lembar kecil kertas…”harus selesai hari ini” dalam hatiku. Engkau berjalan terus tak kenal henti, mengganti siang dan malam, mengantar dan mengusir matahari yang nampak dan pergi. Lalu aku seperti terinjak olehmu yang seakan acuh padaku….&lt;br /&gt;Wahai sang waktu.., tolehlah aku…tataplah aku barang sejenak saja….beri aku nasihatmu agar aku mampu mengarungimu dalam samudera ilmu dan hakikat diciptakanku…&lt;br /&gt;Wahai sang waktu, lihatlah hati yang resah ini, ketika selimuti aku dengan malammu…. Lalu terlelap dalam seribu mimpi yang berlalu..&lt;br /&gt;Wahai sang waktu beri aku sedikit darimu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3556376603704760698?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3556376603704760698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3556376603704760698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/03/sang-waktu-beri-aku-sedikit-darimu.html' title='Sang Waktu, beri aku sedikit darimu…'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8718093582603381505</id><published>2010-02-24T08:25:00.002+07:00</published><updated>2010-02-24T08:25:51.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Semoga bukan sebuah kekalahan.. (10 Rabiul Awal 1431/24 Februari 2010)</title><content type='html'>Serasa setahun kutak menggoreskan pena sebelum tidur…, kelelahan adalah alas an klasik. Aku tewas diterjang kantuk saat semangat berkobar…dan terus kujaga kobarannya…&lt;br /&gt;Semoga ini bukan sebuah kekalahan. Wajah  ini kuhadapkan padaMu ya Rabb.., aku tahu dunia ini teramat kecil dan hina di mataMu, maka jadikan pandanganku seperti itu…&lt;br /&gt;Berikan aku sebuah perniagaan yang lebih berarti. Perniagaan yang menjadi investasi di surgaMu kelak.., dan bukan sekadar menjual waktu untuk “mengisi” perut semata…&lt;br /&gt;Ya Allah, semoga ini bukan kekufuran, akan tetap kubersyukur atas nikmatMu. Namun aku masih menyimpan gelisah dalam perniagaan…tapi semoga bukan sebuah kekalahan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8718093582603381505?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8718093582603381505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8718093582603381505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/02/semoga-bukan-sebuah-kekalahan-10-rabiul.html' title='Semoga bukan sebuah kekalahan.. (10 Rabiul Awal 1431/24 Februari 2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1019309600742272173</id><published>2010-02-08T18:55:00.002+07:00</published><updated>2010-02-08T18:55:11.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>TETAPLAH BERKOBAR</title><content type='html'>Api ini bukan kobaran api neraka&lt;br /&gt;Yang membakar dan melibas buta&lt;br /&gt;Api ini bukan api besar yang hanya membakar&lt;br /&gt;Menumpas habis keringnya semak belukar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun api ini ada api nurani&lt;br /&gt;Yang membara karena tersulut luka&lt;br /&gt;Menatap angkara murka yang meraja lela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan…bukan…semoga bukan&lt;br /&gt;Api ini bukan api yang ingin menyala tinggi&lt;br /&gt;Di menara tinggi duniawi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai ilahi…hanya Engkau yang mengetahui &lt;br /&gt;Jangan padamkan api ini &lt;br /&gt;Biar berkobar, membakar yang patut terbakar&lt;br /&gt;Walau untaian waktu terus menjalar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1019309600742272173?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1019309600742272173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1019309600742272173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/02/tetaplah-berkobar.html' title='TETAPLAH BERKOBAR'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-193857438593124580</id><published>2010-02-08T18:54:00.002+07:00</published><updated>2010-02-08T18:54:36.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Bunga Akhir Zaman</title><content type='html'>Rentanya zaman&lt;br /&gt;Terasa melusuhkan ayat kebenaran&lt;br /&gt;Lusuhnya…merapuhkan kekuatan&lt;br /&gt;Kekuatan memegang bara api kemenangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dimuliakan, yang pernah dihinakan&lt;br /&gt;Tergores nama mengisi kalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentanya zaman&lt;br /&gt;Terasa melusuhkan ayat kebenaran&lt;br /&gt;Lusuhnya…merapuhkan kekuatan&lt;br /&gt;Kekuatan memegang bara api kemenangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menghinakan diri, yang telah dimuliakan &lt;br /&gt;Walau masih tergores nama mengisi kalamNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butakah matamu wahai bunga,&lt;br /&gt;Atas nama keindahan dan kebebasan, pada dunia kau  menghambakan&lt;br /&gt;Kau letakkan mahkota, kau injak dan ludahi&lt;br /&gt;Menutup kabar indahnya nikmat syurgawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai ilahi&lt;br /&gt;Masihkan di saat ini&lt;br /&gt;Perhiasan sejati tumbuh di bumi&lt;br /&gt;Menanti dalam sepi dunia&lt;br /&gt;Tersenyum mengingat ramai sambutan syurga&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-193857438593124580?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/193857438593124580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/193857438593124580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/02/bunga-akhir-zaman.html' title='Bunga Akhir Zaman'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3907017660506938228</id><published>2010-02-08T18:53:00.003+07:00</published><updated>2010-02-08T18:53:58.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PANAH-PANAH SYETAN</title><content type='html'>Panah-panah itu melesat cepat&lt;br /&gt;Menyerang di tengah ketidaksadaran&lt;br /&gt;Membuahkan keterlenaan&lt;br /&gt;Melahirkan opsi kelumrahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panah-panah itu melesat cepat&lt;br /&gt;Menembus dan merobek arti&lt;br /&gt;Yang dianggap tak berarti &lt;br /&gt;Karena menganggap tahu diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai diri, yang tak tahu diri&lt;br /&gt;Seberapa besar tahu dirimu&lt;br /&gt;Hingga abaikan panah-panah itu&lt;br /&gt;Menembus, mencabik izzah perjalanan suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai diri, yang tak tahu diri&lt;br /&gt;Tengok dan tataplah ke belakang&lt;br /&gt;Tentang sejarah indah…&lt;br /&gt;Para pejuang yang tak kenal lelah&lt;br /&gt;Juga terhadap panah-panah….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3907017660506938228?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3907017660506938228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3907017660506938228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/02/panah-panah-syetan.html' title='PANAH-PANAH SYETAN'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1588966134113215514</id><published>2010-02-08T18:53:00.000+07:00</published><updated>2010-02-08T18:53:02.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>CINTA  PERTAMA</title><content type='html'>Seorang wanita terbaring lemas di atas sebuah tempat tidur, nampak keringat bercucuran mengalir dari sela-sela rambutnya, lalu membasahi wajahnya yang terlihat pucat dan lemas. Ia seakan baru saja usai melakukan pertempuran yang teramat dahsyat, sehingga menguras seluruh tenaganya. Namun, kelelahan itu beranjak sirna saat seorang wanita berpakaian dinas putih memperlihatkan seorang bayi mungil yang masih merah, sembari berkata “Alhamdulillah anak ibu lahir dengan selamat dan sempurna ibu…”. Ia pun tersenyum lembut bersama aliran air mata di pipinya, “Alhamdulillah ya Allah….alhamdulillah…., terima kasih ibu bidan”. Seketika itu pula terasa lenyaplah rasa sakit dan lemas ditubuhnya.&lt;br /&gt;Saudaraku,…&lt;br /&gt;Itulah sekilas gambaran perjuangan keras seorang ibu saat melahirkan kita. Bukan sekedar gambaran perjuangan, namun juga gambaran cinta yang tulus tanpa pamrih dan gambaran cinta pertama tanpa akhir. Maka tak berlebihan jika Rasulullah ketika suatu hari ditanya oleh seorang sahabat tentang orang yang pertama kali berhak mendapat penghormatan maka jawaban Rasulullah adalah ibumu, hingga sampai sahabat itu menanyakan tiga kali dengan pertanyaan yang sama, maka Rasulullah tetap menjawabnya dengan jawaban yang sama, lalu baru dikatakan bapakmu.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kpd siapakah aku hrs berbakti pertama kali ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Ia berta lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’, Orang tersebut berta kembali, ‘Kemudian siapa lagi, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bapakmu’ “[Hadits Riwayat Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dirahmati oleh Allah…&lt;br /&gt;Di sela-sela kesibukan yang seakan tak berujung dan di sela-sela rutinitas yang juga seakan tak mempunyai batas, marilah kita sejenak merenung dan menjawab pertanyaan ini dengan sejujurnya. Seberapa besar perhatian kita saat ini kepada seorang wanita yang telah susah payah mengandung dan melahirkan kita? &lt;br /&gt;Mungkin kita lupa bahwa dalam tumbuh besarnya kita sampai saat ini ada perasan keringatnya. Mungkin kita lupa, dalam berhasilnya kita duduk di tempat kerja saat ini adalah karena untaian do’a dan tangisnya. Saudaraku, setiap hari kita terus larut dalam kesibukan mencari penghasilan memenuhi kebutuhan keluarga kita, menyapa rekan kerja dengan hormat dan lembut. Adakah sapa hangat dan hormat kepada ibu kita, walau hanya sekadar menelpon beberapa saat ketika itu? Saudaraku, setiap hari kita mungkin sering kita menanyakan kabar dan keadaan kepada rekan atau teman spesial kita walau harus sering mengisi pulsa di handpone kita. Adakah ketika itu kita mengkhususkan membeli dan menghabiskan pulsa semata-mata untuk menanyakan kabar dan keadaan ibu tercinta kita?&lt;br /&gt;Saudaraku yang dirahmati oleh Allah….&lt;br /&gt;Betapa mudahnya terkadang kita melupakan cinta pertama kita dengan kehadiran orang lain di sisi kita, baik itu istri maupun anak kita. Betapa mudahnya dengan alasan kesibukan pekerjaan kita, kita lupakan perasan keringat dan air mata dari seorang wanita lemah yang semata-mata ia keluarkan untuk kita. Padahal Allah pun telah menyatakan…&lt;br /&gt;“Kami perintahkan kpd manusia supaya beruntuk baik kpd kedua orang tuanya, ibu mengandung dgn susah payah, dan melahirkan dgn susah payah (pula)……(QS. Al-Ahqaf : 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz-Dzhabai dalam kitab Al-Kabair pun berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibumu telah mengandungmu di dalam perut selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yg hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dari teteknya, dan ia hilangkan rasa kantuk krn menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dgn tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas diri serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuan sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikannmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak dari kesusahan yg luar biasa dan panjang sekali kesedihan dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yg mengobatimu dan seandai dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dgn suara yg paling keras…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,..&lt;br /&gt;Sadar atau tidak sadar, di sana ada seorang wanita yang selalu mengkhawatirkan kita, dan selalu bertanya dalam hatinya “bagaimana ya keadaan anakku hari ini?” Ia sangat khawatir dan ingin selalu tahu keadaan anaknya setiap saat. Betapapun di saat itu tak sedikit pun kita teringat akan keadannya.&lt;br /&gt;Saudaraku,..sadar atau tidak sadar, di sana ada seorang wanita yang selalu melantunkan doanya untuk kita, dan selalu berharap agar kita selalu dalam keberhasilan. Ia sangat khawatir akan sesuatu kegagalan jika menimpa anaknya. Saudaraku, sadarkah kita akan hal itu? Dan terlantunkah doa untuknya ketika kita meminta kepada Allah agar memberi keberhasilan duniawi?&lt;br /&gt;Saudaraku yang dirahmati oleh Allah.,,&lt;br /&gt;Betapa indahnya kehidupan ini apabila setiap hari kita mampu mencium tangan ibu sebagai tanda hormat dan meminta restu sebelum menjalankan rutinitas kita. Dan betapa indahnya perjalanan hidup, apabila kita mampu menelpon dan menanyakan keadaan ibu kita walaupun ia berada nun jauh di sana. Dan betapa bahagianya ibu kita mendengar kabar anaknya dalam keadaan sehat, betapapun kita belum mampu memberikan harta yang berlimpah kepadanya.&lt;br /&gt;Saudaraku, sesungguhnya tak ada batas untuk kita selalu berbakti dan mencintai orangtua kita. Rasulullah telah mengatakan bahwa walaupun orangtua kita telah tiada, kita masih mampu menunjukkan bakti kita kepada mereka. Karena kata beliau segala amal manusia akan terputus setelah kematian kecuali salah satunya adalah do’a anak yang sholeh kepada orang tuanya. Do’a kita akan sampai kepada orang tua kita yang telah meninggal dunia, dengan satu syarat yaitu kita menjadi anak yang sholeh. Maka ada sebuah pertanyaan yang patut dan harus kita jawab, sudahkah kita berusaha menjadi anak sholeh bagi mereka?&lt;br /&gt;Saudaraku yang dirahmati oleh Allah,&lt;br /&gt;Begitulah keagungan Islam mengatur cinta dan kasih sayang, kepada cinta pertama setiap anak manusia, hingga sampai mampu menembus batas antara kehidupan dunia dan akhirat. Maka dari itu, mari kita senantiasa lantunkan do’a yang telah diajarkan Rasulullah, &lt;br /&gt;“Rabbighfirlii…wali waalidaiya warham huma kamaa rabbayani shogiira….&lt;br /&gt;“Ya Tuhanku ampunilah dosaku, dan dosa kedua orang tuaku dan kasih sayangilah mereka, sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecilku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bukti kasih sayang pada cinta pertama kita, dan bukan dengan cara-cara yang lain seperti Valentine, yang sebenarnya hanyalah sebuah “pelegalan” mengumbar hawa nafsu dan melupakan kepada siapa seharusnya kita mencintai. &lt;br /&gt;Wallahu ‘alam…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1588966134113215514?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1588966134113215514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1588966134113215514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/02/cinta-pertama.html' title='CINTA  PERTAMA'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2859913791757035845</id><published>2010-02-02T18:37:00.000+07:00</published><updated>2010-02-02T18:37:14.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>Kemewahan untuk mengurangi korupsi ?</title><content type='html'>Tanggal 28 Januari 2010 merupakan hari ke-100 dalam era pemerintahan baru hasil pemilu tahun 2009 yang lalu. Artinya, seratus hari sudah janji para wakil rakyat dan juga “idola” rakyat berlalu. Namun janji perubahan yang membuat nasib rakyat akan lebih baik juga tak kunjung terlihat. Sebagai rakyat yang beragama tentu tahu bahwa kita akan sangat enerima jika para pemimpin kita sudah semaksimal berupaya, namun belum membuahkan hasil perubaha. Karena kita yakin segala keputusan tentu Sang Kuasalah yang mempunyai hak untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berbeda halnya dengan sikap para pemimpin kita. Seratus hari sudah mengumbar janji, di hari itu pulalah ada wacana positif bahwa mereka akan menerima kenaikan gaji sebesar 20%. Luar biasa, kenaikan yang menggembirakan tentunya bagi para pemimpin kita, ditambah lagi lagi dengan mobil dinas senilai 1,3 milyar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tanggapan mengenai hal ini. Bagi rakyat, tentu berita ini membuat mereka mengelus dada. Khususnya rakyat kecil yang merupakan asset terbesar bagi para spekulan pencari kursi kekuasaan. Namun dari berbagai keluhan mengenai hal itu, ada salah satu anggota dewan yang berseloroh dan mencoba menjelaskan dan menjadikan berita tersebut merupakan hal yang sangat wajar bahwa semua itu untuk menaikkan kinerja dan mengurangi angka tindak korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tanggapan itu sangat menarik. Sebuah kemewahan di atas penderitaan rakyat dijadikan cara untuk mengurangi korupsi. Dan mungkin yang dimaksud adalah jika para pejabat suadh memiliki fasilitas yang mewah, maka keinginan untuk korupsi akan menjadi hilang. Namun pertanyaannya, apakah gaji dan fasilitas saat ini masih dianggap kurang? Dan siapa yang akan menjamin kinerja mereka akan meningkat, kemudian akan berkurang kebiasaan buruk untuk korupsi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah solusi yang tepat untuk mengurangi dan menghilangkan kebiasaan korupsi adalah dengan solusi pembenahan keimanan dan ketaqwaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia akan takut mengambil sesuatu yang bukan haknya jika ia tahu dan yakin akan akibatnya kelak dan manusia akan bertambah kinerjanya ketika ia tahu bahwa jabatan merupakan sebuah amanah yang pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. Kepada siapa? Tak lain dan tak bukan adalah kepada Tuhan, karena kita yakin bahwa para pejabat kita adalah sekelompok manusia yang masih mempunyai Tuhan yaitu Allah ta’ala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2859913791757035845?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2859913791757035845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2859913791757035845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/02/kemewahan-untuk-mengurangi-korupsi.html' title='Kemewahan untuk mengurangi korupsi ?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5932283992133519220</id><published>2010-01-27T17:51:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T17:51:04.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Walau tak bersamamu</title><content type='html'>Walau tak bersamamu&lt;br /&gt;Kuingin selalu mencintaimu&lt;br /&gt;Ikuti ucapmu, gerakmu dan diammu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tak bersamamu&lt;br /&gt;Kuingin terasa didekatmu&lt;br /&gt;Hingga ku hanyut dalam kisahmu&lt;br /&gt;Kisah lembutmu, kisah kasihmu pada ummatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingin menangis tersedu&lt;br /&gt;Bila kudengar kisah pengorbananmu&lt;br /&gt;Alirkan keringat dan darahmu&lt;br /&gt;Taruhkan jiwa dan raga&lt;br /&gt;Untuk sampaikan agama mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah..&lt;br /&gt;Walau tak bersamamu&lt;br /&gt;Walau jauh lompatan waktu&lt;br /&gt;Kuingin selalu mencinta dan merinduimu&lt;br /&gt;Dalam tiap langkah kakiku&lt;br /&gt;Dalam tak terbalas besar cintamu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5932283992133519220?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5932283992133519220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5932283992133519220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/walau-tak-bersamamu.html' title='Walau tak bersamamu'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-7452829602585856180</id><published>2010-01-27T17:50:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T17:50:13.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Harapan Biru</title><content type='html'>Dalam masih hangatnya kebahagiaanmu&lt;br /&gt;Kini kudatang lagi…tak lain tak beda&lt;br /&gt;Bersama tulisan beberapa bait kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sang waktu menggerutu&lt;br /&gt;Betapa tak bosannya aku berbicara tentangnya&lt;br /&gt;Tentang perjalanannya, menemani kita dalam kebahagiaan&lt;br /&gt;Dalam kedukaan, acuh dan tak ia hiraukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kurasa tak adil bila kita balas acuhannya&lt;br /&gt;Bertambah lama bersamanya&lt;br /&gt;Harus kita bertambah dekatNya&lt;br /&gt;Karena dia utusanNya yang taat&lt;br /&gt;Menggelar siang dengan panas yang menyengat&lt;br /&gt;Mengetuk pintu hati agar selalu ingat&lt;br /&gt;Mengganti siang dengan malam, bersama dingin selimuti alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang sungguh lucunya kita&lt;br /&gt;Tertipu, yah tertipu licik lenggangan zaman&lt;br /&gt;Yang melalaikan &lt;br /&gt;Yang membuat lupa kita&lt;br /&gt;Dengan gelak tawa, nyanyian dan ucapan &lt;br /&gt;Yang semua itu semu, tak berarti&lt;br /&gt;Di saat jelangan hidup semakin dekat&lt;br /&gt;Bukankah kita harus semakin mendekat dan bertobat&lt;br /&gt;Menghitung jejak langkah yan kita telah lalui &lt;br /&gt;Sudahkan terarah lurus, dengan bekal adanya&lt;br /&gt;Ataukah berlalu, hilang begitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah tahun depan, bulan depan, besok pagi&lt;br /&gt;Menit ataukah satu detik lagi&lt;br /&gt;Kepastian itu kan datang, sebab kepastian itupun tak pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku datang lagi, tak lain tak beda&lt;br /&gt;Bersama tulisan beberapa bait kata&lt;br /&gt;Dengan birunya harapan padamu&lt;br /&gt;Berusahalah memohon, menggapai cahaya terangNya&lt;br /&gt;Agar jelas langkah kita menuju kekekalan&lt;br /&gt;Melihat hidup si padi yang sejati&lt;br /&gt;Semakin using masa semakin merunduk diri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-7452829602585856180?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7452829602585856180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7452829602585856180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/harapan-biru.html' title='Harapan Biru'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2208501709258045963</id><published>2010-01-27T17:47:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T17:47:26.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Untukmu saudaraku…</title><content type='html'>Kawan…&lt;br /&gt;Di saat subuh, di sela dentuman rudal dan senapan&lt;br /&gt;Kau kumandangkan dan kau penuhi panggilan adzan…&lt;br /&gt;Sementara aku dalam tenang alunan adzan&lt;br /&gt;Acuhkan seruan, masih nikmat dalam kelelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan…&lt;br /&gt;Dalam rintih sakit dan kelaparan&lt;br /&gt;Kau teriakkan takbir, kau tegakkan sujudmu kepadaNya&lt;br /&gt;Sementara aku, dalam gelak tawa, canda ria aku lupa mengingatNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan …&lt;br /&gt;Aku rasa tak cukup kata dan ungkapan&lt;br /&gt;Jauhnya perjuanganmu dan lenaku&lt;br /&gt;Jauhnya taatmu dan bejatku&lt;br /&gt;Selamat berjuang kawan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2208501709258045963?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2208501709258045963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2208501709258045963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/untukmu-saudaraku.html' title='Untukmu saudaraku…'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2043058863128648285</id><published>2010-01-27T17:46:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T17:46:00.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ramadhan</title><content type='html'>Ketika engkau datang&lt;br /&gt;Kusambut penuh suka dan riang&lt;br /&gt;Kueratkan ikat pinggang&lt;br /&gt;Kukosongkan perut yang terbiasa kenyang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau datang&lt;br /&gt;Terasa syetan tak berani bertandang&lt;br /&gt;Dunia ini bagikan surga&lt;br /&gt;Menepi semua angkara murka&lt;br /&gt;Menepi semua tingkah yang nista&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kulihat TV&lt;br /&gt;Para artis pun berbenah diri&lt;br /&gt;Kenakan busana berbau islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika ku datang ke musholla&lt;br /&gt;Kulihat banjir lautan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, jangan kau pergi&lt;br /&gt;Karena belum reda kerinduan ini&lt;br /&gt;kerinduan melihat ketaatan hati&lt;br /&gt;dalam keindahan amalan kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ramadhan, jangan kau pergi&lt;br /&gt;kalaupun pergi tinggalkan sesuatu di hati ini&lt;br /&gt;kebersamaan tanpa kiasan&lt;br /&gt;ketaatan tanpa musiman&lt;br /&gt;hingga kita bertemu lagi&lt;br /&gt;bila ada kehendak ilahi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2043058863128648285?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2043058863128648285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2043058863128648285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/ramadhan.html' title='Ramadhan'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5521944581048356380</id><published>2010-01-27T17:43:00.001+07:00</published><updated>2010-01-27T17:43:39.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Raja Dunia</title><content type='html'>Mungkin karena nyata dan langsung terasa&lt;br /&gt;Dia tumbuhkan rasa suka dan bangga&lt;br /&gt;Karena suka dan bangga lalu menggantung padanya&lt;br /&gt;Dan lupa olehnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga..bila dia sedikit tiada&lt;br /&gt;Pening kepala terasa, suram muka, dan pahit di dada&lt;br /&gt;Hidup segan mati tak mau katanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah itu semua kiasan&lt;br /&gt;Bukanlah tujuan puncak harapan&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang tahu&lt;br /&gt;Namun tak mau banyak tahu&lt;br /&gt;Karena kau raja dunia&lt;br /&gt;Nyata dan langsung terasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5521944581048356380?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5521944581048356380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5521944581048356380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/raja-dunia.html' title='Raja Dunia'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-7624420714967184270</id><published>2010-01-27T17:42:00.001+07:00</published><updated>2010-01-27T17:42:42.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Obor Kecil Palsu</title><content type='html'>Kurasa semakin banyak jari bersahabat&lt;br /&gt;Memegang erat obor kecil&lt;br /&gt;Yang mereka kira mampu member guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang saat akal gelap dan hati gulita&lt;br /&gt;Sahabatku berlari&lt;br /&gt;Mengambil obor kecil&lt;br /&gt;Agar terang akal kembali, agar benderang hati lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah…&lt;br /&gt;Sungguh kasihan&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat tertipu&lt;br /&gt;Mereka harusnya tahu, bahwa obor kecil itu palsu&lt;br /&gt;Terlihat membawa terang tampang&lt;br /&gt;Namun sesungguhnya gelap pun menerpa sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabat-sahabatku…&lt;br /&gt;Sadarlah…ragamu selama ini menangis&lt;br /&gt;Mengharap jiwa yang bijaksana&lt;br /&gt;Tak menyiksa karuniaNya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-7624420714967184270?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7624420714967184270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7624420714967184270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/obor-kecil-palsu.html' title='Obor Kecil Palsu'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8909280945186983868</id><published>2010-01-27T17:41:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T17:41:14.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Kegelisahan...6 Shafar 1431 H (21 Januari 2010)</title><content type='html'>Walapun sebenarnya bukan sebuah hobi, untuk asyik menikmati seduan kopi. Mungkin karena kurang lebih satu jam tadi, ia membuat mata juga belum mau dipejamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku Imam Syafii, maka aku akan menghafal dan mengurai beberapa hadist di saat mata terjaga seperti ini, tapi aku hanya seorang panggih yang Alhamdulillah masih diberikan nikmat kegelisahan seperti ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan saat waktu habis untuk mencari maisyah, walau ada khawatir jika ini merupakan kufur nikmat, kegelisahan itu bukan hanya sebatas kekurangan materi, namun kegelisahan yang mendalam atas masih dangkalnya ilmu, sementara cita menjulang tinggi…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8909280945186983868?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8909280945186983868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8909280945186983868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/kegelisahan6-shafar-1431-h-21-januari.html' title='Kegelisahan...6 Shafar 1431 H (21 Januari 2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-7040140998968312130</id><published>2010-01-20T17:39:00.001+07:00</published><updated>2010-01-20T17:39:44.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Senyummu kembali…( 29 Muharram 1431 H/15 Januari 2010)</title><content type='html'>Alhamdulillah, senyummu telah kembali sayangku…&lt;br /&gt;Sang dokter member keputusan membahagiakan…”Anak Marwa boleh pulang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 16 aku “melarikan diri” minta izin pulang cepat dan bergegas..&lt;br /&gt;Menungu sampai ba’da magrib…&lt;br /&gt;Proses administrasi dan akhirnya, meninggalkan rumah yang tak kunjung sembuh itu….&lt;br /&gt;Alhamdulillah ya Rabb…Engkau permudah juga yang lainnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dis ana ada sepasang malaikat juga&lt;br /&gt;Membawa dan mengirim makanan selama 3 hari penuh, padahal setiap hari hati ini sering mengeluhkanmu, mengeluhkan sifatmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyaAllah, manusia memang tiada sempurna satupun&lt;br /&gt;namun mengapa aku belum juga paham dan memahaminya….?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-7040140998968312130?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7040140998968312130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7040140998968312130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/senyummu-kembali-29-muharram-1431-h15.html' title='Senyummu kembali…( 29 Muharram 1431 H/15 Januari 2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-958808579832126737</id><published>2010-01-20T17:38:00.000+07:00</published><updated>2010-01-20T17:38:08.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Dukun atau kyai…? (28 Muharram 1431 H/14 Januari 2010)</title><content type='html'>Sudah seminggu lebih kantor kehilangan material…., hingga beberapa orang yang ditunjuk dan didaftar dalam buku hitam, dan akhirnya salah satu karyawan berusaha…(katanya)&lt;br /&gt;Seusai beres-beres di RS, segera dilaju roda dua menuju rumah, berkemas, lalu beranjakl agi bekerja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama duduk di kursi “langganan”, kerja,aku dipanggil direksi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gih gimana hukum mendatangkan kyai yang akan menemukan atau mencari siapa yang mencuri material kita…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya pak…itu MUSYRIK…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-958808579832126737?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/958808579832126737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/958808579832126737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/dukun-atau-kyai-28-muharram-1431-h14.html' title='Dukun atau kyai…? (28 Muharram 1431 H/14 Januari 2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1409669381739699066</id><published>2010-01-20T17:19:00.001+07:00</published><updated>2010-01-20T17:19:31.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Senyummu menghilang (27 Muharram 1431/13-Januari-2010)</title><content type='html'>3 hari ini belum aku lihat senyum dan riangmu nak….&lt;br /&gt;Senyummu tiba-tiba lenyap, tawamu senyap, riangmu hilang…&lt;br /&gt;Engkau hanya lemas berbaring, aku tak percaya engkau adalah marwaku, hingga akhirnya sudah 2 hariini engkau “dipaksa” dirawat, subhanallah tempat yang aku takutku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak mengapa sayang, abi ingin segera melihat senyummu kembali dalam riangmu, dalam tawamu, sudah tiga hari ini tak juga Nampak aku sangat rindu…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1409669381739699066?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1409669381739699066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1409669381739699066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/senyummu-menghilang-27-muharram-143113.html' title='Senyummu menghilang (27 Muharram 1431/13-Januari-2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6028590198616056988</id><published>2010-01-20T14:42:00.000+07:00</published><updated>2010-01-20T14:43:37.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>SEMOGA DAN TERIMAKASIH PAK….( 24 Muharram 1431 H / 10 Januari 2010)</title><content type='html'>Hari ini, tempatku menumpang di Jakarta mudah-mudahan menjadi saksi nanti…dan semoga membawa keberkahan buat mereka yang menanti cinta…&lt;br /&gt;Ta’aruf fi baiti…mudah-mudahan menjadi jalan mendapatkan lagi setengah dienmu itu akhi…menemukan tulang rusukmu yang kemarin diambil dan bagimu ukhti agar mampu menjadi pintu kebahagiaan dambaan…amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum beranjak mereka, hpku berbunyi tanda masuk sms…&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pak Supri…teman “satu lingkaran” yang telah lama terajut, tapi kini telah berpencar. Ia menunggu di depan SD, kuhampiri….kuucap dari belakangnya salam penuh kerinduan, wajahnya masih tetap segar, menggerakkan…dan akhirnya larut dalam bincang di rumah…bercanda dengan aroma khas, lalu saat adzan dikumandangkan, kami beranjak, begitupun setelah itu kamipun beranjak lagi, mengulang kebiasaan lama…nongkrong di warung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pak? Sepertinya sudah menggapai cita..? Rumah sudah, yayasan sudah kan?&lt;br /&gt;Kalau aku belum pak, sekarang masih dalam masa pembebasan penyesak piker…dan terus berpikir bagaimana bisa mengubah diri dari pekerja yang banyak makan waktu menjadi seperti mereka? Para ustadz yang focus terhadap dakwah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai akhi…&lt;br /&gt;Siapa yang tak ingin seperti mereka? Siapa yang tak ingin menambah ilmu? Bukankah di tempat kerja kia bisa berdakwah? Sudah tiadakah orang yang belum seperti kita? Jika kita mampu mengajak mereka, bukankah itu dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan kita, tetangga kita…&lt;br /&gt;Masih banyak orang yang membutuhkan uluran&lt;br /&gt;Jika kita mampu membimbing mereka, bukankah itu sebuah dakwah dan gerak mulia&lt;br /&gt;Akankah kita menunggu ilmu kita seperti syeikh-syeikh, padahal rentang waktu kita sempit…?&lt;br /&gt;Memang kita masih memerlukan ilmu, namun bukankah bekal kita untuk mereka, teman-teman kita, tetangga kita sudah cukup?&lt;br /&gt;Masih banyak saudara-saudara kita yang belum bisa berwudhu dan sholat dengan benar.  Bukankah itu dakwah yang mulia, yang membutuhkan kerja keras juga?  Lalu merubah ilmu ilmu kita menjadi amal? Jangan biarkan ilmu kita membeku, setiap kita mempunyai pangsa pasar dakwah yang berbeda….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mengangguk dan mengiyakan tanda setuju…paham.&lt;br /&gt;Jazakallah pak…atas semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menggelorakan semangat sembari terus merengkuh ilmu.  &lt;br /&gt;Kedatanganmu tak sekadar mengisi perutku…&lt;br /&gt;Namun juga mengisi rongga-rongga hatiku yang masih kosong mengenai itu….,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah keluarga&lt;br /&gt;Dakwah tetangga&lt;br /&gt;Lingkungan kerja….&lt;br /&gt;Allahu Akbar!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6028590198616056988?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6028590198616056988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6028590198616056988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/semoga-dan-terimakasih-pak-24-muharram_19.html' title='SEMOGA DAN TERIMAKASIH PAK….( 24 Muharram 1431 H / 10 Januari 2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4766113209348732704</id><published>2010-01-20T12:54:00.001+07:00</published><updated>2010-01-20T15:10:54.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>SEMOGA DAN TERIMAKASIH PAK….( 24 Muharram 1431 H / 10 Januari 2010)</title><content type='html'>Hari ini, tempatku menumpang di Jakarta mudah-mudahan menjadi saksi nanti…dan semoga membawa keberkahan buat mereka yang menanti cinta…&lt;br /&gt;Ta’aruf fi baiti…mudah-mudahan menjadi jalan mendapatkan lagi setengah dienmu itu akhi…menemukan tulang rusukmu yang kemarin diambil dan bagimu ukhti agar mampu menjadi pintu kebahagiaan dambaan…amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum beranjak mereka, hpku berbunyi tanda masuk sms…&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pak Supri…teman “satu lingkaran” yang telah lama terajut, tapi kini telah berpencar. Ia menunggu di depan SD, kuhampiri….kuucap dari belakangnya salam penuh kerinduan, wajahnya masih tetap segar, menggerakkan…dan akhirnya larut dalam bincang di rumah…bercanda dengan aroma khas, lalu saat adzan dikumandangkan, kami beranjak, begitupun setelah itu kamipun beranjak lagi, mengulang kebiasaan lama…nongkrong di warung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pak? Sepertinya sudah menggapai cita..? Rumah sudah, yayasan sudah kan?&lt;br /&gt;Kalau aku belum pak, sekarang masih dalam masa pembebasan penyesak piker…dan terus berpikir bagaimana bisa mengubah diri dari pekerja yang banyak makan waktu menjadi seperti mereka? Para ustadz yang focus terhadap dakwah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai akhi…&lt;br /&gt;Siapa yang tak ingin seperti mereka? Siapa yang tak ingin menambah ilmu? Bukankah di tempat kerja kia bisa berdakwah? Sudah tiadakah orang yang belum seperti kita? Jika kita mampu mengajak mereka, bukankah itu dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan kita, tetangga kita…&lt;br /&gt;Masih banyak orang yang membutuhkan uluran&lt;br /&gt;Jika kita mampu membimbing mereka, bukankah itu sebuah dakwah dan gerak mulia&lt;br /&gt;Akankah kita menunggu ilmu kita seperti syeikh-syeikh, padahal rentang waktu kita sempit…?&lt;br /&gt;Memang kita masih memerlukan ilmu, namun bukankah bekal kita untuk mereka, teman-teman kita, tetangga kita sudah cukup?&lt;br /&gt;Masih banyak saudara-saudara kita yang belum bisa berwudhu dan sholat dengan benar.  Bukankah itu dakwah yang mulia, yang membutuhkan kerja keras juga?  Lalu merubah ilmu ilmu kita menjadi amal? Jangan biarkan ilmu kita membeku, setiap kita mempunyai pangsa pasar dakwah yang berbeda….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mengangguk dan mengiyakan tanda setuju…paham.&lt;br /&gt;Jazakallah pak…atas semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menggelorakan semangat sembari terus merengkuh ilmu.  &lt;br /&gt;Kedatanganmu tak sekadar mengisi perutku…&lt;br /&gt;Namun juga mengisi rongga-rongga hatiku yang masih kosong mengenai itu….,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah keluarga&lt;br /&gt;Dakwah tetangga&lt;br /&gt;Lingkungan kerja….&lt;br /&gt;Allahu Akbar!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4766113209348732704?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4766113209348732704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4766113209348732704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/semoga-dan-terimakasih-pak-24-muharram.html' title='SEMOGA DAN TERIMAKASIH PAK….( 24 Muharram 1431 H / 10 Januari 2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4052624818426753837</id><published>2010-01-20T12:07:00.000+07:00</published><updated>2010-01-20T15:12:07.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Catatan kecil karena Bekasi (23 Muharram 1431/9 Januari 2010)</title><content type='html'>Malam ini, entah mengapa mata yang seharian belum terpejam dan terbaring bersama tubuh juga terasa mengantuk, padahal hujan dari tadi tak kunjung berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi acara ta’aruf teman diundur..&lt;br /&gt;Bidadariku kuliah, sementara aku menjenguk anak paman yang baru sja lahir sepekan yang lalu…, setelah satu jam berjalan, alhamdulilllah sampai di tempat tujuan juga, Pekayon Bekasi, d sepanjang jalan di atas motor..aku hanya berdecak kagum dan istighfar…bukan karena melakukan kesalahan, namun mencoba membayangkan hampir setiap hari adik dari bapak yang aku kunjungi ini menempuh perjalanan kurang lebih 50 km pulang pergi untuk bekerja, jauh ya…? Itupun dengan menggunakan ontel…alias sepeda manual…subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumahnya, aku masih dalam kekaguman, rumahnya rapi sudah diplester, padahal dulu sewaktu menikah, rumah yang sebenarnya punya istrinya dan istri nya dapat warisan dari orang tuanya itu masih sangat sederhana sekali…dan sangat…&lt;br /&gt;Sekarang..aku tak percaya, jika ini rumahnya, rumah seorang office boy di kampus swasta, yang tega bekerja sama dengan “yayasan pekerja tega” yang membayarnya di bawah UMR.&lt;br /&gt;Lalu kami disambut istri paman, yang tadinya merupakan janda satu anak, ditinggal oleh suaminya…(mudah-mudahan suaminya diampuni dan bertobat)..amin.&lt;br /&gt;Digendongan paman Nampak bayi yang masih merah itu…&lt;br /&gt;Di depan TV Nampak anak perempuan asyik…melihat sebuah acara…&lt;br /&gt;Aku duduk…&lt;br /&gt;Masih saja terkagum akan ini….&lt;br /&gt;Paman…kau riang walau&lt;br /&gt;Kulihat engkau penuh peluh sengsara&lt;br /&gt;Lima puluh kilo meter setiap hari mengayuh sepeda&lt;br /&gt;Mendapat janda dan merawat satu anak tiri&lt;br /&gt;Juga yang makin membuatku bertambah&lt;br /&gt;Ia juga hidup bersama iparnya yang (maaf agak kurang…), namun demikian Allah ta’ala menyampaikan rizki lewat kaisan tangan iparnya itu dengan kumpulan barang-barang bekas…&lt;br /&gt;Subhanallah,,, 2 minggu kadang-kadang mampu menghasilkan Rp. 300.000,-an…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4052624818426753837?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4052624818426753837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4052624818426753837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/catatan-kecil-karena-bekasi-23-muharram.html' title='Catatan kecil karena Bekasi (23 Muharram 1431/9 Januari 2010)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6542136457627066382</id><published>2010-01-08T17:57:00.001+07:00</published><updated>2010-01-20T15:13:02.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Saat dilemahkan...(6 s/d 8 Januari 2009)</title><content type='html'>Tiga hari sudah,…semoga sebagai pengering dan penggugur dosa. &lt;br /&gt;Saat seperti ini memberikan Energi baru walau dalam saat ini juga energiku terkuras dalam cairan yang terus terbuang.&lt;br /&gt;Energi baru, energi kesyukuran yang seringnya hanya sebatas….&lt;br /&gt;Energi ini menghentakkan, bahwa terkadang kita sangat menganggap kecil berhati-hati memilih makanan padahal jelas Sang Pencipta menyuruh kita untuk makan yang halal lagi baik. Karena halal ternyata belum tentu baik, misalnya kita lagi terkena batuk, maka tak baik memakan gorengan, walaupun itu halal…&lt;br /&gt;Lalu Sang Pencipta juga menganjurkan kepada kita untuk berolah raga, gulatkah, renangkah…dan sebagainya…&lt;br /&gt;Dan kini…mudah-mudahan doa ini terkabulkan : &lt;br /&gt;“RAbb….keringkanlah dosa-dosaku…dengan penyakit ini&lt;br /&gt;Lalu gugurkanlah ia…&lt;br /&gt;Rabb…berikan satu energi yang baru…&lt;br /&gt;Kesyukuran….itu…, &lt;br /&gt;Rabb,, angkatlah penyakit ini……………”&lt;br /&gt;Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6542136457627066382?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6542136457627066382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6542136457627066382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2010/01/saat-dilemahkan6-sd-8-januari-2009.html' title='Saat dilemahkan...(6 s/d 8 Januari 2009)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-7654668859516179731</id><published>2009-12-30T18:02:00.001+07:00</published><updated>2009-12-30T18:02:51.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>AKHIR SEBUAH KEGELISAHAN</title><content type='html'>Lelaki  itu hanya menundukkan kepala, duduk bersila sambil meletakkan kedua tangannya di atas kakinya yang sedang bersila. Sepuluh jari tangannya semakin erat menyatu seiring derasnya aliran air matanya yang terus menetes membasahi pipi, jenggot dan akhirnya jatuh ke sajadah merah yang sudah nampak tua. sajadah itu ia bawa sepuluh tahun yang lalu dari kampungnya. &lt;br /&gt;Tak ada kata yang terucap selain istighfar, "Astaghfirullah Astaghfirullah…." yang semakin membuat deras air matanya. Dadanya bergemuruh kencang, disaat malam masih pulas tertidur. Lehernya terasa tercekik karena menahan sesenggukan tangis yang belum juga terhenti.&lt;br /&gt;Terbayang di matanya kisah sebulan yang lalu. Saat HPnya dapat beberapa miscall dari seseorang. Dia juga masih teringat sekali, dia membalas misscal tersebut dengan sebuah SMS, "Semoga hati selalu terjaga dalam batas-batas yang Dia tentukan". Dan terbalas lagi, "Loh kenapa mas, kan tidak ada salahnya bersilaturahim, asalkan kita bisa menjaganya". &lt;br /&gt;Di saat itulah hatinya mulai guncang, dan di saat itu pulalah di dalam hatinya selalu berkecamuk peperangan antara iman dan keinginan. Sering terjadi debat dalam batinnya. Iman selalu mengatakan bahwa agar selalu berhati-hati terhadap godaan, tapi keinginan dengan sangat sopan dan santun mengatakan bahwa tidak mengapa bersilaturahmi, karena selama ini jarang bersilaturahmi kepada wanita.&lt;br /&gt;Akhirnya sms itu pun tak dia balas-balas lagi, ia hanya menuruti hati kecilnya, bahwa aku harus berhati-hati, namun dia tetap saja dibayangi saat-saat wanita berkerudung panjang itu datang ke rental tempat kerjanya sekaligus tempat tinggalnya. Ada harapan indah yang terus dijanjikan oleh bisik keinginannya….masyaAllah wanita sholehah katanya. &lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, hari berganti hari dan peperangan itu terus berkecamuk dalam hatinya. Hingga di suatu petang, saat dia duduk menyaksikan berita di TV, tiba-tiba…."oi…ada yang nyariin…"!! suara teman dari lantai bawah. Dia pun segera turun, dug….", saat dia turun dia lihat wanita berjilbab panjang yang membuatnya gelisah itu datang bersama seorang laki-laki.&lt;br /&gt;“Ada apa mbak? Tegurnya. &lt;br /&gt;"Mau ngedit ketikan skripsi tempo hari mas, sedikit kok. &lt;br /&gt;“Oh ya…,” kemudian ia membuka file dan segera mengedit apa yang diinginkan wanita tersebut. Dan akhirnya selesai juga dia mengeditnya. &lt;br /&gt;"Piro mas?, sahut lelaki yang menemani wanita tadi. &lt;br /&gt;“Sekalian tumbas minyak wangi itu, sembari menunjuk barisan minyak wangi yang terdapat di atas etalase. "Sebelas ribu mawon mas.". Dan akhirnya terjadi perbincangan sesaat, &lt;br /&gt;"Lha jenengan asli pundi mas? (Kamu asli mana mas?). Kulo asli Wonogiri, saya kakaknya Ambar…perkenalkan Warono. Mendengar Wonogiri jantungnya seakan hilang, pikirannya seakan kosong, kaget dan tidak menyangka sama sekali bahwa ternyata wanita yang selama ini menanamkan kegelisahan itu satu kabupaten dengannya. Dia lalu naik ke lantai atas, mematikan TV lalu berbaring menatap atap bangunan rental yang tampak menua itu……., hitam…namun di situ muncul bayangan…saat orang tuanya berpesan bahwa nanti kalau mencari jodoh kalau bisa orang jawa, syukur-syukur jawa tengah atau dekat dengan Wonogiri. Dia masih saja membaringkan tubuhnya,…&lt;br /&gt;”Ya Allah inikah jodohnya, begitu cepatnya dia datang, padahal aku baru akan Sidang Skripsi…beban ini belum lunas ya Allah….mudahkan jalan ini bila dia jodohku…"hatinya berdoa. &lt;br /&gt;Begitulah perasaannya setelah mengetahui bahwa perempuan itu satu kabupaten dengannya. Kegelisahan itu pun akhirnya bercampur harapan. Setiap wanita itu datang, semakin yakin ia bahwa wanita itu adalah jodohnya. Namun hati kecilnya terus memberontak, tidak mau menerima yang selama ini telah terjadi. Karena selama ini dia telah berinteraksi dengan wanita yang bukan muhrimnya. Dan itu merupakan aibnya yang selama ini ia tutup-tutupi. Padahal di kampus, ia adalah dedengkot rohis. Dan tak jarang ia menegur langsung anggota rohisnya yang agar cair berinteraksi dengan lawan jenis. Lewat tulisan-tulisannya di mading, ia pun sering menuliskan tentang adab pergaulan lawan jenis dalam Islam. Bahkan ada anggota rohis yang sudah tidak aktif lagi gara-gara tidak terima di nasihati agar tidak terlalu cair berinteraksi dengan wanita. Namun apa yang terjadi kini? Dia sendiri pun mengalami terjangkiti virus yang selama ini gencar menyerang para ikhwan.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya ia mengadukan kegelisahannya kepada ustadz yang selama ini mengajarinya mengaji. Ia menceritakan panjang lebar tentang kegelisahannya. Dan akhirnya satu pertanyaan yang muncul dari mulutnya &lt;br /&gt;“Tadz, ini anugerah ataukah musibah bagi ana ya? &lt;br /&gt;Ustadznya pun menjawab, “Begini akh…, setiap permasalahan biasanya mengandung dua sisi kebaikan dan keburukannya. Nah…mendengar cerita dari antum, ane berpendapat bahwa hal ini tergantung dari dari bagaimana kita menyikapinya. Menjadi anugerah jika antum segera mempercepat pernikahan, sehingga antum mendapat separuh din dan juga mendapat ketenangan darinya. Lalu juga menjadi bencana ketika antum mencoba bermain-main dengan masalah ini. Artinya jika antum tidak secepatnya menikah, maka dimana ruh materi yang selama ini kita bahas?”&lt;br /&gt;“Ane setuju ustadz, tapi ane baru mau sidang lalu juga belum mendapat pekerjaan yang cukup menurut ane. &lt;br /&gt;“Ya.. itu akhirnya tergantung pada pilihan antum. Ane, memahami perasaan antum, artinya kriteria akhwat yang antum  pesan ka ane sudah antum temui, yaitu orang jawa dan sebagainya. Tapi menurut ane sekali lagi, antum perlu ambil jalan yang tegas. Menikah atau tidak, sebenarnya nikah siri pun bisa agar terjaga dari fitnah. Tapi kalau antum belum siap, maka saran ane, secepatnya antum matikan rasa cinta di dalam hati antum. Antum mengerti kan maksud ane?” &lt;br /&gt;“Iya tadz, ane sangat mengerti. Ane akan pikirkan lagi masalah itu.” &lt;br /&gt;Setelah dirasa cukup, maka lelaki itu kemudian mohon pamit pulang. &lt;br /&gt;“Baik Ustadz, sebelumnya syukron atas semua masukannya, ane pamit dulu tadz, mohon doanya. “Assalamu’alaikum……”&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam…”&lt;br /&gt;Dengan wajah muram laki-laki itu melangkahkan kaki meninggalkan rumah usdadznya. Berharap akan mendapat solusi dari ustadnya, namun sekarang malah semakin bingung rasa hatinya. Masih terngiang saran ustadznya, “nikah secepatnya atau matikan rasa cinta itu”. Sepanjang jalan seakan tidak ada yang membuatnya menarik, selain mencari jawaban atas dua pertanyaan : “menikah secepatnya atau mematikan rasa itu?” &lt;br /&gt;Sesampainya di rental, dia langsung menuju lantai atas, hanya sepatah kata salam dan sedikit paksaan senyum ketika melewati teman-teman yang masih ditunggui beberapa konsumen rental. Lalu ia rebahkan tubuhnya, ia memejamkan mata, membayangkan seandainya saat dia sudah bekerja kemudian langsung memutuskan untuk menikah. Lalu tiba-tiba, &lt;br /&gt;“Astaghfirullah…aku sampai lupa, dulu pas kuliah Pak Joko pernah nawarin kerja ya, mungkin aku bisa hubungi dia, jika nanti setelah sidang bisa langsung bekerja di tempatnya”, gumamnya. Pak Joko adalah seorang kontraktor langganannya mengetik surat-surat.&lt;br /&gt;Lalu segera ambil hp, dia tulis sms menanyakan perihal pekerjaan tersebut. Lama sekali tidak dibalas oleh Pak Joko. Tapi tiba-tiba…nada panggil hpnya berbunyi…”Nurkholim”, tertulis nama di HP tersebut. Dia angkat, Halo Assalamu’alaikum pak….&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam, gimana kabar?&lt;br /&gt;“Waduh kabar apa nih…skripsi kan?&lt;br /&gt;“Iya….&lt;br /&gt;“Iya pak…aku tinggal nunggu sidangnya nih…, maklum kampus kita kan nunggu kuota dulu..hehe…&lt;br /&gt;“Wah kebetulan nih….tadi dapat telpon dari Pak Kajur, kita bisa nggak 3 hari lagi Sidang Skripsi. &lt;br /&gt;“Wah InsyaAllah pak…ini juga lagi nunggu-nunggu…perlu dipercepat nih pak.&lt;br /&gt;“Oke berarti kita ada 5 orang yang maju sidang, yang pagi kamu dan yang sore ada 4 satu kelas dengan aku”.&lt;br /&gt;“Oke pak…, jam berapa?”&lt;br /&gt;“Jam 14.00 di Ruang 303, jangan lupa di perbanyak 5 kali ya skripsinya.&lt;br /&gt;“Iya pak ini sudah siap.&lt;br /&gt;“Oke…sampai nanti ya….&lt;br /&gt;“Sip pak…, makasih.&lt;br /&gt;“Sama-sama…Assalamu’alaikum.&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah Allahu Akbar…akhirnya aku sidang juga, teriaknya gembira.&lt;br /&gt;Saat yang ditunggu pun tiba, ia bisa melewati sidang skripsi itu walau ada perbaikan-perbaikan. Dia dinyatakan lulus waktu itu juga. Kemudian ia memberi tahu ibu bapaknya di kampung. Betapa gembiranya kedua orang tuanya mendengar kabar itu, tangis bahagia pun mewarnai percakapan mereka. &lt;br /&gt;Lalu setelah itu ia teringat seorang akhwat yang sampai saat ini membuatnya gelisah, dengan memberanikan diri dia menulis sms…”Alhamdulillah saya sudah lulus sidang skripsi…semoga interaksi yang kurang diridhoiNya selama ini segera berakhir …dengan jalan yang suci ya ukhti”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah…selamat ya mas….namun saya masih menunggu kabar bab 4 dan bab 5 yang masih dibawa pembimbing materi, mudah-mudahan dipercepat, Amin.”.&lt;br /&gt;Dia balas “Amin”.&lt;br /&gt;Di saat itu berkuranglah sedikit kegelisahannya. Dia terus berdoa dan berharap mendapat pertolongan dari Allah secepatnya. &lt;br /&gt;Benar 2 hari setelah sidang dia ditelepon pak Joko, dan akhirnya dia pun bisa mulai kerja hari itu pula. Namun sebelum bekerja dia berniat pulang ke kampung untuk menemui kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sesampai di kampung, dia disambut haru kedua orang tuanya, menangis bahagia melihat anaknya sudah berhasil menyelesaikan kuliah selama 4 tahun di Jakarta. Tiga hari sudah ia  menghirup segarnya udara desa, berjibaku dengan rerumputan juga ikut merasa berpesta di sawah, karena memang sudah waktu panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga di suatu malam, usai dia sholat Isya,&lt;br /&gt;"Alhamdulillah ya pak, panen kita melimpah.&lt;br /&gt;Iya, alhamdulillah…padahal dulu sempat hampir mati karena tidak ada hujan. Tapi alhamdulillah, pas hampir mati itu hujan sering turun hingga sekarang.&lt;br /&gt;Iyo le…dulu ibu hampir-hampir putus asa, berdoa nunggu hujan, tapi alhamdulillah Gusti Alloh memang tahu kebutuhan hambaNya.&lt;br /&gt;Nggih…lah bu…janji Gusti pasti ditepati, doa hambaNya pasti dikabulkan.&lt;br /&gt;Iya…le memang betul itu. Oia ngomong-ngomong, kapan kamu mau balik Jakarta, nanti ditunggu sama bosmu lagi. Kalau ibu pinginnya sih kamu agak lama di kampung, lha tapi kan kamu baru mau masuk kerja. &lt;br /&gt;Nggih bu, kemarin ijin 4 hari kok, pak Joko juga bisa memaklumi.&lt;br /&gt;Oh ya sudah kalu begitu.&lt;br /&gt;Setelah hening sesaat….&lt;br /&gt;Pak, bu…&lt;br /&gt;Ya apa le? Jawab bapak ibunya hampir bersamaan.&lt;br /&gt;Anu pak, bu….diam sesaat lagi..&lt;br /&gt;Iya aku tahu, masalah nikah kan? Ibu menjawab dengan nada menerka.&lt;br /&gt;Dugg….ia kaget…, Lho kok ibu tahu? Ia menjadi kelihatan bingung.&lt;br /&gt;"Sebelum sidang kemarin, paklekmu Marjo telepon nanya-nanya kabar kampung, katanya dia minta doa dari saudara-saudara kampung dia mau renovasi rumah. Nah..waktu itu ia bilang bahwa kamu pernah bicara uneg-uneg nikahmu sama dia", jelas Bapaknya.&lt;br /&gt;"Aku sampai dua malam tidak bisa tidur lho le…, hiks, hiks, hikss..," ibunya menimpali sambil menangis.&lt;br /&gt;"Ngapunten bu….maaf&lt;br /&gt;"Bukannya tidak boleh menikah le..ibu hanya khawatir, takut kalau gara-gara kamu sudah mikir untuk nikah kuliahmu jadi berantakan, jadi tidak lulus, kan jadi percuma kamu susah payah kuliah 4 tahun di Jakarta", jelas ibunya lagi sambil menyeka air mata.&lt;br /&gt;Ia hanya diam, di matanya sudah nampak mendung, hatinya merasa salah tak menentu, sembari memaklumi perasaan ibunya yang selama ini terus mendoakan agar dia cepat lulus kuliah.&lt;br /&gt;Bapaknya pun hanya terlihat diam, seperti bingung mau berkata apa. Sementara Iman, adiknya yang paling kecil tak terpengaruh dengan suasana itu, ia masih tetap asyik  menonton televisi. &lt;br /&gt;"Mboten kok bu…pak,, sekali lagi mohon maaf, hiks, hiks, hiks…, saya juga tidak mau gagal kuliah, makanya saya berusaha keras untuk cepat menyelesaikan skripsi untuk dapat mengejar dapat kerja, lalu matur ini ke Bapak Ibu.&lt;br /&gt;"Yo wis le, akhirnya bapaknya menyahut.&lt;br /&gt;"Iya, bapak dan ibu sudah sangat bersyukur, kamu sudah lulus, sudah tenang, apalagi kamu sudah langsung dapat bekerja, nanti bapak sama ibu hanya bisa ngasih uang dari jual sapi di belakang rumah itu," jelas ibunya yang mulai tenang.&lt;br /&gt;"MasyaAllah pak, bu…maturnuwun, saya sebenarnya juga berat mengungkapkan ini, tapi..saya tidak mau dan takut banyak dosa, jika tidak segera menikah, saya sudah kenal seorang wanita……&lt;br /&gt;"Iya…paklekmu Marjo juga sudah cerita, alhamdulillah harapan ibu dan bapak agar kamu menikah dengan orang jawa atau sedaerah terpenuhi…" potong ibunya.&lt;br /&gt;"Lalu gimana rencanamu?", Tanya bapaknya sedikit penasaran.&lt;br /&gt;"Begini pak, bu,..sekarang ini kan calon saya juga masih nunggu selesai skripsi, insyaAllah tinggal sebentar lagi.&lt;br /&gt;"Lho belum lulus kuliah?...Ibunya kaget. "Nanti gimana orang tuanya?".&lt;br /&gt;"InsyaAllah tidak apa-apa kok bu..pak, dia juga sudah mencoba memberi pengertian kepada kedua orangtuanya, memberi pemahaman bahwa jika kita terlalu lama berhubungan atau saling kenal, nanti malah jadi musibah, maksud saya pacaran, kan malah membuat dosa dan akibatnya kita jadi menambah dosa bapak ibu juga. Jadi lewat menikah inilah kita ingin jadi anak yang sholeh dan sholehah, berbakti kepada orang tua, karena mencoba menjauhi laranganNya Gusti Allah…dan…hiks..hiks…walaupun sebenarnya saya pingin mencari uang dulu secukupnya, biar bisa ngasih ibu bapak…hiks…hiks…hikss….&lt;br /&gt;"Sudahlah le…sudah…" bapak dan ibunya coba menenangkan.&lt;br /&gt;"Ibu bapakmu gak mengharapkan itu semua kok le, asal anak bisa bahagia dan mapan di Jakarta, ibu bapak sudah seneng kok…, tambah ibunya.&lt;br /&gt;"Gih pak bu…maturnuwun, jadi begini pak bu…mudah-mudahan bulan ini calon saya sudah lulus. Kemudian proses lamaran, lalu untuk akad nikahnya pinginnya sebelum ramadhan, nanti penentuan tanggalnya dirembug waktu lamaran itu. Saya coba ingin sampaikan, agar hajatannya tidak usah mewah-mewahan, yang penting sah agama dan Negara, paling ngundang saudara-saudara dekat dan tetangga…"..kira-kira begitu bu..pak… jelasnya, sambil mengucek matanya yang masih terlihat memerah.&lt;br /&gt;"Ya sudah le…kalau begitu rencanamu, mudah-mudahan tidak ada halangan…dan sehabis menikah pun makin banyak rezekimu,&lt;br /&gt;"Iya…sahut Bapak.&lt;br /&gt;Amin…tutupnya terharu.&lt;br /&gt;Akhirnya, malam saat itu pun kembali menyelimuti bumi dengan kelamnya. Namun tampak ia menuliskan sesuatu di buku hariannya..lalu tersenyum dan terharu mendengarkan percakapan itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hari sudah ia di kampung, hari terakhir itu suasana hatinya menjadi tak menentu, ada rasa senang, harap untuk segera ke Jakarta, tapi juga ada rasa sedih yang mendalam karena berpisah lagi dengan para kekasih hatinya. &lt;br /&gt;Kebiasaan saling menangis itu pun terulang saat ia berpamitan…&lt;br /&gt;"Bu pak…, saya pamit dulu ya…mohon doanya terus…hiks, hiks..hiks.., ia memeluk bapak ibunya bergantian sambil menangis.&lt;br /&gt;"Iyo le…bapak ibu terus berdoa…ati-ati…&lt;br /&gt;"Sekolah sing pinter ya Man…., dia pamitan sama adiknya.&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum….&lt;br /&gt;Waalaikum ssalam….ati-ati le…&lt;br /&gt;Gih…bu…"&lt;br /&gt;Siang itu pun panas mentari menyaksikan keharuan itu…, &lt;br /&gt;Bis jurusan Jakarta yang ditumpanginya terasa berat membawanya ke kota harapan. Dalam perjalanan terbayang percakapan yang sempat di dengar oleh Sang Purnama kemarin malam, tak terasa kedua mata yang masih memerah itu pun belum habis juga mengeluarkan bulir-bulir air bening…menetes, menyatakan keharuan dan harapan. Dilihatnya pepohonan di sepanjang jalan seakan memberi salam perpisahan, "selamat berjuang di sela-sela bangunan tinggi itu saudaraku…".&lt;br /&gt;Tiba-tiba…., tit…tit…tit…tit…, Bunyi Hpnya membuyarkan suasana hatinya. Buru-buru dia rogoh kantong depan celananya, dia ambil hpnya dan mencoba membuka pesan itu….tertulis..dari Ukthi Wng, "Aslkm, mas, alhamdulillah skripsiku sudah di Acc semua…tinggal maju sidang besok hari Kamis".&lt;br /&gt;Ia memejamkan matanya…nampak tersungging senyum, lalu membalasnya, "alhamdulillah..saya dalam perjalanan balik ke Jakarta, mudah-mudahan ini pertanda ridhoNya…"di kirimnya lalu tak lama kemudian terbalas lagi, "Amin".&lt;br /&gt;Dan bis yang ditumpanginya terasa melaju dengan cepatnya…&lt;br /&gt;Secepat harapan di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Semilir angin malam, masuk perlahan melewati celah jendela kaca nako yang sedikit terbuka, seolah ingin menyeka basah pipi pemuda yang masih terduduk bersila itu…&lt;br /&gt;Allahu Akbar…Allahu…Akbar…, dan adzan shubuh pun berkumandang, menghentikan bayang-bayang di pelupuk matanya, dia tarik nafas dalam seraya mengucapkan hamdalah. Setiap kalimat adzan itu terdengar menggetarkan, menyejukkan, mengalirkan kekuatan di hatinya. Lalu ia pun berdiri, mengerjakan sholat sunnah yang melebihi alam semesta serta isinya itu. Selesai salam ia tengadahkan kedua tangannya,&lt;br /&gt;Ya Allah, ya Rahman, ya Ghaffar….hiks…hiks…hiks…&lt;br /&gt;Tangan ini kuangkat sebagai tanda kekerdilanku……&lt;br /&gt;Tangan ini kuangkat tuk meminta ampunan dariMu..&lt;br /&gt;Tangan ini kuangkat karena ku takut adzabMu..&lt;br /&gt;Kurindu kasihMu….kucinta Rasul kekasihMu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb..&lt;br /&gt;Segala puja dan kesyukuran hanya untukMu..&lt;br /&gt;Aku malu…, di saat hati ini condong ke makhlukMu&lt;br /&gt;Engkau tak buru-buru mengadzabku…dan itu yang kutakut dariMu&lt;br /&gt;Engkau mudahkan semua…&lt;br /&gt;Tuk..menggapai cita dan cinta..&lt;br /&gt;Tuk..coba mengikat segala rasa&lt;br /&gt;Pada tautan ridhoMu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..Allah, &lt;br /&gt;Berilah hambaMU kekuatan kembali…&lt;br /&gt;1 bulan ke depan ini….&lt;br /&gt;Tuk menyambut akad suci nanti….&lt;br /&gt;Semoga terampuni segala khilaf…&lt;br /&gt;Semoga terampuni segala dosa hambaMu yang lemah ini ya..Allah…&lt;br /&gt;Hiks…hiks…hiks…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menyeka air matanya, berdiri lalu melangkah menuruni tangga, menuju Musholla…., terlihat Sang Rembulan yang menyaksikan tangis pemuda itu dari celah jendela nako, ia kembali tersenyum juga terharu..melihat penyesalan dan tekad pemuda itu…&lt;br /&gt;Ia bergembira, setelah mendapat kabar dari matahari bahwa pemuda itu tadi siang telah melamar wanita yang selama ini membuatnya gelisah….lalu ia mendoakan…&lt;br /&gt;“Rabb…..semoga bahagia segera mengakhiri kegelisahannya”…Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-7654668859516179731?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7654668859516179731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/7654668859516179731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/12/akhir-sebuah-kegelisahan.html' title='AKHIR SEBUAH KEGELISAHAN'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1503295678383894194</id><published>2009-12-30T18:00:00.001+07:00</published><updated>2009-12-30T18:01:09.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>HARIMAU SILUMAN</title><content type='html'>Angin malam berhembus pelan, rintik hujan dari sore hari belum juga berhenti. Suasana kampung Pulo malam itu begitu hening, hanya sesekali terdengar lolongan anjing yang bersahut-sahutan. Dari kejauhan nampak ada satu rumah penduduk yang kelihatan terang, beberapa lampu Petromak memerangi sampai emperan rumah itu. &lt;br /&gt;Nampak puluhan orang duduk-duduk di atas gelaran tikar sambil bermain kartu, ada yang hanya berbincang-bincang sambil minum teh dan hidangan yang telah disiapkan.&lt;br /&gt;Rumah tersebut adalah rumah Mbah Joyo yang baru saja meninggal siang tadi. Mbah Joyo adalah seorang sesepuh yang dianggap sebagai “juru kunci” Kampung Pulo. Dan menjadi sebuah tradisi jika ada yang meninggal dunia, maka kewajiban para tetangganya adalah lek-lek’an (Jawa = berjaga-jaga tidak tidur) selama tiga malam di rumah duka. &lt;br /&gt;Ada mitos bahwa 3 malam setelah seseorang meninggal dunia, ada harimau yang mendatangi bekas tempat pemandian mayat yang kemudian bisa mengambil mayit yang telah dikuburkan setelah harimau itu mencium tanah yang masih basah oleh air pemandian si mayit. &lt;br /&gt;Harimau yang diyakini itu bukan hari mau sembarangan. Harimau siluman atau jadi-jadian. Mitos tersebut sangat kuat di kampung Pulo, walaupun memang selama ini belum pernah terjadi dan ditemukan harimaU siluman itu. &lt;br /&gt;Malam pun semakin larut, rintik hujan sudah mulai reda. Sebagian warga masih ada yang masih bermain kartu domino dan beberapa  orang sudah terlelap tidur. “Woi, bangun-bangun…” Teriak Pak Rogo, yang terkenal sebagai murid kesayangan mbah Joyo. “Ya..ya, jawab seorang warga sambil menggeliat tidur lagi. &lt;br /&gt;Namun tiba-tiba,….huk huk huk….huk… Beberapa anjing menggonggong berlari-lari menuju suatu tempat, seolah-olah mengejar sesuatu. Pak Rogo dan beberapa warga pun spontan berlari keluar rumah ingin mencari tahu apa yang terjadi. &lt;br /&gt;Dari kejauhan terdengar keras gonggongan anjing-anjing sambil berlari-lari mengejar sesuatu itu. Wah, jangan-jangan ini harimau siluman itu?” Tegas pak Rogo. “Iya-iya ayo kita dekati”, kata beberapa warga serempak. &lt;br /&gt;“Tunggu sebentar, cegah Pak Rogo yang kemudian bersedekap sambil mulutnya berkomat-kamit membaca sesuatu. &lt;br /&gt;“Ayo, kita usir jauh-jauh harimau itu, syukur-syukur bisa aku tangkap harimau sialan itu”, Ketus pak Rogo dengan bangga. &lt;br /&gt;Tapi belum sempat mereka melangkahkan kaki, suara gerombolan anjing yang sedang mengejar-ngejar sesuatu tadi berlari menuju mereka. Sebagian warga panik dan takut, ada sebagian yang berlari, ada pula yang tetap menghadang bersama Pak Rogo. &lt;br /&gt;Siap-siap hadang harimau itu, bacok atau gebuk saja “komando Pak Rogo”. Sedangkan dia sendiri membawa keris warisan Mbak Joyo. &lt;br /&gt;Semakin dekat binatang yang dikejar anjing-anjing tersebut, semakin gempar suasana malam itu, dan semakin jelaslah binatang di depan gerombolan anjing-ajing yang mengejarnya.&lt;br /&gt;Haaaaaaaaaaaaaahhh !!! Teriak warga serentak. Ternyata binatang tersebut bukan harimau, melainkan seekor kambing jantan coklat milik seorang warga yang terlepas. &lt;br /&gt;Yaaaaaaaaaaah,,, itu mah kambingku !! teriak salah seorang warga. Pak Rogo pun menggelengkan kepala sambil membuang nafas kesalnya. Dan para warga yang berlari tadi akhirnya kembali mendekat, membantu menangkap kambing tersebut sambil tersenyum malu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1503295678383894194?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1503295678383894194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1503295678383894194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/12/harimau-siluman.html' title='HARIMAU SILUMAN'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5868005144399626018</id><published>2009-12-30T17:58:00.001+07:00</published><updated>2009-12-30T17:58:39.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>POLISI GADUNGAN</title><content type='html'>Ruangan itu seperti ruang penyiksaan, terasa dingin diwarnai kepulan asap rokok yang menyajikan aroma khas. Tiba-tiba, braaaak…ayo..ayo, berangkat, teriak seseorang sambil menggebrak sebuah meja. &lt;br /&gt;Wah…bikin kaget aja …pak Galeh nih” Rahmat agak sewot.&lt;br /&gt;Wue….udah jam 4 tuh…teriak Galeh sambil menunjuk jam dinding.&lt;br /&gt;Ya udah dah, aku berangkat duluan sama bos…ya ? &lt;br /&gt;Iya..iya sana duluan…, sahut Ari sembari membereskan meja kerjanya. &lt;br /&gt;Kemudian Galeh mengambil topi dari dalam tas yang ia letakkan di atas meja kerjanya. Topi berwarna coklat tua, sepintas seperti topi polisi.&lt;br /&gt;“Woi…pak Galeh, itu topi Polisi yak…? Dapat dari mana ?, tanya Amin. &lt;br /&gt;“Ah..lu mau tau aja sih, ini topi dari paman gua, dia sudah pensiun, gua ambil aja kemarin buat pengamanan di jalan kan lumayan”.&lt;br /&gt;“Yah…ente gak pede amat sih pak..”&lt;br /&gt;“Ah…lu belum ngerti sih, belum pengalaman lu…, udah ah aku duluan, udah ditungguin bos”.&lt;br /&gt;Galeh adalah seorang karyawan yang mempunyai kedekatan emosional dengan Pak Yudha, Direktur Utama sebuah perusahaan konsultan. Mereka dulu satu kantor dalam perusahaan di bidang yang sama. Galeh Driver, sedangkan Pak Yudha adalah Supervisor, dia sering mengantarkan Pak Yudha jika ada survey lapangan. &lt;br /&gt;Kemudian pak Yudha bekerjasama dengan salah seorang petinggi di PSSI, sebagai Komisaris dan kemudian mendirikan perusahaan sendiri. Karena saking dekatnya dengan Galeh dan dirasa dia sudah tahu seluk beluk pekerjaan, maka Pak Yudha mengajak Galeh untuk pindah ke perusahaan yang baru dan dijadikan salah satu karyawannya. Dan setiap ada pertandingan sepak bola di Senayan, Pak Yudha diberi beberapa tiket oleh Komisaris agar dapat dibagikan kepada karyawan yang hanya berjumlah 10 orang. Sehingga sudah menjadi tradisi di perusahaan tersebut, ketika ada pertandingan sepak bola di Senayan mereka beramai-ramai menyaksikan pertandingan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan riang Galeh membawa mobil Pak Yudha menuju Senayan. Terlihat gerombolan supporter dengan berbagai asesoris beramai-ramai memasuki pintu-pintu masuk stadion. Termasuk Galeh dengan Pak Yudha memasuki pintu VIP, karena memang tiket yang disediakan adalah tiket bagian VIP. Dengan bangga Galeh mencari posisi duduk yang terdepan, duduk di samping pak Yudha. “Ati-ati nih ada Polisi, he, gumamnya dalam hati. Pertandingan pun mulai berlangsung, aksi dorong dan hampir terjadi perkelahian pun mewarnainya. &lt;br /&gt;Hingga di ujung pertandingan, “Galeh, kamu pulang sendiri kan? Pak Yudha menggugah konsentrasi Galeh. &lt;br /&gt;“Iyalah pak, kan kita beda arah”.&lt;br /&gt;“Ya udah nih aku kasih ongkos naik taksi, kalau kurang kamu tambahin sendiri”, tegas Pak Yudha sambil merogoh kantong bajunya. Di keluarkannya selembar uang Rp.50.000,- dan diberikan ke Galeh.&lt;br /&gt;“Wah makasih nih pak. “Terima Galeh dengan riang. &lt;br /&gt;“Ya udah lah pak saya duluan saja ya, nanti keburu macet nih jalanan kalo pulang nunggu selesai pertandingan”.&lt;br /&gt;“O begitu, ya udah gak apa-apa, ati-ati ya kamu, lho topi kamu….aku baru ngeh? “&lt;br /&gt;“Biasa pak keluarga polisi…hehe….” Galeh malah bangga.&lt;br /&gt;Baik pak saya duluan ya…&lt;br /&gt;OK…&lt;br /&gt;Akhirnya Galeh meninggalkan Stadion dengan perasaan senang. “Waduh lumayan nih…buat tambah-tambah ngopi sama temen-temen entar malem. Dari sini naik bus Rp. 4.000,- sampai di rumah dah, ngapain pake taksi”, gumamnya.&lt;br /&gt;Setelah sekian lama menunggu, akhirnya bus yang dia inginkan akhirnya datang juga. Dia pun akhirnya naik bus tersebut, melongok kanan kiri mencari tempat duduk, penuh, namun rupanya ada anak muda yang mempersilahkan dia duduk menggantikan posisinya. “Nah gitu dong sama polisi…”, gumamnya lagi. Tanpa basa basi akhirnya dia duduk dengan perasaan bangga.&lt;br /&gt;Lampu-lampu mercury dan lampu kendaraan mulai menghiasi setiap jalan. Dingin AC dalam bis membuat para penumpang yang mendapatkan kursi duduk semakin menikmati perjalanan hingga tertidur. Suara pengamen yang silih berganti tak begitu mengusik mereka. Begitu juga dengan Galeh…zzzz..zzzz dia tertidur.&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba….Krokk…srokk…., kontan para penumpang pun terbangun, ada yang berdiri. Begitu pun Galeh. O…motor keserempet tuh..dia jatuh, “salah seorang penumpang memberi info. “Udah jalan aja dah..biarin aja dia yang kurang hati-hati tuh…”, kondektur menengahi ketegangan. Akhirnya bis pun melaju terus meninggalkan motor yang terjatuh itu.&lt;br /&gt;Ketika bis hampir sampai pada perempatan lampu merah, keadaan jalan menjadi sangat macet total. Hanya sepeda motor saja yang bisa berjalan dari celah-celah barisan mobil yang sedang macet. Galeh pun sudah tidak lagi meneruskan tidurnya. &lt;br /&gt;Tiba-tiba…Dog-dog-dog…dog….. pintu depan bis ada yang memukul-mukul. Penumpang panik dengan kejadian itu. “Oh…itu orang yang tadi terjatuh tuh…kayaknya” Galeh masih teringat, karena dia tadi jelas menyaksikan terjatuhnya sepeda motor itu. &lt;br /&gt;“Hei…buka…atau kupecah kaca bis ini…, seorang dengan logat Batak berteriak dari luar sambil memukul-mukul pintu. Akhirnya kondektur pun membukakan pintu, keadaan menjadi tegang. Pengendara motor tadi seperti kesetanan menarik baju kondektur dan hampir terjadi perkelahian. &lt;br /&gt;Melihat seperti itu…Galeh spontan berlari turun… dari bis..he…jangan main hakim sendiri dong kamu…”! Teriak Galeh. Akhirnya pengendara motor tadi mengurungkan niatnya memukul kondektur.&lt;br /&gt;“Gimana dong ini pak, tadi saya diserempet hingga terjatuh, tapi di brengsek sopir itu malah terus aja gak berhenti…” adu pengendara motor ke Galeh. &lt;br /&gt;Galeh akhirnya sadar, bahwa semua mata mengharapkan penyelesaian darinya, karena dia dianggap sebagai seorang polisi.&lt;br /&gt;“Ya udah kalian urus saja berdua, diobrolin dulu, gimana baiknya…saya ambil tas saya di atas. Dengan cucuran keringat, Galeh naik ke bus hendak mengambil tas. “Waduh…sialan, gua dianggap Polisi lagi…gimana nih…??” dalam hatinya terus bingung dan gugup. Dia pura-pura membuka HP dan sedang memencet-mencetnya. Padahal dia lagi bingung mencari jalan keluar.&lt;br /&gt;“Ayo dong pak….tolong diselesaikan,, mereka gak akan ada yang mengalah kalau Bapak gak turun tangan nih.” Seorang ibu-ibu menambah gugup Galeh. &lt;br /&gt;“Oke bu..tenang saja, saya lagi mau kontak temen nih..”, Jawab Galeh dengan sok tenang. Dia pun sambil berjalan turun dari bis.&lt;br /&gt;Terlihat kondektur dan pengendara motor beradu mulut. &lt;br /&gt;“Gimana…kalian? Pokoknya kalian berunding dulu hingga masalah selesai”. Saya mau beli pulsa dulu, nanti saya datang lagi ke sini. Dan terpaksa kalian akan saya bawa ke kantor kalau belum selesai masalah juga”, Galeh menghentikan adu mulut mereka.&lt;br /&gt;Sepeninggal Galeh, kondektur dan pengendara motor itu kembali teriak beradu mulut lagi, ditambah lagi sopir pun turun membantu kondekturnya. Mereka tidak peduli lagi dengan banyaknya bunyi klakson dan umpatan para pengendara lain yang merasa terganggu dengan ulah mereka. Jalan menjadi bertambah macet.&lt;br /&gt;Galeh dengan cucuran keringat berlari meninggalkan bis tersebut. “Sialan, gua dianggap polisi beneran jadinya”, gerutunya. Bisa berabe nih kalo pada nyariin gua lagi…, dilihatnya taksi, kemudian dilambaikan tangannya tanda ingin menumpang. Setelah taksi itu minggir dan berhenti, akhirnya dia buru-buru membuka pintu dan masuk dengan rasa tidak bertanggung jawabnya. &lt;br /&gt;“Ke Lenteng Agung…..perintahnya ke sopir taksi. &lt;br /&gt;“Iya…pak…., waduh baru pulang dinas pak…,” sapa sopir taksi dengan perasaan hormat.&lt;br /&gt;“Iya…nih…, agak cepat ya, saya masih banyak urusan nih, “lagaknya biar kelihatan orang sibuk.&lt;br /&gt;“Baik pak…, taksi itu pun meluncur meninggalkan jauh bis yang dianggap sumber petaka oleh Galeh tersebut. &lt;br /&gt;Dingin AC taksi pun ikut menenangkan perasaan Galeh yang sedang gugup, masih terbayang, bagaimana kejadian yang baru saja dia alami. Buru-buru ia mencopot topinya. “Uh…topi sialan lu…”, umpatnya sambil memasukkannya dalam tas. &lt;br /&gt;Cukup lama juga Galeh di atas taksi, karena terkadang bertemu kemacetan. Hingga akhirnya dia tertidur. &lt;br /&gt;“Maaf pak… sudah sampai pak’ sopir taksi membangunkan Galeh.&lt;br /&gt;“Waduh….kelewatan lagi…”, gimana sih kamu”, Galeh sewot.&lt;br /&gt;“Maaf pak…tadi bapak saya bangunin, tidak bangun-bangun”.&lt;br /&gt;“Ya udah…terus saja, nanti kalo ada puteran balik arah saja”.&lt;br /&gt;“Baik pak..&lt;br /&gt;Akhirnya sampai juga sopir taksi itu mengantarkan “Polisi Gadungan” itu.&lt;br /&gt;“Berapa ?”, tanya Galeh, dia tidak mau melihat angka argo di samping sopir.&lt;br /&gt;“Lima puluh tiga ribu pak”, sopir taksi menjawab.&lt;br /&gt;“Hah…bener…, Galeh tak percaya kemudian melihat argo, dilongokkan kepala melihat argo. &lt;br /&gt;Diambilnya uang lima puluhan ribu dari Pak Yudha dari saku bajunya, kemudian mengambil ribuan dari dompetnya. &lt;br /&gt;“Nih….”, ujarnya sewot. &lt;br /&gt;“Terima kasih pak…, sopir taksi tampak hormat menerima uang dari Galeh.&lt;br /&gt;Kemudian Galeh membuka pintu taksi dan turun meninggalkan taksi tersebut.&lt;br /&gt;“Sialan-sialan…dasar sialan, gara-gara topi sialan ini nih…, gak jadi untung malah buntung gua” Gerutu Galeh sambil mengambil topi coklatnya dari dalam tas. Dilihatnya tong sampah, kemudian dia lempar topi itu masuk ke tong sampah tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5868005144399626018?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5868005144399626018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5868005144399626018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/12/polisi-gadungan.html' title='POLISI GADUNGAN'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5137554629034703534</id><published>2009-12-29T18:45:00.000+07:00</published><updated>2009-12-29T18:45:28.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ada Apa di Negeri Ini</title><content type='html'>Rabb…&lt;br /&gt;Belum reda isak tangis negeri ini&lt;br /&gt;Melihat ombak menggulung bumi&lt;br /&gt;Bisukan ribuan anak pertiwi&lt;br /&gt;Berselimut lumpur, tertindih puing dan pepohonan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb…&lt;br /&gt;Di negeri yang Kau penuhi kaya alam ini&lt;br /&gt;Terdengar kabar mengiris, memerihkan hati&lt;br /&gt;Perut membesar si anak bayi, sebab jauh tak mengenal gizi&lt;br /&gt;Sedang rupiah tak berharga diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu….ayam-ayam di negeri ini pun berunjuk gigi&lt;br /&gt;Menutup diri, enggan untuk dikonsumsi&lt;br /&gt;Sebab virus yang membuat mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb…&lt;br /&gt;Tanah-tanah di negeri ini pun luapkan kebencian&lt;br /&gt;Saat berkawan dengan sang hujan&lt;br /&gt;Menerjang keceriaan warga pedesaan&lt;br /&gt;Melongsorkan harapan, bersama rumah yang terobohkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb..&lt;br /&gt;Belum reda isak tangis kami&lt;br /&gt;Ratusan anak negeri terpanggang api&lt;br /&gt;Sebab pesawat menyungkurkan diri&lt;br /&gt;Merenggut raga yang sedang bermimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb…&lt;br /&gt;Ada apa dengan negeri ini…?&lt;br /&gt;Hingga seluruh makhlukMu membenci&lt;br /&gt;AirMu, apiMu, tanahMu, semuanya melaknat kami&lt;br /&gt;Melahirkan jerit anak kehilangan ibunya&lt;br /&gt;Melahirkan ratapan jiwa kehilangan saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai ilahi…&lt;br /&gt;Kami yakin semua ini karena ulah kami sendiri&lt;br /&gt;Ampunkanlah segala nista kami&lt;br /&gt;Karena tangan kami telah akrab dengan maksiat&lt;br /&gt;Iman kami pun rapuh tentang akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai ilahi.&lt;br /&gt;Hentikan segala kedukaan negeri&lt;br /&gt;Anugerahi kami pemimpin sejati&lt;br /&gt;Yang mampu menuntun kami&lt;br /&gt;Menjadi hamba yang tahu diri&lt;br /&gt;Mewarnai sisa hari di negeri ini&lt;br /&gt;Dengan sujud-sujud yang berarti….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuat : Selepas Tsunami…di Aceh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5137554629034703534?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5137554629034703534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5137554629034703534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/12/ada-apa-di-negeri-ini.html' title='Ada Apa di Negeri Ini'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1756506587711465855</id><published>2009-12-29T18:08:00.001+07:00</published><updated>2010-01-20T15:13:34.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Maafkan anakmu bu…(Pulang itu...)</title><content type='html'>Sejenak….aku terus bayangkan keindahan..dan kenikmatan kepulangan kemarin….&lt;br /&gt;Tangis haru pertemuan, memandang lengangnya jalan, memandang rumah kayu yang penuh kenangan…memandang hamparan hijau padang rumput…, segar menghirup…udara tanpa asap, &lt;br /&gt;memandang julangan bukit yang tak mengenal plastik… dan sampah…, syahdu….dalam cengkerama…senyum….melihat tingkah..buah hatiku…, lalu tangis haru perpisahan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang terlupa, yang membuat sedikit goresan luka rasa…, merasa bersalah dan berdosa, &lt;br /&gt;Jika mampu aku akan terbang sekarang duhai ibuku….&lt;br /&gt;Jika mampu aku akan masuk menembus bumi…dan keluar di depan rumah lalu menebus rasa…&lt;br /&gt;Maafkan aku ibu….&lt;br /&gt;Kemarin ada yang terlupa…&lt;br /&gt;Tidak makan bersama dalam satu nampan bersamamu…………………..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1756506587711465855?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1756506587711465855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1756506587711465855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/12/maafkan-anakmu-bupulang-itu.html' title='Maafkan anakmu bu…(Pulang itu...)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4422910615640546419</id><published>2009-12-29T17:54:00.003+07:00</published><updated>2012-01-06T13:40:58.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tembang Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-K82nyRKYEqE/TwaXPpsfbpI/AAAAAAAAAHY/BG9TGtImP1g/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="101" width="144" src="http://2.bp.blogspot.com/-K82nyRKYEqE/TwaXPpsfbpI/AAAAAAAAAHY/BG9TGtImP1g/s400/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembang itu terdengar lantang…&lt;br /&gt;Seiring mimik-mimik yang riang&lt;br /&gt;Dalam buaian mabuk kepayang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembang itu terdengar sendu..&lt;br /&gt;Menguak hati yang pilu&lt;br /&gt;Dalam resah berakal buntu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring waktu, tembang itu terus melaju&lt;br /&gt;Memuja, merindu, mengurai sejuta kisah kasih semu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah..sampai kapan akan berakhir…&lt;br /&gt;Tembang-tembang cinta itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiadakah terbesit pikir…&lt;br /&gt;Banyaknya waktu, kata dan suara yang terbuang sia-sia..?&lt;br /&gt;Memuja, merindu dan mendamba penuh&lt;br /&gt;Segelintir makhluk kerdil yang takkan selalu utuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiadakah terbesit pikir…&lt;br /&gt;Betapa indahnya hidup ini..&lt;br /&gt;Bila setiap mulut, kata dan suara&lt;br /&gt;Bersenandung kasih dan cinta untukNya&lt;br /&gt;Yah…Dia Sang Pemberi Hidup, Sang Pemelihara&lt;br /&gt;Sang Maha Pemberi Cinta&lt;br /&gt;Cinta sejati yang tiada pernah terputus….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4422910615640546419?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4422910615640546419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4422910615640546419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/12/tembang-cinta.html' title='Tembang Cinta'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-K82nyRKYEqE/TwaXPpsfbpI/AAAAAAAAAHY/BG9TGtImP1g/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6501552265084872242</id><published>2009-12-29T17:49:00.000+07:00</published><updated>2009-12-29T17:49:07.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hanya CintaMu</title><content type='html'>Rabb…&lt;br /&gt;Aku tak tahu dalam tenang &lt;br /&gt;Tiba-tiba hati ini berombak&lt;br /&gt;Tiada bersuara&lt;br /&gt;Namun menggundahkan, meresahkan, melinglungkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau aku tahu, tapi aku tak mengerti maksud hati&lt;br /&gt;Yang begitu kuat, menarik jiwa ini…&lt;br /&gt;Pada segelintir ciptaanMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb…&lt;br /&gt;Bersama jijiknya jiwaku dan busuknya hatiku&lt;br /&gt;Menangkan aku dalam kerasnya perang ini&lt;br /&gt;Jadikan aku hamba sejati&lt;br /&gt;Yang mampu bercinta dalam cintamMu&lt;br /&gt;Menanti kasih dalam kasihMu&lt;br /&gt;Dan sampaikan pada sang waktu&lt;br /&gt;Aku kan slalu didalamnya &lt;br /&gt;Menanti, hingga saat itu kan tiba&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6501552265084872242?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6501552265084872242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6501552265084872242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/12/hanya-cintamu.html' title='Hanya CintaMu'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3774724659864120281</id><published>2009-12-28T18:21:00.000+07:00</published><updated>2010-01-20T15:14:10.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebelum Tidur'/><title type='text'>Pulang itu...(19 s/d 25 Desember 2009)</title><content type='html'>Keceriaan itu masih terasa, walaupun mata jelas menatap kini di tempat lain, yakni Jakarta, kota harapan banyak orang. &lt;br /&gt;Masih terasa semangat menuju stasiun Pasar Senin, gaduhnya, hentakan kaki kereta, yang menemati ketidaksabaran tuk segera sampai waktu itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubiarkan air mata mengalir&lt;br /&gt;Mengiringi kerinduan usai bertemu&lt;br /&gt;Masih terngiang timangan kalian pada cucumu….&lt;br /&gt;Yang tak mau diam…melihat luasnya tanah lapang…&lt;br /&gt;Seakan mengisyaratkan bahwa ia pun merindukan seperti apa yang kurindukan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3774724659864120281?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3774724659864120281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3774724659864120281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/12/pulang-itu19-sd-25-desember-2009.html' title='Pulang itu...(19 s/d 25 Desember 2009)'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6101016414700473659</id><published>2009-11-26T12:54:00.001+07:00</published><updated>2009-12-15T17:23:53.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ibunda</title><content type='html'>Rasa tenang saatku dalam gendongmu&lt;br /&gt;Rasa nyaman dan nyaman saat ku dalam pelukmu&lt;br /&gt;Lelap tidurku bila sentuhan tanganmu halus ke jidadku&lt;br /&gt;Bersama tembang yang terlantun untuk diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terukir kenangan manis bila kumenangis&lt;br /&gt;Dengan senyum keibuanmu engkau mengikis&lt;br /&gt;Lalu kau tampakkan sebuah mimic bahagia&lt;br /&gt;Ajarkanku untuk selalu ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kudewasa&lt;br /&gt;Tutur katamu yang penuh makna&lt;br /&gt;Senantiasa terlontar untuk kucerna&lt;br /&gt;Seperti saat kecil dengan kata terbata kau tunjukkan nama isi dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seribu sabar, diriku kau tatar&lt;br /&gt;Pastikan langkah pada jalan yang benar&lt;br /&gt;Bagaikan saatku jatuh hingga terkapar&lt;br /&gt;Kau bangunkan aku tuk belajar berjalan yang tegar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakanmu sejukkan jiwaku&lt;br /&gt;Sirnakan segala noda dalam hatiku&lt;br /&gt;Bagaikan waktu itu kau mandikan aku&lt;br /&gt;Bersihkan segala kotoran pada tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh…Ibunda..tercinta&lt;br /&gt;Sungguh kasihmu tiada terhingga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Sembilan bulan lamanya kumembuat payah&lt;br /&gt;Namun tanpa rasa lelah kau tetap melangkah&lt;br /&gt;Oh…ibunda dengan apakah ku membalas&lt;br /&gt;Walau darah, tulang dan dagingku sebagai ganti cintamu&lt;br /&gt;Kuyakin semua itu tiada arti untuk dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh…ibundaku&lt;br /&gt;Hanya satu persembahanku&lt;br /&gt;Langkah kaki dan doa untukmu&lt;br /&gt;Semoga Yang Kuasa mengasihimu&lt;br /&gt;Yah…mengasihimu, menyayangimu&lt;br /&gt;Seperti kasih sayangmu pada diriku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis di Solo, 23-12-1999&lt;br /&gt;Alhamdulillah puisi ini telah menjadi lirik lagu dari “Istana Band”, sebuah band lokal Kota Solo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6101016414700473659?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6101016414700473659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6101016414700473659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/ibunda.html' title='Ibunda'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2546491517591726177</id><published>2009-11-26T12:53:00.000+07:00</published><updated>2009-12-15T17:55:17.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>DESAH NAFAS BARU</title><content type='html'>Terdengar sayup tapak kumelangkah&lt;br /&gt;Jalani lembaran kisah&lt;br /&gt;Yang terhias rasa lelah dan gelisah&lt;br /&gt;Selimuti jiwa yang masih bocah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertunduk suram&lt;br /&gt;Kusandarkan kepala di tepi malam&lt;br /&gt;Merenungi cerita yang telah tenggelam &lt;br /&gt;Tenggelam dalam lautan masa lalu&lt;br /&gt;Bersama pasang surutnya deru nafasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlintas baying wajah sang bunda&lt;br /&gt;Yang slalu memanjaku dengan ribuan cinta&lt;br /&gt;Dalam pangkuan dan canda tawanya&lt;br /&gt;Ajarkan aku tuk selalu ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah…indah, indah….dan indah&lt;br /&gt;Masa yang terlalu sulit untuk kita hapuskan &lt;br /&gt;Saat riang tertawa tanpa beban dunia&lt;br /&gt;Dalam tatapan mata yang masih bersih dari dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini saatnya kuhilangkan dengkur&lt;br /&gt;Untuk ucapkan sejuta rasa syukur&lt;br /&gt;Atas tertambahnya umur&lt;br /&gt;Semoga panjang dan bertambah subur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal cerita kelabu&lt;br /&gt;Selamat datang cerita syahdu&lt;br /&gt;Syahdu dalam hembus nafas baru&lt;br /&gt;Dengan desah hidup yang matangkan otakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daku kan selalu ayunkan kaki&lt;br /&gt;Demi tercapainya sebuah jati diri&lt;br /&gt;Bersama alunan doa-doa kekasih hati&lt;br /&gt;Hingga menyatu dalam tiap niat sanubari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…Allah ya Tuhanku…&lt;br /&gt;Dengarkanlah doa dan rintih tangis hambaMu &lt;br /&gt;Iringi slalu ku di jalanMu&lt;br /&gt;Restuilah setiap tetes keringatku &lt;br /&gt;Agar teraih cita dan cintaku&lt;br /&gt;Walau pengap bercampur debu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis, di Solo, 8 Januari 1999&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2546491517591726177?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2546491517591726177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2546491517591726177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/desah-nafas-baru.html' title='DESAH NAFAS BARU'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2462714205839269010</id><published>2009-11-25T12:59:00.000+07:00</published><updated>2009-12-15T18:04:28.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Letupan Hati</title><content type='html'>Tak secuil hasrat tuk berpisah&lt;br /&gt;Tinggalkan istana kita bersinggah&lt;br /&gt;Tempat bertumpah ruah…&lt;br /&gt;Segala rasa yang terikat indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan kau tanam dalam benak&lt;br /&gt;Bila kenyataan tak mampu tertolak&lt;br /&gt;Kutinggalkan dirimu dan buah hati&lt;br /&gt;Sebab lukisan bahtera tak seelok mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa pahit hari, saat rindu mulai melilit&lt;br /&gt;Dan kembali asa berbangkit&lt;br /&gt;Bila kuingat setiamu menanti&lt;br /&gt;Menanti dalam doa penuh harap &lt;br /&gt;Semoga tergapai cita indah nan nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini adalah permintaan saudaraku beberapa tahun yang lalu&lt;br /&gt;Kini dia telah menghadapNya…&lt;br /&gt;Kecerdasanmu, kuatnya argumenmu…..kan selalu kukenang&lt;br /&gt;Semoga engkau selalu dalam cintaNya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2462714205839269010?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2462714205839269010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2462714205839269010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/letupan-hati.html' title='Letupan Hati'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6652835497091728996</id><published>2009-11-25T12:58:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:29:26.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Yang Maha</title><content type='html'>Renungkan sejenak…&lt;br /&gt;Dengan tata piker dan bening benak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Dia…&lt;br /&gt;Yang telah mencipta yang nyata&lt;br /&gt;Yang telah mencipta yang ghaib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai harta tak nyata&lt;br /&gt;Mungkin tak banyak kaki mengejar&lt;br /&gt;Andai dosa itu nampak&lt;br /&gt;Mungkin tak banyak hati yang congkak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh…. Yang Maha Adil&lt;br /&gt;Yang tak menampakkan dosa&lt;br /&gt;Oh…Yang Maha Penyayang&lt;br /&gt;Oh…Yang Maha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah pintu hati yang tertutup&lt;br /&gt;Berilah lintasan petunjuk&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tersenyum lalai wajibnya&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tenang dengan dosa&lt;br /&gt;Termasuk aku…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6652835497091728996?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6652835497091728996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6652835497091728996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/yang-maha.html' title='Yang Maha'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-6587993838621689301</id><published>2009-11-25T12:57:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:30:29.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Iman</title><content type='html'>Dinda…&lt;br /&gt;Genap sebulan tangis pertamamu berlalu, sejak itu…&lt;br /&gt;Tangis mengantar surya yang kelelahan&lt;br /&gt;Menyambut datangnya malam selepas adzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinda…&lt;br /&gt;Saat itu&lt;br /&gt;Belum reda tangismu…&lt;br /&gt;Senyum dan air mata bunda pun menyambutmu&lt;br /&gt;Ciptakan suasana bahagia dan keharuan&lt;br /&gt;Seusai perjuangan menggantungkan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah…&lt;br /&gt;Inilah alam dunia dindaku&lt;br /&gt;Memang tak sedamai alammu yang lalu&lt;br /&gt;Namun inilah perjalanan hidup dindaku&lt;br /&gt;Tempuhlah…&lt;br /&gt;Jangan permalukan namamu&lt;br /&gt;Tunjukkan dalam arti bersama jati dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinda…&lt;br /&gt;Jadilah kau pemimpin sejati&lt;br /&gt;Berladanglah kau di atas tanah pengabdian padaNya&lt;br /&gt;Walau kekang menghadang&lt;br /&gt;Walau rintang menantang&lt;br /&gt;Yakinlah…&lt;br /&gt;Takkan teringkari janjiNya…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-6587993838621689301?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6587993838621689301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/6587993838621689301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/iman.html' title='Iman'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-5327410391481378459</id><published>2009-11-25T12:56:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:31:20.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KALA</title><content type='html'>Sementara terus berjalan&lt;br /&gt;Tiada keluh tiada kelelahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lalu takkan kembali&lt;br /&gt;Setumpuk penyelesan tiada banyak arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kini kita jalani&lt;br /&gt;Bersama seruan nurani hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang akan dating tiada pasti&lt;br /&gt;Yang akan menjelang sudahlah pasti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-5327410391481378459?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5327410391481378459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/5327410391481378459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/kala.html' title='KALA'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4029921007028835014</id><published>2009-11-25T12:55:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:32:04.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hanya PadaMu</title><content type='html'>Liku perjalanan tlah kutempuh&lt;br /&gt;Tumbuhkan rasa tulangku rapuh&lt;br /&gt;Liku perjalanan tlah kutempuh&lt;br /&gt;Kini jadikan aku duduk bersimpuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambil cermin yang bening&lt;br /&gt;Kucari tempat yang hening….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curahan kasihMu yang mengalir&lt;br /&gt;Tiada bosan Kau siramkan untukku&lt;br /&gt;Sementara sungguh mohon ampunku padaMu&lt;br /&gt;Jalan yang luput terus kulaju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sampai kapan oh ya Allah&lt;br /&gt;Kusanggup yakin tentang kesejatia&lt;br /&gt;Kesejatian tujuan hidup ini&lt;br /&gt;Untuk masa yang menjelang nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku bagaikan hujan&lt;br /&gt;Kadang deras kupadaMu&lt;br /&gt;Lalu reda kering tinggal setetes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sungguh kuingin kasihMu ya Allah&lt;br /&gt;Jadikan tenang jiwaku&lt;br /&gt;Hilangkan gundah menyelimutiku&lt;br /&gt;Akhir kataku tuntunlah selalu diriku&lt;br /&gt;Bukalah mataku pada jalanMu&lt;br /&gt;Tutuplah selalu pada jalan musuhku&lt;br /&gt;Ya….hanya padaMulah ya Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4029921007028835014?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4029921007028835014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4029921007028835014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/hanya-padamu.html' title='Hanya PadaMu'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3780559662990136985</id><published>2009-11-18T18:25:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T18:32:46.532+07:00</updated><title type='text'>Jakarta</title><content type='html'>Kini kudatang lagi&lt;br /&gt;Dengan segenggam harapan &lt;br /&gt;Dari kiri tanganku&lt;br /&gt;Tuk ikut memetik buah kemegahanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau jauh dariku, walau canggung niatku&lt;br /&gt;Tetap kulangkahkan kakiku&lt;br /&gt;Walau banyak korbanku, walau berat lepasku&lt;br /&gt;Tetap kuluruskan pandangku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun enyahkan senyum sombongmu..&lt;br /&gt;Singkirkan rasa congkakmu&lt;br /&gt;Sebab bukan hanya itu inginku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kanan tanganku&lt;br /&gt;Kugenggam permata harapan&lt;br /&gt;Yang berada di dalammu&lt;br /&gt;Semoga tak sedikit penghunimu&lt;br /&gt;Yang tahu akan itu&lt;br /&gt;Dan bukan hanya itu….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3780559662990136985?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3780559662990136985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3780559662990136985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/jakarta.html' title='Jakarta'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3691678639380592568</id><published>2009-11-12T18:40:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:33:13.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Aku…..</title><content type='html'>Aku adalah aku&lt;br /&gt;Aku bukanlah engkau&lt;br /&gt;Dan aku bukanlah dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguh teramat bodoh&lt;br /&gt;Aku sering ingin engkau adalah aku&lt;br /&gt;Aku sering ingin dia adalah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh…Yang Menguasai aku&lt;br /&gt;Mampukan aku tetaplah aku&lt;br /&gt;Sebab dariku hanyalah untukku&lt;br /&gt;Dan darinya hanyalah kembali untuknya&lt;br /&gt;Walau memang harus kukatakan itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai aku…&lt;br /&gt;Jangan lakukan itu…&lt;br /&gt;Sebab aku tetaplah aku…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3691678639380592568?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3691678639380592568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3691678639380592568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/aku.html' title='Aku…..'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2984151547773125942</id><published>2009-11-12T18:18:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:33:41.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Teriakan Sepi</title><content type='html'>Teriakan itu diam terendam&lt;br /&gt;Tahu terdengar atau terlempar&lt;br /&gt;Semakin eratkan genggaman dalam kebingungan&lt;br /&gt;Kebingungan menelan pandangan zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah….zaman&lt;br /&gt;Zaman yang penuh tanah hilang pegunungan&lt;br /&gt;Zaman yang penuh tanah kesombongan&lt;br /&gt;Terkoyak silau buahkan ketulian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan itu memang sepi&lt;br /&gt;Namun tiada pernah sunyi&lt;br /&gt;Mengharap dan menuai janji-janji ilahi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2984151547773125942?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2984151547773125942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2984151547773125942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/teriakan-sepi.html' title='Teriakan Sepi'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1018989005720375591</id><published>2009-11-12T17:51:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:34:39.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sebuah Keinginan</title><content type='html'>Kutata rasa jiwa&lt;br /&gt;Ketika sebuah keinginan menyapa&lt;br /&gt;Yang sesungguhnya teramat suci&lt;br /&gt;Namun harus urung diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutata rasa jiwa&lt;br /&gt;Walau sebuah keinginan menyapa&lt;br /&gt;Mengusik pautan cita meraih cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari palung lautan rasa&lt;br /&gt;Teraduk harap dan cemas dalam do’a&lt;br /&gt;Lirih bersama desah&lt;br /&gt;Hanya mampu kuucap kata…”Semoga”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1018989005720375591?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1018989005720375591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1018989005720375591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/sebuah-keinginan.html' title='Sebuah Keinginan'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-3591396670606127496</id><published>2009-11-12T13:13:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T18:47:33.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>SEPOTONG KISAH SELEPAS LAJANG</title><content type='html'>Malam serasa enggan melepaskan peluknya, karena masih menyisakan dingin di pagi hari yang begitu cerah, mentari tak nampak kelelahan padanya walaupun seharian kemarin menyaksikan acara pelepasan status lajangku. Seakan ia turut merasakan kebahagiaanku bersama bidadari yang baru saja aku dapat. Namun ia tak tahu tentang sedikit kegelisahanku pagi ini. &lt;br /&gt;Kutarik kordeng di jendela kaca rumah kontrakan, kututupkan setengahnya agar cahaya mentari tak masuk seluruhnya ke ruangan depan. Aku dekati segelas teh manis yang telah dibuatkan oleh bidadariku, kuminum perlahan, bismillaah…", sruput… alhamdulillah……… menghangatkan dada, namun tak juga menghilangkan kegelisahanku.&lt;br /&gt;"Manis gak mas?tanya istriku yang dari tadi melihat daftar tamu pernikahan, tiba-tiba memecah kebekuan perasaanku. &lt;br /&gt;"Oh…sudah pas  dik, sambil kubalas dengan senyum lebar, setengah kupaksa.&lt;br /&gt;"Tapi ada yang kurang pas di hati mas…", &lt;br /&gt;"Apa tuh mas?"&lt;br /&gt;"Iya….masalah pekerjaan dik, seharian kemarin sebenarnya sama sekali tak terpikirkan masalah ini…yang ada hanya senyum senang saja, tapi baru muncul sekarang".&lt;br /&gt;"Tenang mas, insyaAllah nanti ada jalan kok"&lt;br /&gt;"Iya dik, …amin, tapi mas sebagai kepala rumah tangga merasa gelisah terus…".&lt;br /&gt;"Udahlah mas…kita ini pengantin baru lho, masak sedih begitu. Kita nikmati dulu pertemuan kita ini, hibur istriku, seperti mencoba mengakrabkan dirinya denganku.&lt;br /&gt;"Oia mas, kita cek list aja dulu yuk apa-apa saja yang perlu kita beli, seperti alat dapur dan sebagainya.&lt;br /&gt;"Iya deh, nanti kita pergi ke pasar, mumpung belum begitu panas."jawabku datar.&lt;br /&gt;Setelah cukup mencatat kebutuhan alat-alat yang kami anggap harus dibeli, kami pun segera pergi ke pasar, menembus keramaiannya, mencoba melupakan kegelisahan yang belum juga beranjak dari hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus menaati perintahNya, berputar mengganti hari demi hari, hingga di suatu siang, HP istri berbunyi…., aku lihat ada panggilan masuk bertuliskan "Ana", adik istri yang merupakan anak kedua dan terakhir. &lt;br /&gt;"Dik, ada telpon nih, kulihat ia mengambil jemuran yang sudah mengering.&lt;br /&gt;"Tolong diangkat saja mas..!"&lt;br /&gt;"Gak ah, dik aja yang angkat. Kuberanjak kuserahkan hp.&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum….ngapain na, ganggu aja lu…, hehe? Terdengar istriku meledek adiknya.&lt;br /&gt;"Hah…dimana, kapan?&lt;br /&gt;"Ya udah nanti aku menyusul sama mas.&lt;br /&gt;"Kemana dik? Ada apa? Tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;"Bapak masuk rumah sakit mas."&lt;br /&gt;"Hah…sakit apa?&lt;br /&gt;"Biasanya darah tingginya kambuh mas".&lt;br /&gt;Dengan gerak cepat kamipun segera mengambil, memasukkan seluruh jemuran ke rumah dan segera merapikan diri lalu bergegas berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak berbaring lemas di atas tempat tidur, berselimut putih bergaris hitam setengah badan, rasa sakit di perutnya sudah mereda. Kata ibu tadi siang sempat membuat gelisah seluruh keluarga. Kini tinggal bertiga yang menunggui bapak, yakni kami dan ibu. Kami gelar tikar kecil dan beberapa lembar koran di teras depan ruangan tempat bapak dirawat. Pemandangan kesedihan, harapan dan keletihan nampak menghias di setiap wajah keluarga yang menunggui orang-orang tercintanya tak berdaya di atas tempat tidur, termasuk kami. Hingga mentari memancarkan sinar lembutnya saat ingin menuju peristirahatannya pun tak mampu menghibur suasana di hati kami.&lt;br /&gt;Akhirnya malam pun membawa selimut pekat dan telah siap menghangatkan bumi. Alunan adzan Isya menghadirkan suasana lain di hati, ditambah sahut menyahutnya bilal yang meneriakkan niat sholat tarawih. Malam ini adalah malam pertama bulan Ramadhan, ada kegembiraan tersendiri di balik kesedihan.&lt;br /&gt;Akhirnya aku ajak istri untuk turun menuju musholla, karena ibu bilang mau sholat di ruangan bapak saja. Memang, lumayan melemaskan kaki jika menuju musholla karena ruang bapak berada di lantai tiga, sedangkan musholla berada di lantai satu.&lt;br /&gt;Tak terasa sudah dua hari menikmati malam-malam di rumah sakit. Namun masih saja kegelisahan itu masih menggelayuti dada. Apalagi jika ada keluarga pasien yang bertanya masalah pekerjaan, ada perasaan kesal, haru dan sedih lalu harap. Setiap mengakhiri terpejamnya mata, ku selalu berdo’a “Ya Rabb…….Engkau tahu kegundahan hati hambaMu ini………..”, lalu kuberdo’a kupejamkan mata, kupendam dalam-dalam kegelisahan hingga tak terdengar apapun di telingaku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi begitu cerah. Cahaya mentari menembus sela-sela dedaunan pohon rindang di depan Rumah Sakit. Kuajak sang istri keluar agak jauh dari kamar bapak, duduk di salah satu deretan papan tempat duduk di bawah pohon. Para penunggu pasien diminta meninggalkan ruangan untuk dibersihkan oleh petugas cleaning service. Hanya ibu yang masih menunggu bapak.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, handphoneku berbunyi. Di layar handphone ada 2 pesan masuk. Pesan pertama laporan pesan terkirim dan yang kedua tertulis nama Pak Galeh, orang yang dulu pernah menawari pekerjaan. Kubuka pelan-pelan dan kubaca. Ia memintaku datang besok pagi ke rumahnya, membawa berkas lamaran kerja. Dari rumahnya baru berangkat ke kantornya. Aku girang sekali. Segera kuajak istriku mengabarkan berita gembira itu pada bapak dan ibu di kamar. Alhamdulillah hari itu, di tengah kesedihan rumah sakit ada kegembiraan yang diselipkan olehNya. Tak sabar, ingin rasanya memutar seluruh jarum jam di dunia agar waktu berjalan lebih cepat lagi menuju besok.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, biasanya jam delapan pagi aku dan istri baru pamit untuk pulang ke rumah untuk masak dan sebagainya, berbeda dengan pagi itu, sehabis shubuh aku sendiri minta pamit untuk pulang lebih awal, sebab ingin menyambut kabar terbaik tadi malam. Lagi pula semalam sudah sepakat dengan istri bahwa aku pulang sendiri untuk menyiapkan berkas dan sebagainya, lalu nanti sepulang panggilan kerja tersebut aku langsung ke rumah sakit. Aku pun segera bergegas.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Di sebuah ruangan aku duduk menunggu. Kupandang setiap sisi dan sudut ruangan itu, ada peta, gambar-gambar bangunan, gambar kebun….ini perusahaan apa ya? Tanyaku dalam hati.&lt;br /&gt;Lumayan lama juga aku menunggu, dan akhirnya aku dipanggil, disuruh masuk ke ruangan yang lain. Aku  diwawancarai, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan sebagainya. Dan tak disangka saat itu juga aku diterima bekerja dengan status percobaan selama tiga bulan. Aku tidak percaya, segampang inikah mencari pekerjaan?, Apakah ini mimpi? Dulu sebelum menikah, seperti mimpi tiba-tiba aku kehilangan pekerjaan. Dan kini aku mendapat pekerjaan seperti itu juga. Alhamdulillah, syukurku dalam hati. Aku langsung dikenalkan pada beberapa karyawan. Pak Galeh juga menjelaskan tugas-tugasku.&lt;br /&gt;Siangnya, pada jam istirahat, kukabari istriku. Ia membalas smsku dengan penuh kesyukuran pula. Bapak ibu mertua juga ikut senang, dan  bapak sudah bisa pulang besok pagi. Alhamdulillah ya Rabbi, nikmat-Mu bertubi-tubi. Lalu kutelepon ibu di kampung. &lt;br /&gt;“Alhamdulillah berkat doa ibu dan bapak saya sekarang sudah dapat kerjaan,” ujarku setelah bertukar kabar. “&lt;br /&gt;Duh syukur yo, Le. Nanti ibu sampaikan pada bapak. Bapakmu sedang di sawah. Ia pasti akan senang juga. Baru semalam ibu ngobrol sama bapak tentang  pekerjaanmu. Hati-hati ya, Le. Ibu lega sekarang!“&lt;br /&gt;“Iya bu…mohon doanya agar lancar semuanya,” Air mata sudah membasahi pipiku.., “maafkan anakmu bu…jika aku sering membuatmu gelisah..”, kataku dalam hati. Hilang sudah beban yang mengganjal di hati. Kabut kegelisahan yang selama ini bersarang di hati pun berangsur-angsur sirna, berganti awan biru yang terang. &lt;br /&gt;Di sela deruman suara kendaraan, kudengar alunan adzan, kucari sumber suara itu, namun agak susah memastikan arahnya. Lalu kutanyakan tukang parkir letak masjid yang terdekat dari kantor itu, ia menunjukkan. Kuucapkan terimakasih dan bergegas sembari mengajaknya, namun tak ada tanda-tanda ketertarikan darinya. “MasyaAllah, aku pikir bapak itu rajin ke masjid, sebab kulihat ia memakai kupluk hitam di kepalanya”, ah mungkin ia khawatir dan sedang menunggu penggantinya untuk menunggu mobil”, gumamku berusaha husnudzon.&lt;br /&gt;Sehabis sholat aku kembali lagi ke kantor, perut pun sudah mulai menuntut untuk diisi. Tapi aku bingung mau makan dimana, terlihat hanya ruko-ruko. Ah…nanti ajalah aku tahan saja, kutahan lapar, kududuk ”kursi kantor pertama", yang memang baru ini aku bekerja di kantoran. Namun tiba-tiba, "Gih…kata pak Ari, kamu boleh pulang dulu, besok kamu bisa mulai kerja masuk jam setengah sembilan ya". &lt;br /&gt;"Alhamdulillah……, teriak hatiku. Oh..iya, pak terima kasih, kebetulan Bapak saya juga mau keluar Rumah Sakit sore nanti. &lt;br /&gt;Aku pun bergegas, membereskan tas, berpamitan. Langsung kumenuju parkiran, kuambil motor dan segera kuajak ia menyusuri jalan aspal yang memantulkan panas mentari, namun ternyata tak mampu mengurangi kebahagiaanku di hari itu, menuju rumah sakit.&lt;br /&gt;Hampir satu jam, akhirnya sampai juga di Rumah Sakit langsung ku menuju lantai dua, ke ruangan Bapak, ternyata mereka sudah siap-siap untuk pulang. &lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum…..&lt;br /&gt;"Wa'alaikum salam…, selamat yo le….tegur Ibu Mertua&lt;br /&gt;"Iya bu…makasih..he he.., sahutku girang padanya, walau Ibu Mertua, aku cepat sekali akrab dengannya, bagai ibu kandungku dan aku memang bertekad tak akan membedakannya dengan ibu kandungku di kampung.&lt;br /&gt;"Ayo pulang", sahut Bapak.&lt;br /&gt;"Walah dah gak sabar, ledek istri.&lt;br /&gt;Ya udah….ayo.&lt;br /&gt;Alhamdulillah hari ini benar-benar hari bahagia. Selamat tinggal Rumah Sakit, kan ku sambung hari lebih indah di rumah kontrakkanku, walau tak seluas dirimu" gumamku dalam perjalanan.&lt;br /&gt;Bapak Ibu naik taksi dan aku bersama istri mengikutinya dengan sepeda motor di belakang, mengawal. Setelah beberapa lama, akhirnya sampai juga. Di depan gang kecil taksi berhenti. Bapak Ibu turun, barang-barang bawaan aku ambil dari bagasi dan aku angkut dengan motor memasuki gang, sementara Bapak Ibu ditemani istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setelah agak lama di rumah mertua, aku dan istri pun segera pamit pulang.&lt;br /&gt;"Pak, bu…dak agak sore, kami balik dulu ya, "pamit istri.&lt;br /&gt;Ya sudah,,ati-ati ya, hati-hati juga kalau besok masuk kerja, jawa ibu.&lt;br /&gt;"Iyo hati-hati, bapak menyahut, besok pakai motor bapak saja.&lt;br /&gt;Nggih pak, kami jalan kaki aja dulu, besok berangkat kerja saya mampir sambil ngambil motor."&lt;br /&gt;Kami pun melangkah, menuju rumah kontrakan. Ada kerinduan tersendiri, walaupun sempit dan bukan milik sendiri, namun serasa rumah kontrakan itu bagai surga kecil yang selalu menanti.&lt;br /&gt;Sesampai di depan rumah, buru-buru kuambil kunci dalam tas, perlahan kubuka kunci dan pintu….Ngeek…..".&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum…..' salam kami serempak. Setelah salam, kami hanya terdiam sesaat, memandang sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Air menggenang di ruang depan, aku berpikir sesaat, padahal hari ini tidak ada hujan.&lt;br /&gt;"MasyaAllah mas,….&lt;br /&gt;"Iya dik, kenapa ya, tanyaku sambil kugulung celana panjangku hingga di bawah lutut&lt;br /&gt;Kami pun masuk, aku buka gording jendela, dan terjawab sudah akhirnya dari mana air itu datang.&lt;br /&gt;"Astaghfirullah..mas, ternyata air dari kamar mandi ya,…, &lt;br /&gt;"Iya dik dari ruang belakang…..&lt;br /&gt;"Keluar saja dulu mas…, ajak istri. &lt;br /&gt;"Iya dik,&lt;br /&gt;Kami pun keluar rumah dan duduk di atas pagar pembatas rumah kontrakan sebelah. Kami masih setengah percaya akan kejadian yang baru saja terlihat.&lt;br /&gt;"Tanya dulu saja mas, sama ibu sebelah, kenapa tuh kok bisa banjir.&lt;br /&gt;Aku tak menjawab, hanya menganggukkan kepala. Dan kucoba dekati pintu rumah kontrakan sebelah yang dari tadi tertutup dan hanya terdengar suara TV dari dalam.&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum….bu…&lt;br /&gt;Wa'alaikum salam…, kudengar jawaban dari dalam, dan setelah pintu dibuka.&lt;br /&gt;"Eh….sudah pulang mas,&lt;br /&gt;"Sudah bu, alhamdulillah, bapak juga sudah di bawa pulang, …&lt;br /&gt;"Oh…ya alhamdulillah…kalau gitu.&lt;br /&gt;"Oia, bu maaf, mau nanya nih….&lt;br /&gt;"Nanya apa ya…?&lt;br /&gt;"Tempat saya kok kebanjiran ya bu? Tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;"Sama mas, tempatku juga, satu deret kontrakan ini banjir semua tadi pagi, ini aku baru beres bersihin rumah dan ngepel. Kan kontrakan ini satu pipa pembuangan, trus ada yang buang sampah ke pipa pembuangan kamar mandi kayaknya, makanya bikin mampet deh. Tapi tadi sudah dibersihin pakai kayu kok, dan kotorannya sudah keluar" jelas ibu, sambil terlihat agak kesal.&lt;br /&gt;"Aku juga kesel nih…., pada sembarangan buang sampah sih…&lt;br /&gt;"Iya ya bu…., mudah-mudahan bisa jadi pelajaran deh buat yang buang sembarangan itu. Eh iya bu, terimakasih ya…kami mau bersih-bersih nih keburu magrib.&lt;br /&gt;"Iya deh, sama-sama, itu kasihan yang dari tadi megangin kain pel tuh.", &lt;br /&gt;Ternyata dari tadi istri sudah megang kain pel, yang biasa di jemur di depan rumah. &lt;br /&gt;Kami pun segera masuk rumah lagi, terlihat air kotor itu masih tenang mendiami seluruh ruangan depan. Masih bersyukur spring bed yang sudah beberapa hari didirikan sama sekali tidak terkena air, karena memang terletak di ruang belakang yang lebih tinggi dari ruangan depan. &lt;br /&gt;Sejenak kami pandang, dua ruangan tempat kami singgah dan bercengkerama. Ruang depan yang berdiri satu lemari tempat pakaian, kakinya masih digenangi air kotor itu dan ruang belakang yang merupakan tempat tidur dan sekaligus ruang dapur. Ya, tempat tidur sekaligus dapur karena ruang belakang pas jadi satu untuk spring bed dan satu buah kompor. Dan kalau mau memasak, terpaksa kami dirikan tempat tidur terindah kami itu. Di sebelah pas berjarak kurang lebih sepuluh centimeter adalah pintu kamar mandi, jadi bisa dibilang ruang belakang adalah ruang three in one ruang satu untuk tiga keperluan, mandi, masak dan tidur. &lt;br /&gt;Kulihat senyum istri mengembang, entah senyum lucu, menghibur atau apa. Sebentar kubalas, dan kami mulai mengepel dua ruangan terindah itu. Hingga akhirnya sang mentari mulai beranjak menuju peraduannya memancarkan semburat kuning kemerahan berpadu menjadi warna syahdu, seakan sangat terkesan dengan kesabaran dua insan yang belum lama melangkah, menempuh hidup baru itu. &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dua bulan lebih aku bekerja, senang dan bangga rasanya. Sudah dua bulan itu juga kami menyimpan sesuatu dari kedua mertua, yakni gaji kecil. Dengan gaji   Rp. 750.000,- kami bertahan, alhamdulillah masih ada "pesangon" dari pernikahan kemarin. Kami sengaja menyembunyikan itu, khawatir mengganggu pikiran mereka. Tentu mereka tidak akan tenang memikirkan kebutuhan kami. Namun alhamdulillah kami tetap bersabar.&lt;br /&gt;Kulihat jam dinding di kantor, tepat menunjukkan tengah hari, waktunya istirahat. Aku pun bergegas menuju masjid. Kuambil HP yang dari tadi aku taruh di dalam tas, ada sms. Sambil berjalan kubuka, tertulis "Dinda", ternyata dari istri, "mas, adik kejatuhan kasur nih…", leher adik sakit, tapi sudah dik kasih minyak kayu putih nih mendingan". Kubalas, "masyaAllah dik, maaf mas baru balas, tadi taruh di tas, iya mas nanti cepat pulang ya". Hati sudah tak sabar di hari itu, terus berharap waktu akan berjalan cepat ingin segera pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, aku pikir istri lagi menangis kesakitan. Namun dia malah tertawa kecil. &lt;br /&gt;"Lho kok malah tertawa, ? tanyaku heran.&lt;br /&gt;"Iya mas, hari kita membuat sejarah baru, orang masak kok kejatuhan tempat tidur", he. Tapi ada yang menegangkan mas", tambah istriku.&lt;br /&gt;"Apaan tuh dik?", &lt;br /&gt;"Iya, bapak ibu tadi kesini, ngobrol ngalor ngidul, tapi ujungnya mereka nagih janji ke dik. Dulu kan dik janji waktu sebelum nikah, kalau akan kerja dulu sebelum punya anak".&lt;br /&gt;Hening sesaat. Mulutku terasa kaku, diplester. Namun isi kepalaku berputar. Tak menyangka datang masalah seperti ini. &lt;br /&gt;"Begitu ya dik.?&lt;br /&gt;"Iya", jawabnya singkat.&lt;br /&gt;"Sebenarnya, setahu mas, jika dik gak menepati janji pun itu gak akan dosa kok dik.&lt;br /&gt;"Kenapa mas?", bukannya janji itu hutang?"&lt;br /&gt;"Iya secara umum seperti itu. Tapi punya anak itu wajib dik, sebab itu salah satu tujuan dari menikah".&lt;br /&gt;"Tapi…?".&lt;br /&gt;"Iya, mas sangat paham dengan bapak dan ibu, mereka sudah membiayai kuliah dik." Sudahlah gak usah dibuat pusing dik, coba nanti mas, tanya ke teman-teman mas, atau baca di koran, lalu buat lamaran, biar bapak ibu tenang, bahwa kita sudah berusaha. Tapi tetap mas pingin kita punya momongan dulu!"&lt;br /&gt;Istri hanya diam, tak menjawab. Aku juga tahu, bagaimana perasaannya. &lt;br /&gt;"Ya udah, mas mandi dulu ya", pamitku memecah ketegangan.&lt;br /&gt;Aku segera mengambil handuk, menuju kamar mandi, kuberharap siraman demi siraman air mampu memberikan kesejukan di kepalaku. Namun tetap saja, sehabis mandi kulihat istriku masih saja diam. Namun setelah tahu kalau aku selesai mandi dia menoleh,&lt;br /&gt;"Ya sudah mas, dik juga malah jadi takut kalau kebablasan gak punya anak"&lt;br /&gt;"Itulah yang mas maksud dik, toh selesai melahirkan dik kan bisa dapat kerja", hiburku.&lt;br /&gt;"Iya mas, ayo kita makan, keburu basi sayurnya".&lt;br /&gt;"Ayo, sahutku agak semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sandiwara pun dimulai, kami sering mengirim lamaran, tanya kesana-sini. Dan tak lupa jika mau mengirim lamaran tersebut, selalu mampir ke rumah mertua, alhamdulillah mereka pun senang. Padahal kita terus berharap agak istri jangan sampai mendapat panggilan kerja. Doa kami pun terkabul, tak satu pun lamaran yang membuahkan panggilan. &lt;br /&gt;Hampir satu bulan, sandiwara menghibur mertua pun kami lakukan. Hingga di suatu hari, istri terkena demam tinggi, badannya panas dingin, hampir dua malam bergadang. Aku teramat khawatir. Dan pada pagi hari ketiganya, dia muntah-muntah. Tiba-tiba dalam kekhawatiranku berubah kebahagiaan, &lt;br /&gt;"alhamdulillah dik, mudah-mudahan ini tanda rezeki"&lt;br /&gt;"Oh iya mas, dik hamil kali ya…, tolong beli tespek mas…., tiba-tiba dik malah jadi sehat dan penasaran begini nih".&lt;br /&gt;Segera kuambil langkah seribu, ingin mengetahui segera tanda-tanda kabar yang masih menggantung itu. Setelah kudapat, dites oleh istriku dan alhamdulillah hasilnya adalah positif. Betapa riangnya kami waktu itu. Entah mengapa istri mengajak ke rumah mertua, ingin memberi kabar baik katanya. Akupun menurutinya, namun di hati ada kekhawatiran kalau-kalau mertua jadi malah kecewa dengan kabar itu. Setelah sampai, langsung saja tanpa basa-basi istriku menceritakan apa yang telah terjadi. Mendengar itu semua Bapak Ibu mertua hanya tersenyum. &lt;br /&gt;"Ya udah alhamdulillah, berarti rezekinya sudah datang," kata Ibu.&lt;br /&gt;"Iya, berarti kerjanya setelah melahirkan nanti sajalah, dulu waktu Ambar lulus aku juga berdo'a biar cepat dapat rezeki., eh bener ada yang datang nglamar malahan, kelakar Bapak mertua menimpali.&lt;br /&gt;Aku dan istri hanya tersenyum dan berharap semoga mereka benar-benar tak merasa kecewa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-3591396670606127496?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3591396670606127496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/3591396670606127496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/sepotong-kisah-selepas-lajang.html' title='SEPOTONG KISAH SELEPAS LAJANG'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-2795583272032916357</id><published>2009-11-02T18:31:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T18:35:27.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Seuntai Do’a……..</title><content type='html'>Mungkin hanya Dia yang tahu…..&lt;br /&gt;Yang tak terlihat, tak teraba&lt;br /&gt;Untaian kata meminta padaNya, untukmu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya ini kumampu&lt;br /&gt;Tak nyata, entah apa&lt;br /&gt;Berisi, entah apa di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kusimpan makna&lt;br /&gt;Yang mungkin bermakna&lt;br /&gt;Tak lantang kukatakan&lt;br /&gt;Cukup desah kumengucapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tak nyata&lt;br /&gt;Dia saksiku, hanya Dia yang selalu tahu&lt;br /&gt;Seuntai doaku untukmu………………………..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-2795583272032916357?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2795583272032916357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/2795583272032916357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/seuntai-doa.html' title='Seuntai Do’a……..'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8870489012803801878</id><published>2009-11-02T18:27:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T18:35:48.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Akhirnya……..</title><content type='html'>Pagi, siang, senja dan akhirnya malam&lt;br /&gt;Bakal, semi, kembang, layu dan akhirnya gugur&lt;br /&gt;Bedakah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu…tongkatku semakin rapuh&lt;br /&gt;Tak terhitung yang punya itu&lt;br /&gt;Dan cukup jari yang masih tegar kekar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air terus mengalir ke bawah&lt;br /&gt;Si anak langit hancur jatuh ke tanah&lt;br /&gt;Tak ikut langit yang biru&lt;br /&gt;Buah lepas dari batang membusuk &lt;br /&gt;Tak turut kokoh hijau rindah pohonnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah….tak beda…&lt;br /&gt;Nanti si tupai pun akan jatuh dari pohon kelapanya&lt;br /&gt;Tak lagi nikmati manisnya, tak rasakan lagi segarnya&lt;br /&gt;Akan berakhir congkaknya, hilang segala mampunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah….ha ha……betapa hina&lt;br /&gt;Hanya dia diam membisu&lt;br /&gt;Dengan tubuh busuk membujur kaku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8870489012803801878?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8870489012803801878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8870489012803801878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/11/akhirnya.html' title='Akhirnya……..'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-612326274212967037</id><published>2009-07-14T18:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T18:49:04.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>Kenakalan Remaja atau Kenakalan Orang Tua?</title><content type='html'>Berbicara masalah remaja, maka kita akan menemukan sebuah potret yang teramat suram. Karena remaja identik dengan kebebasan tanpa batas. Lebih jelas lagi remaja adalah  potret pergaulan bebas, narkoba, tawuran dan sebagainya yang beratribut kenakalan. Maka telinga kita sangat akrab dengan istilah “Kenakalan Remaja”. Bahkan di telinga remaja pun istilah tersebut bisa menjadi sebuah “denah”, yang kemudian harus dilalui dan bukan menjadi sebuah kubangan yang harus dihindari. Dengan kata lain istilah Kenakalan Remaja merupakan kewajaran plus lumrah bagi para remaja. &lt;br /&gt;Bagi para orang tua, terkadang memberikan toleransi yang berlebihan pada putra-putrinya, dengan memberikan kelonggaran putrinya berpakaian ala penyanyi dangdut, putranya berpakaian ala rockers, memberikan kelonggaran putra-putrinya pulang sekolah agak malam tanpa alasan, memberikan kelonggaran putra-putrinya bangun tidur siang dan berbagai kelonggaran yang lain dengan berusaha terus memaklumi dengan dalih masih remaja. &lt;br /&gt;Seiring dengan pemakluman tersebut, di dunia luar rumah masih saja kita temukan berbagai “kenakalan” yang dijual murah terekspos di berbagai media. Mulai dari kenakalan para orang tua di jalan raya yang mengacuhkan peraturan lalu lintas sampai kenakalan para orang tua di “Gedung Terhormat”.  Mulai dari hal berebut lahan parkir sampai berebut “lahan basah”. Dari mulai pelecehan seksual terhadap anak sampai transaksi seks di hotel berbintang. Belum juga andil para orang tua yang menyuguhkan tontonan jorok dan humor-humor sensual di layar kaca, yang kemudian para orang tua di rumah “tak kuasa” untuk memperketat jam belajar para putra-putrinya, bahkan ikut menyaksikan meriahnya tontonan yang tak patut menjadi tuntunan tersebut. &lt;br /&gt;Tulisan ini bukan bermaksud menghakimi siapa pun, namun hendaknya mampu menghadirkan kesadaran bagi kita sebagai orang tua. Menumbuhkan semangat interopeksi, bahwa sebenarnya “Kenakalan Remaja” yang kini telah menjadi “brand image” bagi para anak muda adalah salah satu akibat dari “Kenakalan Orang Tua”. Sebagai orang tua, seringkali kita menyalahkan asap tanpa melihat asal apinya. Ketidakmampuan kita untuk mendidik dan memberikan tauladan yang nyata bagi anak-anak kita merupakan api yang menebar asap di negeri tercinta ini. Mari kita tengok sejenak dan belajar dari para pahlawan kita yang masih “hidup” dengan semangatnya sampai saat ini, Jenderal Sudirman misalnya. Walaupun sakit mendera, namun tak menyurutkan langkah beliau dengan “strategi gerilyanya”.  Begitu juga saat ini, betapapun berbagai “penyakit” menyerang bumi pertiwi ini, mari kita mulai membenahi diri sebagai orang tua. Karena sekali lagi jika kita mau jujur, sebenarnya Kenakalan Remaja itu tumbuh dari Kenakalan Orang Tua…..&lt;br /&gt;Jaya Remaja, bangga orang tua, majulah bangsa tercinta !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-612326274212967037?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/612326274212967037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/612326274212967037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/07/kenakalan-remaja-atau-kenakalan-orang.html' title='Kenakalan Remaja atau Kenakalan Orang Tua?'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-4150871303462240090</id><published>2009-07-10T19:10:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:54:28.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenak berhenti'/><title type='text'>Perjuangan Hakiki</title><content type='html'>Rutinitas dan kesibukan setiap hari terkadang membuat kita merasa telah menjadi seorang pejuang sejati. Kelelahan dan keletihan sering menjadikan kita lupa akan banyaknya peringatan Allah tentang hakikat kehidupan di dunia ini. Persoalan demi persoalan, permasalahan demi permasalahan terus menguras tenaga, pikiran dan perasaan kita. Lalu kita larut dalam target-target penyelesaian urusan duniawi tersebut. Yang berumah tangga disibukkan dengan pemenuhan kebutuhan yang tiada habisnya, yang belajar disibukkan dengan berbagai tugas yang harus diselesaikan, yang bekerja disibukkan dengan banyaknya pekerjaan yang harus dipertanggung jawabkan kepada pimpinannya.&lt;br /&gt;Padahal dalam Al-Quran Surat Al-Ankabut ayat 64 Allah berfirman, yang artinya :&lt;br /&gt;Dan kehidupan dunia ini hanya sendau gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas dengan jelas Allah mengatakan bahwa kehidupan dunia sebagai senda gurau dan permainan belaka dan di akhiratlah kehidupan sebenarnya. Jadi bisa dikatakan bahwa akhirat merupakan kehidupan nyata dan dunia ini bagaikan mimpi. &lt;br /&gt;Maka ketika Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berdo’a setelah tidur dengan doa : Alhamdulillaahilladzii ahyaana ba’da maa amaatana wa ilaihin nusyuur, yang artinya Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami sesudah kami mati dan hanya kepadaNya kami dikembalikan. Doa tersebut sesungguhnya merupakan sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Kita diajak untuk selalu ingat bahwa kita semua akan kembali, setelah mengalami sebuah “tidur” pendek di dunia, dan mau tidak mau kita akan kembali dalam keadaan “bangun” dalam kehidupan akhirat. &lt;br /&gt;Belakangan, kita banyak mendengar berita tentang para caleg yang gagal kemudian mengalami depresi maupun para caleg yang mampu mencapai targetnya kemudian bersuka cita dengan segala ekspresinya masing-masing, seakan telah meraih tujuan tertinggi di dalam hidupnya. Hal ini dapat kita ambil banyak hikmahnya, ternyata betapa rapuhnya sudut pandang kita terhadap kehidupan dunia ini. Dunia yang telah Allah gambarkan seperti ayat di atas, sudah kita jadikan segalanya di hati kita. Setiap kegagalan  atau keberhasilan kita dalam meraih cita-cita yang kita inginkan di dunia, seakan disitulah tempat akhir harapan di hati kita. Mungkin hal seperti ini tak jarang menghiasai gerak hidup kita dan kita anggap sebagai sebuah kewajaran, sehingga ketika seluruh waktu, tenaga, perasaan dan pikiran kita terkuras habis untuk kesibukan yang tiada putusnya dalam menyelesaikan persoalan dunia, yang terkadang juga terasa menyesakkan dada, kita sudah merasa berjuang habis-habisan. &lt;br /&gt;Padahal di sana,  telah menanti sebuah tempat penilaian hasil perjuangan kita di dunia, yakni kampung akhirat, kampung yang merupakan akhir dari segalanya. Kita sering lalai, ketika disibukkan oleh masalah-masalah rumah tangga, urusan pekerjaan, dan terlena ketika mendapatkan kenikmatan, bahkan hampir saja kita melupakan sebuah perjuangan yang hakiki, perjuangan yang sesungguhnya, yaitu meraih kenikmatan abadi di akhirat kelak, yang sebenarnya lebih membutuhkan kurasan tenaga dan pikiran kita. &lt;br /&gt;Oleh sebab itu, mari selagi kita masih diberi nafas, kita senantiasa menyadarkan diri bahwa perjuangan di dunia ini bukanlah perjuangan fisik dan nafsu semata. Tapi ada jiwa yang harus kita perjuangkan kesuciannya, yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya, dan akan diberikan tempat sebagai balasan yang setimpal. Entah kenikmatan atau kesengsaraan yang kekal, tinggal tergantung bagaimana kita memperjuangkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-4150871303462240090?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4150871303462240090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/4150871303462240090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/07/perjuangan-hakiki_10.html' title='Perjuangan Hakiki'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-1272045010796492108</id><published>2009-07-10T18:54:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T18:48:42.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di ujung Mata'/><title type='text'>UKM : Bukan Sekadar Modal</title><content type='html'>Seorang ibu yang suaminya bekerja menjadi satpam, telah lama mempunyai usaha membuat peyek. Ia bermaksud untuk membantu suaminya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Memproduksi peyek jika ada pesanan dari tetangga maupun teman kerja suaminya. Tapi karena seluruh pekerjaan dari memotong kacang hingga menjadi bungkusan peyek dikerjakanya sendiri, maka ketika banyak pesanan, terpaksa beberapa pesanan pun ditolak. Padahal menurut penulis, kualitas peyek tersebut sebenarnya bisa menembus pasar ke rumah makan kelas menengah ke atas. &lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, ada bantuan dari pemerintah berupa beberapa unit mesin jahit sekaligus diadakan kursus menjahit selama dua minggu. Antusias warga, khususnya ibu-ibu cukup tinggi, sehingga harus diadakan seleksi peserta. Namun, karena tidak ada follow up setelah kursus tersebut, maka beberapa unit mesin jahit di lingkungan kami pun tidak digunakan kembali. &lt;br /&gt;Dua cerita di atas merupakan potret keadaan Usaha kecil dan Menengah atau UKM di lingkungan kami. Karena kurangnya pengetahuan dalam menjalankan usaha, sehingga UKM yang ada masih dijalankan dengan apa adanya atau tanpa sebuah konsep yang jelas dan terukur. &lt;br /&gt;Padahal jika kita lihat di Negara kita, banyak para pengusaha sekaligus motivator yang mempunyai misi ingin turut andil menyelesaikan permasalahan perekonomian yang sedang melanda saat ini, misalnya Tung Desem Waringin, Velentino Dinsi, Ustadz Lihan dan Samullah Rizqi. Mereka berhasil menjadi pengusaha yang sukses karena mempunyai konsep usaha yang berhasil pula. Mereka mempunyai motivasi, manajemen produksi, manajemen pemasaran atau distribusi dan berbagai manajemen lainnya. Jika saat ini mereka memberikan pengarahan-pengarahan dalam forum dan lingkungan yang sangat terbatas, maka dengan modal dan visi yang sama, alangkah baiknya jika pemerintah dapat menjalin kerjasama, mensinergikan pengguliran dana bantuan ke masyarakat dengan berbagai ilmu dan pengalaman yang telah mereka miliki. &lt;br /&gt;Seberapa efektifkah kerja sama itu dan bagaimana teknisnya ? Menurut hemat penulis sangatlah efektif. Kerja sama itu bisa dimulai dengan membentuk forum-forum diskusi di antara unit UKM yang ada atau mungkin dengan anggota masyarakat yang akan memulai usahanya. Misalya di dalam satu RW dibentuk satu forum diskusi yang terdiri dari beberapa UKM RT, setiap satu pekan atau paling lama dua pekan, para UKM tersebut mengadakan diskusi, saling mengemukakan keadaan ushanya, sehingga dari situ timbul interaksi untuk saling mengisi kekurangan, karena belajar dari berbagai pengalaman yang berbeda selama menjalankan usahanya masing-masing. &lt;br /&gt;Namun setelah forum diskusi itu berjalan, pasti akan muncul persoalan demi persoalan yang tidak bisa diselesaikan di forum tersebut. Maka di saat itu forum bisa membuat jadwal pertemuan untuk mengundang seorang atau lebih pengusaha yang telah direferensikan pemerintah untuk berdiskusi dan meminta pengarahan. Sehingga semua persoalan atau kendala yang sebelumnya tidak dapat diselesaikan dalam forum akan langsung mendapat solusi setelah mendapat pengarahan-pengarahan dalam diskusi tersebut. Dan tentunya juga, selain mendapat pengarahan yang bersifat teknis dan praktis, para UKM akan diberikan motivasi-motivasi atau perubahan mindset (cara berpikir) sebagai modal non teknis untuk menjalankan usahanya agar lebih maju lagi. &lt;br /&gt;Dengan demikian, seiring dengan bantuan pemerintah, seperti PPMK (Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan sebagainya, pengarahan demi pengarahan harus dilakukan secara berkesinambungan, sehingga dana bantuan tersebut benar-benar tepat dan manfaat, artinya dapat digunakan masyarakat atau UKM untuk meningkatkan kemapanan ekonomi dengan masing-masing usahanya, bukan untuk keperluan konsumtif lainnya. &lt;br /&gt;Lalu cukupkah jumlah motivator atau pengusaha yang bisa memberikan pengarahan untuk sekian banyak UKM di seluruh Indonesia? Sepengetahuan penulis, banyak komunitas pengusaha yang mempunyai visi sejalan dengan program pemerintah, misalnya Komunitas TDA (Tangan Di Atas), yang merupakan sebuah komunitas besar para pengusaha. Baik pengusaha yang baru dari nol ingin memulai usaha maupun pengusaha yang telah berhasil. Komunitas ini mempunyai kepengurusan pusat di Jakarta dan pengurus cabang di beberapa kota di seluruh Indonesia. &lt;br /&gt;Selain itu jika forum diskusi berjalan dengan baik, maka dengan sendirinya akan mampu mencetak para kader pengusaha yang berhasil. Sehingga nanti secara estafet akan dapat memberikan pengarahan atau pembinaan terhadap UKM yang baru. Begitu seterusnya, sehingga UKM yang belum berkembang seperti ibu penjual peyek pun bisa terbuka wawasannya mengenai usahanya, ia merekrut beberapa karyawan untuk membantu memproduksi dan memasarkannya. Kemudian dengan pengetahuan yang didapat, ibu itu pun mampu memasarkan peyeknya ke banyak rumah makan dan toko ternama di Jakarta dengan packing yang lebih menarik tentunya. Jika demikian, dengan terserapnya banyak tenaga kerja, maka UKM telah nyata menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas perekonomian Negara. &lt;br /&gt;Demikian yang dapat penulis sampaikan mengenai gambaran umum UKM setempat. Potensi dan peluang yang ada, ternyata tidak terhambat dengan kekurangan modal semata. Melainkan beberapa hal yang telah penulis paparkan di atas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-1272045010796492108?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1272045010796492108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/1272045010796492108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/07/ukm-bukan-sekadar-modal.html' title='UKM : Bukan Sekadar Modal'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-213196060770392438.post-8573133686252843748</id><published>2009-07-10T18:34:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T18:48:03.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Mendung di Balik Pernikahan</title><content type='html'>Matahari tersenyum hangat. Hembusan sejuk angin pagi sesekali datang membelai. Aku menjemur pakaian di depan rumah kontrakan yang baru seminggu kutempati. Rumah kontrakan ini kusiapkan dengan penuh perjuangan untuk menempuh hidup baruku. Pukul tujuh tepat, aku telah merapikan rumah. Tak ada lagi potongan-potongan kertas hias, gelas dan piring kotor, apalagi pakaian bergantungan. Kemarin, seharian teman-teman berlatih nasyid di rumahku. Mereka jugalah yang membuat huruf-huruf hias untuk dekorasi resepsi pernikahanku besok pagi. &lt;br /&gt;Namun tiba-tiba bisikan itu datang lagi, “Bagaimana bisa kamu berumah tangga tanpa pekerjaan?”  &lt;br /&gt;“Mau makan apa istri dan anakmu nanti?”&lt;br /&gt;“Bagaimana perasaan orangtua dan mertuamu bila tahu kamu telah menjadi seorang pengangguran?”&lt;br /&gt;Mendadak dadaku sesak, ingin menangis rasanya. Seminggu menjelang pernikahan, aku kehilangan pekerjaan. Mau mencari pekerjaan atau usaha sepertinya tidak sempat . Menggerutu, berkeluh kesah, apalagi berprasangka buruk pada Allah, hanya akan menambah kesengsaraan batinku. Kuikhlaskan saja semua yang terjadi padaku. Allah tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.&lt;br /&gt;Kemarin, aku sempat pusing dan bingung  ketika bapak dan ibuku yang baru saja datang dari kampung bersama rombongan saudara bertanya tentang pekerjaanku. Kujawab saja, “ Sudah minta libur.” Aku terpaksa berkata begitu karena takut jika menceritakan yang sebenarnya, akan merusak suasana hati mereka yang tengah  berbahagiai. Aku berniat menjelaskan semua setelah pernikahan. Untuk sementara waktu, sambil mencari pekerjaan lain aku akan bekerja di rental komputer milik pamanku, Lek Waluyo. &lt;br /&gt;Kuhibur diri sendiri. Sebentar lagi Insya Allah masa sepi akan berakhir. Aku akan mempunyai seorang teman sejati, sang pendamping, seorang wanita yang halal dan berpahala ketika kuajak bercanda. Penat dan lelah akan hilang ketika memandang teduh wajahnya. Bersamanya, aku akan berbagi tugas rumah tangga. Alhamdulillah, bisikan-bisikan itu pergi bersama matahari yang semakin tinggi.&lt;br /&gt;Kuperiksa isi dompet yang tebal karena terisi agenda dan catatan-catatan harianku. Beberapa lembar uang lima puluh ribu terselip di sana. Minggu kemarin aku sudah khawatir benar-benar tidak punya uang. Harapan untuk mendapat rejeki dari sebuah arisan yang kuikuti hilang ketika nama yang keluar dari kocokan bukan namaku. Tetapi ditemukan kesalahan. Nama peserta arisan ada yang dibuat dobel secara tak sengaja, sehingga keluar nama peserta yang sudah pernah menang arisan. Ketika dilakukan musyawarah, semua sepakat untuk mengalihkan pemenang arisan padaku. Ploong, alhamdulillah. Uang arisan itulah yang tersempat dalam dompetku.&lt;br /&gt;Kejadian dalam arisan tersebut telah membuktikan membuktikan janji Alah. Dia memudahkan bukan menyulitkan, seperti pikiran-pikiranku selama ini, yang selalu dibayangi pertimbangan-pertimbangan yang memberatkan ketika akan menikah. Aku jadi teringat nasihat seorang Ustad, perjalanan hidup ini tidak selalu dapat dihitung dengan matematika. Ada nilai-nilai dan angka yang datang tak terduga.&lt;br /&gt;Aku masih harus ke pasar untuk membeli perlengkapan bawaan yang masih kurang. Kuambil bolpen dan selembar kertas. Aku bergegas ke rumah Lek Waluyo yang kebetulan tak jauh dari rumah kontrakanku. Aku ingin bertanya pada bulek, barang apa saja yang masih kurang. Aku juga akan mengajak ibu yang menginap di sana berbelanja. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum,..” teriakku di depan pagar rumah Lek Waluyo.&lt;br /&gt;“Walaikumussalam,” terdengar jawaban serentak dari dalam rumah. Rupanya Lek Waluyo, Bapak, Lek Ratmo, Lek Yanto dan Lek Narto bersama beberapa keponakan, sedang bersantai sambil mendengarkan Campur Sari, lagu khas jawa yang kini mulai terlupakan oleh para putra jawa. &lt;br /&gt;“Wah, penganten,” sahut Bulek Waluyo dari dapur. Aku langsung menuju dapur yang penuh dengan kesibukan memasak makanan santap siang. Kulihat ibu mengupas bawang putih sambil tersenyum dan bertanya, “Gimana, Le? Katanya mau belanja lagi?”&lt;br /&gt;“Iya, bu,” jawabku sambil duduk mendekat. &lt;br /&gt;“Uangmu masih ada nggak?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;Jantungku seakan lepas mendengar pertanyaan itu. Pertanyaan yang bukan sekedar pertanyaan. Pertanyaan yang penuh pengertian dan kekhawatiran. Aku sangat paham bagaimana perasaan wanita yang sangat kucintai itu. Ia tahu, aku baru 3 bulan lulus kuliah dan langsung dapat pekerjaan di Jakarta. Tidak lama kemudian datanglah detik-detik pernikahan ini. Pasti belum sempat menabung banyak uang.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah ada, Bu. Iibu ikut ke pasar, ya?” ajakku. &lt;br /&gt;“Kalau ibu nggak ikut, nggak apa-apa to, Le? Ibu masih capek naik bus kemarin.”&lt;br /&gt;“Ya, sudah, nggak apa-apa kok. Nanti sama Bulek Waluyo saja,” jawabku mengerti. Perjalanan naik bus dari Wonogiri ke Jakarta hampir 17, pasti .melelahkan.&lt;br /&gt;Aku pun segera pergi bersama Bulek Waluyo ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan dengan mengendarai motor teman yang sengaja dipinjamkan untuk operasional pernikahan. Menjelang sore selesailah agenda belanja hari itu. Melelahkan, tapi ada kelegaan. Uangku cukup untuk membeli semua barang bawaan yang kurang tersebut. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat Maghrib di masjid, kuambil Al-Qur’an, kubaca Surat Ar-Rahman.&lt;br /&gt;”Ar-Rahmaaaan……” &lt;br /&gt;Air mataku meleleh.Kucium mushaf kecil itu. Ada sesuatu yang seakan-akan menggetarkan hati, ada sekilas bayangan indah, kesyukuran yang penuh atas karunia-Nya.  Sebentar lagi Ar-Rahman mengabulkan permintaanku selama ini.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…” tiba-tiba suara itu membuyarkan rasa haruku. Ana, adikku mengucapkan salam dari luar rumah kontrakan. &lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam. Ya, Nduk, ada apa?” sahutku.&lt;br /&gt;“Disuruh makan Mas, sudah ditunggu di rumah bulek?”&lt;br /&gt;“Ya, .sebentar lagi, nanti aku ke sana.” &lt;br /&gt;Aku meneruskan tilawah sampai dua halaman dan menuju ke rumah Lek Waluyo. Semua keluargaku menginap di sana. Rumah kontrakan hanya terdiri dari satu ruangan ruangan tamu yang penuh dengan bawaan buat pernikahan, ruang tidur dan dapur dapur kecil. Tidak ada lagi tempat untuk istirahat keluargaku. &lt;br /&gt;Sembari makan, aku dan keluarga berbincang-bincang ke sana ke mari.&lt;br /&gt;Hidangan makan malam:  ayam, tempe goreng, dan  Jangan Lombok, sayur cabe, khas wonogiri. “Serasa sedang berada di kampung,” gumamku saat menikmati makan bersama malam itu.&lt;br /&gt;Setelah selesai makan, ngobrol ngalor-ngidul masih berlanjut, hingga akhirnya mataku tak kuat membuka lagi. Ngantuk luar biasa. Akhirnya aku minta pamit dan mengajak ibu dan adik tidur di kontrakan. Sejak kemarin mereka ingin tidur di rumah kontrakanku. Tidur bersempit-sempit, cukuplah untuk kami bertiga. &lt;br /&gt;Sebelum tidur ibu sempat menanyakan banyak masalah. Harga rumah kontrakkan, padatnya penduduk Jakarta dan sebagainya. Ia membandingkan keadaan Jakarta dan kampung halaman kami. Terlintas kekhawatiran pada anaknya akan sulit hidup di Jakarta. Tapi semua kekhawatiran itukutepis. Kukatakan bahwa aku sudah mulai terbiasa menjalani kehidupan keras di Jakarta. Asal mau beusaha insya Allah bisa meraih rejeki. &lt;br /&gt;Pembicaraan berhenti ketika kantuk menyerang ibu dan adikku. Ibu dan adikku sudah terlelap tidur. Mereka kelihatan masih sangat kelelahan. Sedangkan aku, malam itu mataku tidak mau terpejam sedikit pun. Rasa kantuk tadi hilang seketika. Sebagai gantinya, air mata mulai mengalir pelan ketika memandang wajah ibu, wajah penyejuk hatiku. Letih di wajahnya pasti aku juga yang melukisnya. Sampai detik-detik menjelang pernikahnku, ibu masih bekerja membanting tulang, berjualan ikan kali di pasar. Ia tak pernah menyaksikan terbitnya matahari di rumah, karena sehabis shubuh dan bahkan terkadang sebelum shubuh sudah berangkat ke pasar. Di pasar ia duduk menantang panas matahari, menggelar dagangan di sela-sela mobil angkutan yang sedang parkir, karena belum mampu membeli tempat di dalam pasar. Dan semua  kelelahan itu tak pernah ia keluhkan padaku. Tulus kasihnya tanpa pamrih. Hanya satu keinginannya yaitu dapat membahagiakan dan menyekolahkan anaknya. Dan kini ia bersusah payah menuju Jakrta untuk menyaksikan pernikahan anaknya. &lt;br /&gt;Aku merasa berdosa. Sampai saat ini, belum bisa membahagiakannya, malah terus merepotkannya. Aku takut setelah menikah nanti cintaku padanya berkurang, aku kurang memerhatian lagi, waktuku habis untuk keluargaku saja nantinya. &lt;br /&gt;“Aku takut…menyakiti hatimu, Bu..” Aku berteriak dalam hati. Air mataku terus mengalir…hingga aku tertidur bersama rasa bersalahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Bangun Le, bangun, sudah adzan shubuh”, ibu membangunkanku. &lt;br /&gt;“Iya, Bu…”. Aku bangun dengan mata yang masih pedas, air mata telah terkuras semalam. Aku beranjak menuju kamar mandi yang hanya satu langkah dari tempat tidur. Ibu pamit hendak shalat di rumah Bulek Waluyo sekalian bantu-bantu masak. &lt;br /&gt;Jarum jam terus bergerak. Mentari kembali tersenyum menghangatkan Kota Jakarta. Selesai mandi, jantungku berdebar luar biasa ketika melihat kemeja putih serta jas yang siap dipakai. Dagdigdug. “Ya, Allah Alhamdulillah, tanggal 9 bulan 9 tahun 2007 telah datang padaku,..”  &lt;br /&gt;Tiba-tiba aku teringat sesuatu, saksi pernikahanku nanti belum ada. “Masya Allah… siapa ya, nanti yang jadi saksi?”Kuambil handphone.  Kucari-cari nama yang bisa kuminta tolong.menjadi saksi di buku telepon handphone.&lt;br /&gt;Tok-tok-tok…”Assalamu’alaikum…” terdengar suara dari luar. &lt;br /&gt;Setelah kujawab, segera kubuka pintu. “Oh…Miswanto, alhamdulillah pas banget antum datang.” &lt;br /&gt;“Iya, sengaja ane datang, kalau bisa bantu-bantu apalah.” &lt;br /&gt;“Kebetulan banget, Mis. Ane butuh saksi nanti Biar antum ketularan cepat nikah juga, hehehe..”&lt;br /&gt;“Insya Allah nanti ane yang jadi saksi, deh.“&lt;br /&gt;“Alhamdulillah,” ucapku.&lt;br /&gt;Kemudian, kuajak teman Rohis kampusku dulu itu sarapan di tempat Bulek Waluyo. Ternyata Bapak Ibu dan saudara-saudara telah rapi memakai baju untuk resepsi. Setelah sarapan bersama, laskar pengantin bersiap berangkat. &lt;br /&gt;Saat keluargaku dan tetangga yang ikut mengantar membagi-bagi barang bawaan untuk calon istriku, aku berwudhu, berharap bisa menenangkan perasaan yang tak menentu. Bahagia, gelisah, takut, bercampur jadi satu, menyebabkan keringat dingin di tubuhku. &lt;br /&gt;“Bismillah….” &lt;br /&gt;Kuhampiri ibu dan bapak yang sudah menunggu. Kucium tangan dan pipi mereka. &lt;br /&gt;“Pak, Bu….mohon doa restu.” Air mataku hampir jatuh.&lt;br /&gt;Laskar  pengantin diputuskan untuk berjalan. Istana calon permaisuriku tak jauh dari rumah kontrakan, hanya beda RW. &lt;br /&gt;Aku layaknya seorang raja, mengenakan jas hitam hasil pinjaman, kemeja putih panjang, berpeci, serta bersepatu hitam mengkilat. Aku berjalan paling depan memimpin rombongan. “Subhanallah, hatiku berbunga-bunganya, hingga lupa bahwa aku adalah seorang pengangguran.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, rombonganku sampai di lokasi akad nikah, sebuah mushala kecil bernama At-Tarbiyah, di samping lapangan sekolah, tempat berlangsungnya resepsi pernikahan. Mushala itu milik SD 01 Srengseng Sawah. Aku bagaikan artis idola, banyak orang mengabadikan kedatanganku dengan kamera. Termasuk dua temanku, Agus dan Supri. Merekalah yang bertugas sebagai juru foto dan Qori, akad nikah nanti.&lt;br /&gt;“Ya Allah balaslah kelelahan mereka dengan kebaikan berlipat ganda,” kataku dalam hati. Setengah jam sebelum aku berangkat tadi, mereka mengabarkan sudah datang bersama istri dan anak mereka. &lt;br /&gt;Tak lama kulihat bidadariku berbaju panjang putih dan berjilbab warna emas diarak menuju mushala.&lt;br /&gt;Setelah sambutan-sambutan, surat Ar-Rahman mengalun lewat mulut Agus, temanku. Suasana hatiku yang senang, berubah haru. Aku sesegukan, air mata tak mampu kubendung lagi. Kesyukuran tiada tara mengalir di relung hati. ”Alhamdulillah Ya Allah, alhamdulillah.&lt;br /&gt;Kemudian, MC mempersilakan bidadariku mohon maaf dan minta ijin kepada kedua orangtuanya. “Bu…Pak…sebelumnya, .terimakasih yang sebesar-besarnya atas  jasa bapak-ibu selama ini. Hari ini, seorang lelaki akan menjadikan saya sebagai pendamping hidupnya, mohon maaf atas segala kesalahan anakmu ini, mohon diampuni, dan mohon doa restunya.” Calon istriku menangis. Suasana mushala  bertambah haru, semua mata yang menyaksikan ikut berkaca-kaca, sesenggukan. Mataku pus terus mengalirkan air.. Hingga membawakan acara selanjutnya, inti dari seluruh rangkaian acara,  ijab dan kabul yang dipimpin Drs. Adam, S.Ag dari KUA Kecamatan Jagakarsa. &lt;br /&gt;Akhirnya ikrar terucap, mengikat cinta suci, ikrar yang semoga diridhai Ilahi, ikrar yang menggenapkan separuh agamaku. Derai-derai air mata bahagia kembali menetes di atas hamparan sajadah mushala, saksi bisu di hari yang teramat cerah itu.&lt;br /&gt;Saat raja dan ratu sehari dipajang akhirnya tiba. Aku dan istri dirias sedemikian rupa. Ada bahagia, ada haru dan ada malu kala itu. Rombongan demi rombongan tamu datang. Teman kampus, teman pengajian, tetangga dan saudara-saudara lain hilir mudik sampai resepsi pernikahan usai. Sang surya kembali ke peraduannya sambil tersenyum mempersilakan datangnya malam.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bapak ibu kembali ke Wonogiri kuceritakan keadaanku yang sebenarnya. Untuk sementara, aku akan bekerja di rental komputer Pak Lek Waluyo sambil mencari pekerjaan yang lain. Mereka memaklumi, tapi aku yakin hal ini dapat  menjadi beban pikiran mereka. Perasaan bersalah terus membayangi kebahagiaanku  sebagai pengantin baru. Alhamdulillah, istriku bisa memaklumi keadaanku saat itu.&lt;br /&gt;Belum lama merasakan manisnya pernikahan, kami mendapat kabar kurang baik. Ayah mertua masuk rumah sakit dan diopname. Darah tingginya kambuh. Waktu itu bulan Ramadhan baru menginjak beberapa hari. Terpaksa kami menikmati bulan madu di rumah sakit. Aku, istri dan ibu mertua tidur di teras, depan kamar bapak mertua dirawat. Kami menggelar tikar, berbantal sajadah yang sengaja kami persiapkan. Bau kamar mandi yang usil terkadang menusuk hidung dan beberapa kucing berkeliaran menemani kami. Kami maklum dengan kondisi rumah sakit yang menjadi rujukan Asuransi tersebut. Semua itu tak mengurangi tekad kami bertiga, menunggu bapak agar segera sembuh dari sakitnya. Hanya saja hatiku tersentil ketika keluarga penunggu pasien yang lain menanyakan pekerjaanku. Sedih dan malu juga pada mertua waktu itu.&lt;br /&gt;Ketika adzan isya berkumandang, istri mengajak sholat isya dan tarawih berjama’ah di mushala rumah sakit. Seusai shalat, kami berdua duduk di teras mushala. &lt;br /&gt;“Maaf,  Mas. Apa kamu nggak ingin mencari pekerjaan?” tanya istriku&lt;br /&gt;“Ya ingin lah, Dik,“ jawabku lirih. “Tapi, keadaan kita sedang begini, aku yakin nanti bakal dapat kerjaan. Dulu sempat ada yang menawarkan pekerjaan, tapi waktu itu mas masih kerja di tempat lama. Persiapan nikah kemarin bikin mas lupa tanya lagi.” &lt;br /&gt;“Ya sudah, coba mas tanya lagi, barangkali masih butuh karyawan,” desak istriku.“&lt;br /&gt;Setelah pembicaraan tersebut, kami kembali ke kamar bapak. Segera kukirim sms pada orang yang pernah menawariku pekerjaan. Sayangnya, laoran pesan yang kukirim: tertunda. &lt;br /&gt;“Lho kok tertunda ya, Dik? “ tanyaku. &lt;br /&gt;“Apa yang tertunda?” sahut ibu mertua. &lt;br /&gt;“Ini lagi kirim sms sama teman yang dulu nawarin pekerjaan,” jawabku gagap. Kulihat istriku hanya tersenyum. &lt;br /&gt;“Mbok, ya kamu main ke rumahnya saja,” kata ibu menanggapi lagi. &lt;br /&gt;“Iya, Bu…insya Allah besok siang saya ke rumahnya”.&lt;br /&gt;Gelap semakin erat memeluk dan menyelimuti bumi, rembulan terlihat redup  menemani penduduk bumi yang sedang berlomba-lomba meraih pahala di malam Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi begitu cerah. Cahaya mentari menembus sela-sela dedaunan pohon rindang di depan Rumah Sakit. Kuajak sang istri keluar agak jauh dari kamar bapak, duduk di salah satu deretan papan tempat duduk di bawah pohon. Para penunggu pasien diminta meninggalkan ruangan untuk dibersihkan oleh petugas cleaning service. Hanya ibu yang masih menunggu bapak.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, handphoneku berbunyi. Di layar handphone ada 2 pesan masuk. Pesan pertama laporan pesan terkirim dan yang kedua tertulis nama Pak Galeh, orang yang dulu pernah menawari pekerjaan. Kubuka pelan-pelan dan kubaca. Ia memintaku datang besok pagi ke rumahnya, membawa berkas lamaran kerja. Dari rumahnya baru berangkat ke kantornya. Aku girang sekali. Segera kuajak istriku mengbarkan berita gembira itu pada bapak dan ibu di kamar. &lt;br /&gt;Esoknya pukul 08.00 aku sudah berada di ruko kawasan Kebayoran Baru. Aku  diwawancarai, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan sebagainya. Dan tak disangka saat itu juga aku diterima bekerja dengan status percobaan 3 bulan. Aku tidak percaya, segampang inikah mencari pekerjaan?, Apakah ini mimpi? Dulu sebelum menikah, seperti mimpi tiba-tiba aku kehilangan pekerjaan. Dan kini aku mendapat pekerjaan seperti itu juga. Alhamdulillah, syukurku dalam hati. Aku langsung dikenalkan pada beberapa karyawan. Pak Galeh juga menjelaskan tugas-tugasku.&lt;br /&gt;Siangnya, pada jam istirahat, kukabari istriku. Ia membalas smsku dengan penuh kesyukuran pula. Bapak ibu mertua juga ikut senang, dan  bapak sudah bisa pulang besok pagi. Alhamdulillah ya Rabbi, nikmat-Mu bertubi-tubi. Lalu kutelepon ibu di kampung. &lt;br /&gt;“Aalhamdulillah berkat doa ibu dan bapak saya sekarang sudah dapat kerjaan,” ujarku setelah bertukar kabar. “&lt;br /&gt;Duh syukur yo, Le. Nanti ibu sampaikan pada bapak. Bapakmu sedang di sawah. Ia pasti akan senang juga. Baru semalam ibu ngobrol sama bapak tentang  pekerjaanmu. Hati-hati ya, Le. Ibu lega sekarang!“&lt;br /&gt;“Iya bu…mohon doanya agar lancar semuanya,” Air mata sudah membasahi pipiku..&lt;br /&gt;Hilang sudah beban yang mengganjal di hati. Mendung di balik pernikahanku telah berubah jadi hujan, menyegarkan hatiku yang kering karena berusaha sabar menanti pekerjaani Kini, aku memiliki nafkah untuk menghidupi istri dan anakku kelak.&lt;br /&gt;Inna ma’al ‘usri yusroo…Sesungguhnya bersama kesukaran itu ada kemudahan. Janji-Nya terbukti sudah padaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/213196060770392438-8573133686252843748?l=mujahiddesa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8573133686252843748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/213196060770392438/posts/default/8573133686252843748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mujahiddesa.blogspot.com/2009/07/mendung-di-balik-pernikahan.html' title='Mendung di Balik Pernikahan'/><author><name>Panggih Waluyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12626419799849379634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YCaZRd7QPAs/SziPmZhxbyI/AAAAAAAAADI/_qfnEzs1RUs/S220/P2170129.JPG'/></author></entry></feed>
